Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Herdman Targetkan Timnas Indonesia Jadi Langganan Piala Dunia via Ranking AFC

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Herdman Targetkan Timnas Indonesia Jadi Langganan Piala Dunia via Ranking AFC
BAGIKAN:

John Herdman menegaskan ambisi besarnya membawa Timnas Indonesia menembus empat besar Asia dan menjadi langganan Piala Dunia setelah memetik kemenangan di FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih asal Inggris tersebut menilai gelar juara kontinen tersebut bukan sekadar终点, melainkan batu pijakan wajib untuk meningkatkan kualitas skuad Garuda ke level yang lebih kompetitif di kawasan AFC. Timnas Indonesia kini berada di persimpangan jalan menuju panggung dunia, sebuah target yang Herdman anggap realitis berdasarkan data perkembangan klub dan pemain.

Kontrak Herdman yang dimulai pada Januari 2026 dan berlanjut hingga Januari 2028 memberikan jendela waktu tiga tahun penuh untuk menggenjot performa tim. Di periode tersebut, ia bertekad memastikan peringkat FIFA Merah Putih terus mengalami kenaikan signifikan. Fokus utamanya bukan hanya hasil laga kandang, tetapi membangun identitas tim yang mampu bersaing secara konsisten dengan kekuatan utama Asia Timur dan Selatan. Bagi sang pelatih, status juara regional harus segera dikonversi menjadi poin peringkat internasional.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNN Indonesia TV pada Kamis (8/10), Herdman menjabarkan filosofi kerjanya. "Talenta kita sudah menuju ke sana untuk menjadi tim empat besar di AFC, tapi pengalaman tampil di Piala Dunia adalah misi yang sedang kami kejar juga," ujar Herdman. Pernyataan ini menegaskan bahwa pengembangan bakat lokal tidak lagi dianggap cukup untuk berdamai dengan zona nyaman. Ia melihat potensi individu pemain sudah sejajar dengan standar kawasan, tetapi kekurangan dalam jam terbang di turnamen tingkat dunia masih menjadi celah yang harus diperbaiki.

Herdman menarik paralel langsung dengan pengalaman masa lalunya menangani timnas Kanada. Ia menceritakan bagaimana dirinya berhasil menaikkan peringkat Kanada dari posisi 97 menjadi 32 di ranking FIFA. "Kami sempat jadi tim semenjana yang tidak lolos ke Piala Dunia dan jadi peringkat ketujuh atau ke delapan di CONCACAF, lalu jadi yang pertama di CONCACAF. Semuanya mungkin," kenangnya. Transformasi The Maples menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara menjadi bukti nyata bagi dirinya bahwa lompatan peringkat sangat mungkin dicapai dengan sistem yang tepat. Pola pikir agresif ini kini dipindahkan ke ruang ganti skuad Indonesia.

Keyakinan tersebut diperkuat oleh komitmen institusional. Herdman menekankan bahwa gelar FIFA ASEAN Cup adalah buah dari sinergi kolektif, bukan semata-mata kerja 23 pemain dan satu pelatih. "Juara [FIFA ASEAN Cup 2026] adalah pengakuan dari hasil kerja keras yang berasal dari kerjasama kolektif. Ini bukan hanya tentang 23 pemain dan seorang pelatih, tapi ada peran dari PSSI, Erick [Thohir], dan para Exco yang membuat sistem, struktur, dan membawa wajah-wajah baru untuk mengisi kekosongan," ucapnya. Dukungan struktur dari induk sepak bola nasional dan figur kunci seperti Erick Thohir menjadi fondasi bagi Herdman untuk melangkah lebih jauh dari sekadar mempertahankan gelar kontinen.

Analisis Redaksi

Misi Herdman untuk menjadikan Indonesia 'langganan' Piala Dunia mencermannya pergeseran paradigma dari sekadar partisipasi menjadi dominasi berkelanjutan. Klaim bahwa 'semuta mungkin' berdasarkan rekor Kanada menunjukkan ia memiliki roadmap konkret, bukan sekadar motivasi verbal. Namun, tantangan terbesarnya ada di transisi dari juara regional (ASEAN) menjadi kompetitor di Asia, sebuah lompatan kualitas yang sering mengubur harapan banyak tim Asia Tenggara. Keberhasilan atau kegagalan Herdman akan sangat bergantung pada kemampuannya mengelola ekspektasi publik yang melonjak tajam setelah gelar ASEAN Cup.

Peran Erick Thohir dan Exco PSSI disebut secara eksplisit, menunjukkan Herdman sadar bahwa perbaikan teknis tidak akan berjalan tanpa reformasi administratif dan finansial yang solid. Jika struktur ini runtuh di tengah jalan, strategi 'empat besar AFC' bisa berubah menjadi beban tekanan yang kontraproduktif. Publik harus waspada terhadap dinamika politik internal PSSI dalam dua tahun ke depan, karena kontinuitas program Herdman sangat bergantung pada stabilitas manajemen, bukan hanya kinerja di lapangan.

Meow! Tanya Nesi!
😸