Sawah Puso Capai 50 Ribu Hektare, Amran Sulaiman Tegas Lindungi Harga Petani

- "30 ribu hektare yang terdampak puso itu 3 bulan lalu, perkiraan sekarang maksimal 50 ribu hektare," tegas Amran saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
- Peningkatan ini memicu kekhawatiran, namun Amran memastikan kondisi tersebut masih dalam batas aman.
- Menurut perhitungan kementerian, luas lahan terdampak tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas lahan pertanian nasional yang diperkirakan mencapai 11 juta ha hingga akhir tahun.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memperkirakan luasan lahan sawah yang mengalami puso akibat fenomena El Nino telah melonjak menjadi 50 ribu hektare (ha), sebuah angka yang meningkat signifikan dari perkiraan tiga bulan sebelumnya yang berada di kisaran 30 ribu ha.
"30 ribu hektare yang terdampak puso itu 3 bulan lalu, perkiraan sekarang maksimal 50 ribu hektare," tegas Amran saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Peningkatan ini memicu kekhawatiran, namun Amran memastikan kondisi tersebut masih dalam batas aman. Menurut perhitungan kementerian, luas lahan terdampak tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas lahan pertanian nasional yang diperkirakan mencapai 11 juta ha hingga akhir tahun.
"Total luas lahan pertanian kita kan sampai akhir tahun itu perkiraan 11 juta hektare," sambungnya. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah tidak tinggal diam. Sejumlah program infrastruktur pertanian dijalankan secara paralel, mulai dari percepatan pembangunan irigasi hingga pengoperasian mesin pompa air atau pompanisasi. Kementerian Pertanian juga mendorong optimalisasi lahan serta distribusi benih yang dinilai lebih tahan terhadap kondisi kekeringan ekstrem.
"Kita irigasi jalan, pompanisasi jalan, irpom jalan, oplah jalan. Semua jalan. Dan benih yang tahan kekeringan kita kirim. Ada juga yang produktivitasnya tinggi dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern-Advanced Agricultural System)," jelas dia. Strategi ini merupakan upaya konkret menjaga produktivitas di tengah ancaman gagal panen. Di sisi lain, Amran menyinggung kondisi harga gabah yang saat ini berada di level tinggi. Ia menilai kondisi tersebut justru memberikan keuntungan bagi petani, sehingga pemerintah tidak ingin menekan harga di tingkat petani.
Untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan harga beras di tingkat konsumen, pemerintah mengandalkan operasi pasar yang dilakukan Bulog. Mekanisme ini mencakup program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta distribusi bantuan pangan. "Iya, makanya operasi pasar karena beras kita banyak, saya minta Bulog petani biarkan menikmati harganya, tetapi Bulog melakukan operasi pasar. Dan ada juga SPHP kan, kemudian ada juga bantuan pangan," terangnya. Dengan skema ini, harga gabah tetap menjadi insentif bagi petani, sementara harga beras di pasar retail diharapkan tetap terkendali.
Analisis Redaksi
Kebijakan Amran Sulaiman memperlihatkan prioritas yang jelas: melindungi pendapatan petani sebagai fondasi ketahanan pangan. Dengan mempertahankan harga gabah di level tinggi dan menggunakan operasi pasar Bulog untuk mengendalikan harga ritel, pemerintah mencoba memecah dilema klasik antara inflasi pangan dan kesejahteraan petani. Pendekatan ini mengutamakan insentif produksi di hulu, yang secara logis akan menjaga motivasi petani untuk tetap berproduksi meski menghadapi risiko cuaca.
Jika langkah ini berhasil, dampaknya akan terasa pada siklus tanam berikutnya. Jaminan harga yang menguntungkan akan mendorong petani untuk mengadopsi benih tahan kering dan teknologi PM-AAS secara lebih luas. Hal ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada curah hujan dan memitigasi risiko puso di musim tanam mendatang. Keberhasilan strategi ini akan bergantung pada ketepatan operasi pasar Bulog dalam menyuplai pasar tanpa menggerus pendapatan petani secara signifikan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KSPI Tekan Pemerintah: Naikkan Batas Bebas Pajak JHT ke Rp400 Juta, Ajukan Dasar Emas

LPS Ungkap 14 BPR dan BPRS Tumbang di 2026: Lemahnya Tata Kelola Jadi Biang Kerok Utama

Respons Emiten Affiliates Salim & Sinar Mas: Nyalakan Lampu Kuning Pasca Pemanggilan Bos Sawit oleh Singapura
