Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kabut Asap Lumpuhkan 4 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Akibat Visibilitas Rendah

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kabut Asap Lumpuhkan 4 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Akibat Visibilitas Rendah
BAGIKAN:

Kabut asap mengepung Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, dan memaksa penundaan empat jadwal penerbangan utama pada Jumat (9/10). Operasional bandara lumpuh sementara karena jarak pandang anjlok drastis, menembus batas keamanan teknis penerbangan. Para penumpang yang sedang menunggu di terminal kini menghadapi ketidakpastian jadwal akibat cuaca ekstrem ini.

General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab menegaskan bahwa empat penerbangan terdampak terdiri atas tiga jadwal keberangkatan dan satu kedatangan. "Penundaan penerbangan terjadi akibat jarak pandang di Bandara SMB II Palembang berada di bawah standar minimum penerbangan, yakni 400 meter, sehingga berdampak terhadap operasional keberangkatan dan kedatangan pesawat," katanya. Angka 400 meter ini adalah garis aman yang tidak bisa ditawar demi keselamatan nyawa awak pesawat dan penumpang.

Tiga penerbangan yang berangkat dari Palembang kini berstatus tertunda. Rute-rutenya meliputi JT246 tujuan Batam, IU921 tujuan Jakarta, dan IU302 tujuan Pangkalpinang. Sementara di sisi kedatangan, pesawat dengan kode penerbangan IU933 dari Yogyakarta juga tidak bisa mendarat. Penundaan ini mengindikasikan bahwa polusi udara dari kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah Sumatera Selatan sedang pada titik yang sangat mengganggu visibilitas pilot.

Pengelola bandara terus memonitor perkembangan jarak pandang serta kondisi [kabut asap] secara real-time. Pantauan ini dilakukan untuk memastikan apakah operasional penerbangan bisa kembali berjalan normal dengan aman. Tidak ada keputusan untuk membuka slot penerbangan baru selama risiko keselamatan masih tinggi. Seluruh proses penyesuaian jadwal dilakukan secara ketat, mengutamakan standar keselamatan di atas segalanya.

Dampaknya, penumpang di seluruh rute terdampak harus menunggu informasi lebih lanjut. Jadwal penerbangan baru akan disusun ulang hanya setelah jarak pandang kembali memenuhi [standar keselamatan] yang berlaku. Bagi masyarakat yang memiliki rencana perjalanan udara dari atau ke Palembang pada hari tersebut, kesiapan menunggu penjadwalan ulang menjadi hal yang wajib. Proses ini bukan lagi sekadar soal kesiapan logistik, melainkan protokol keamanan yang dijalankan karena faktor alam yang tidak bisa diprediksi sepenuhnya.

Analisis Redaksi

Momentum penundaan ini menjadi alarm keras bahwa dampak kualitas udara tidak lagi sebatas gangguan pernapasan, tapi langsung menghantam urat nadi transportasi logistik dan komersial. Ketika angka jarak pandang jatuh di bawah 400 meter, itu sinyal bahwa konsentrasi partikulat udara sudah berada di level yang sangat padat. Ini bukan fenomena sesaat, melainkan akumulasi titik api yang belum terkontrol di hulu wilayah.

Yang perlu diwaspadai ke depan adalah pola ketergantungan transportasi udara terhadap cuaca musiman. Seringkali, infrastruktur mitigasi asap masih reaktif, bukan preventif. Jika pola cuaca yang sama berulang, protokol penjadwalan ulang seperti yang dilakukan pihak bandara akan menjadi rutinitas tahunan yang melelahkan. Pihak berwenang di tingkat pemerintah daerah harus membaca sinyalemen ini sebagai kegagalan dalam koordinasi pemadaman dan pengawasan, bukan sekadar cuaca alamiah.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸