Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Sapu Bersih 3 Laga, Shin Tae-yong Tegaskan Persija Masih Lapar dan Tanpa Tekanan Hadapi PSIM

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Sapu Bersih 3 Laga, Shin Tae-yong Tegaskan Persija Masih Lapar dan Tanpa Tekanan Hadapi PSIM
BAGIKAN:

Shin Tae-yong menolak menganggap sempurna sebagai titik akhir, justru menegaskan Persija Jakarta masih 'lapar' kemenangan meski sudah menyapu bersih tiga laga awal Super League 2026/2027. Pelatih asal Korea Selatan itu menyatakan tak ada beban khusus menghadapi PSIM Yogyakarta, tim yang belum meraih satu poin dari tiga pertandingan awal musim ini.

Jejak positif Macan Kemayoran dimulai dari kemenangan tipis 1-0 di markas Borneo FC pada laga pembuka. Pekan berikutnya, Persija menundukkan Persib Bandung 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Rangkaian kemenangan sempurna ini ditutup oleh gol tunggal Arlyansyah Abdulmanan saat Persija mengalahkan Java United 1-0 di Bali.

Kesembilan poin penuh ini bukan diraih secara mudah. Borneo FC dan Persib Bandung adalah tim yang finis di dua besar klasemen musim lalu. Java United pun menempati posisi kelima saat masih bernama Malut United. Menangkan ketiga tim solid tersebut memberikan dampak mental signifikan bagi skuad Persija menjelang sisa kompetisi yang panjang.

Meski demikian, STY enggan membiarkan pujian yang mengalir deras membuat timnya lengah. "Saya masih lapar," ujarnya singkat ketika ditanya soal euforia kemenangan beruntun tersebut. Ia menegaskan tim akan tetap berusaha memberikan yang terbaik tanpa terbebani status favorit saat bertandang ke Yogyakarta.

Laga melawan PSIM pada Sabtu (10/10) ini sekaligus menjadi momen comeback Persija usai jeda internasional. Pertandingan ini menyusul rampungnya gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, kompetisi yang diikuti oleh lima pemain Persija yang kini kembali memperkuat Nasional Indonesia di level timnas.

Analisis Redaksi

Kebijakan mental yang diterapkan Shin Tae-yong menunjukkan kedalaman pengalaman memimpin tim di kancah regional. Dengan mencatatkan 9 poin sempurna melawan lawan-lawan tangguh seperti Borneo dan Persib, fondasi moral tim memang kokoh. Namun, tantangan sebenarnya kini bergeser dari kualitas lawan menjadi manajemen fokus pemain setelah jeda internasional yang menguras stamina dan konsentrasi.

PSIM Yogyakarta, meski sedang dalam performa buruk tanpa kemenangan, tetap memiliki potensi untuk mencetak hasil mengejutkan di kandang sendiri. Status "favorit" yang dibebankan pada Persija bisa menjadi pedang bermata dua jika para pemain mulai meremehkan lawan. Sikap pragmatis STY yang menolak adanya tekanan adalah strategi defensif yang cerdas untuk menjaga konsistensi skuad.

Ke depan, konsistensi ini akan menentukan apakah Persija mampu mempertahankan gelar atau hanya sekadar berkilau di awal musim. Kembalinya lima pemain kunci dari tugas negara harus segera terintegrasi dengan rotasi tim utama. Bila transisi jeda ini gagal dikelola, momentum 9 poin tersebut bisa terhapus oleh kelelahan atau kecerobohan taktikal di pekan keempat.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ