Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Tim Penilai Benyamin S Award Pantau Tiga Festival Kelurahan Finalis di Jakbar, Sambut 500 Tahun Jakarta

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Tim Penilai Benyamin S Award Pantau Tiga Festival Kelurahan Finalis di Jakbar, Sambut 500 Tahun Jakarta
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Tim Penilai Benyamin S Award melakukan kunjungan ke tiga festival kelurahan finalis di Jakarta Barat pada Kamis (8/10).
  • Ketiga lokasi yang disambangi adalah Kelurahan Srengseng, Sukabumi Utara, dan Taman Sari.
  • Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan penilaian untuk menentukan kelurahan terbaik menuju babak final yang akan segera dimulai.

Tim Penilai Benyamin S Award melakukan kunjungan ke tiga festival kelurahan finalis di Jakarta Barat pada Kamis (8/10). Ketiga lokasi yang disambangi adalah Kelurahan Srengseng, Sukabumi Utara, dan Taman Sari. Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan penilaian untuk menentukan kelurahan terbaik menuju babak final yang akan segera dimulai.

Salah satu juri yang hadir adalah Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga. Ia didampingi oleh Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia, Endra S Atmawidjaja, serta Dewan Pembina Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), Wicaksono Sarosa. Kehadiran tiga tokoh ini menandakan bobot penilaian yang diberikan pada aspek tata kelola dan perencanaan kota di tingkat basis.

Nirwono Joga menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menghasilkan tiga catatan utama. Pertama, ia menggarisbawahi bahwa seluruh kelurahan memiliki potensi luar biasa dalam mengembangkan kegiatan inisiatif mandiri. "Semua mempunyai kegiatan-kegiatan yang merupakan inisiatif mereka sendiri, ya. Jadi ini perlu kita apresiasi dalam waktu yang cukup pendek sebenarnya, tapi mereka sudah mampu menyiapkan semua kegiatan dengan baik," ujar Nirwono.

Kedua, tim penilai melihat perkembangan signifikan dalam penataan empat kategori utama Benyamin S Award, yaitu bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. "Kita lihat juga banyak sekali progresnya dalam penataan empat kategori, ya. Bagaimana upaya mereka lakukan dalam kategori bersih, nyaman, indah, dan sejahtera," tegasnya. Ketiga, pelaksanaan festival dinilai menjadi modal persiapan penting bagi para lurah menjelang babak final.

Perbedaan fokus antar tahap menjadi penentu keberhasilan. Pada tahap sebelumnya, penilaian berfokus pada identifikasi potensi raw material di titik-titik kelurahan. Sementara di tahap ini, dewan menilai bagaimana potensi tersebut dirangkai menjadi sebuah rangkaian festival yang utuh. "Tujuannya apa? Kita harapkan ke depan nanti, apalagi menjelang lima abad Jakarta, kita membayangkan seluruh kelurahan-kelurahan tadi itu bisa membuat festival yang menarik sehingga sepanjang tahun, dari Januari sampai dengan Desember, kita punya potensi untuk menyelenggarakan festival dalam merayakan 500 tahun Kota Jakarta," kata Nirwono.

Wicaksono Sarosa menambahkan harapan agar program empat kategori ini tidak hanya menjadi seremoni saat award. Dengan mengintegrasikan aspek bersih, sejahtera, nyaman, dan indah dalam keseharian, kelurahan diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan dan benar-benar menyejahterakan warganya. Ketiga kelurahan ini akan bersaing dengan tujuh finalis lain dalam presentasi tatap muka pada 15 Oktober 2026, sebelum rangkaian acara puncak Benyamin S Award ditutup di akhir Oktober.

Analisis Redaksi

Momen ini menunjukkan pergeseran paradigma tata kota di Jakarta: dari sentralistik menuju partisipatif berbasis kelurahan. Fokus pada "inisiatif sendiri" menandakan bahwa Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan program unggulan tidak sekadar top-down, melainkan memiliki akar sosial yang kuat di masyarakat. Narasi 500 tahun Jakarta yang disematkan pada festival ini bukan sekadar slogan, melainkan strategi branding kota untuk menarik wisatawan domestik melalui ekonomi kreatif tingkat akar rumput.

Yang perlu diwaspadai adalah keberlanjutan pasca-penghargaan. Seringkali, kelurahan bersinar saat penilaian lalu redup setelahnya. Tekanan untuk mempertahankan standar "bersih, nyaman, indah, sejahtera" di luar hari-H award menjadi tantangan fiskal dan administratif bagi aparatur kelurahan. Jika tidak ada skema pendanaan rutin atau integrasi ke dalam APBD tahunan yang jelas, festival tahunan dari Januari hingga Desember yang dicita-citakan Nirwono berisiko menjadi beban administratif semata tanpa daya tarik konten yang segar. Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kolaborasi warga, bukan hanya arahan lurah.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ