Rihanna Tambah 1,5 Juta Penonton saat Live Jual Fenty Beauty di TikTok
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Penyanyi Rihanna membukukan sejarah baru di arena e-commerce musik ketika ia turun langsung memandu sesi belanja langsung di TikTok, menarik lebih dari 1,5 juta akun menyaksikan. Penjualan ini dilakukan melalui acara Fenty Beauty's TikTok Shop Mega Live yang berlangsung pada Selasa (6/10) pukul 14.00 waktu New York, atau Rabu (7/10) pukul 1.00 WIB. Kehadirannya di platform video pendek ini bukan sekadar cameo, melainkan transformasi total di mana ia bertindak sebagai host penuh, membacakan komentar, dan mempromosikan produk jenama miliknya sendiri.
Suatu pengumuman sebelumnya dibuat oleh Rihanna pada 4 Oktober 2026 melalui akun resmi Fenty Beauty, di mana ia bertanya kepada penggemarnya apakah mereka menyukai TikTok dan produk makeup-nya. "Kalian suka TikTok, tidak?" ujar Rihanna dalam potongan video tersebut. "Kalian suka membeli produk makeup-ku? Kalian suka membeli makeup-ku lewat TikTok? Nah, kalian beruntung." Interaksi ini menunjukkan pendekatan personal yang jarang dilakukan oleh selebritas papan atas dalam konteks penjualan, menjembatani jarak antara ikon pop dan konsumen biasa.
Selama live, Rihanna menunjukkan sisi komedi ringan dengan ikut memencet sirine efek suara, sebuah gestur yang mengindikasikan kesiapan totalnya untuk beradaptasi dengan budaya komunitas TikTok. Aksi ini secara langsung mengonfirmasi strategi pemasaran agresif untuk memacu penjualan di tengah situasi ekonomi yang menuntut efisiensi. Lebih dari itu, di sela-sela presentasi produk, Rihanna mengonfirmasi fakta menarik: ia memiliki setidaknya 150 lagu yang sudah dibuat tetapi belum dirilis ke publik. Fakta ini menjadi sorotan karena bertentangan dengan persepsi publik bahwa ia sepenuhnya meninggalkan industri musik untuk fokus pada bisnis kosmetik dan fesyen.
Realitas karier Rihanna di dekade terakhir memang lebih didominasi oleh kesuksesan bisnis Fenty dan kehidupan pribadinya dibandingkan perilisan musik. Album solo terakhirnya, ANTI, terbit pada 2016, setelah itu ia hanya melepas single seperti Believe It dengan PartyNextDoor (2020), Lift Me Up yang menjadi soundtrack Black Panther 2 (2022), dan Friend of Mine untuk Smurfs (2025). Namun, momentum kini mulai bergeser kembali ke studio. Pada Agustus 2026, A$AP Rocky, pasangan musisi tersebut, mengungkapkan bahwa Rihanna telah kembali bekerja secara intensif menggarap materi baru. Dalam wawancara dengan The Jason Lee Show yang diberitakan People pada Rabu (5/8), Rocky menepis rumor bahwa hubungan mereka menjadi alasan penundaan album.
"Enggak kok," ujar Rocky saat ditanya mengenai teori tersebut. "Dia sedang di studio saat ini. Ya, saya baru saja membocorkannya. Maaf ya, Sayang." "Dia sedang mengerjakannya, meracik karya, serius nih. Duh, kayaknya aku bakal kena masalah gara-gara ini." Pernyataan ini selaras dengan pengakuan Rihanna sendiri pada Juni 2024, di mana ia mengakui bahwa untuk meracik album kesembilannya yang dinanti penggemar sebagai R9, ia perlu yakin sepenuhnya. "Musik bagi saya adalah penemuan baru. Saya menemukan kembali sesuatu," kata Rihanna. "Saya sudah mengerjakan album ini begitu lama sehingga saya mengesampingkan semua itu. Kini saya bersiap kembali ke studio. Kini saya siap. Jadi saya akan memulainya," lanjutnya. "Yeah, mulai lagi dari awal," tegasnya. "Namun saya tak ingin mengabaikan lagu-lagu yang sudah saya punya. Jadi saya ingin kembali dan mendengarkan materinya dengan pendengaran dan pandangan baru dan melihat apa yang masih sesuai dan mana yang masih sukai."
Analisis Redaksi
Integrasi Rihanna ke dalam ekosistem TikTok Live menandai shift strategis dalam industri hiburan, di mana batas antara penyiar konten dan penjual langsung runtuh. Jumlah penonton 1,5 juta bukan sekadar metrik viralitas, melainkan indikator kekuatan brand Fenty yang mampu mengonversi antusiasme penggemar menjadi transaksi langsung. Di tengah lesunya daya beli, langkah ini menunjukkan bahwa kepercayaan emosional terhadap ikon budaya tetap menjadi mata uang utama dalam komersialisasi. Namun, pengakuan adanya 150 lagu yang belum dirilis memberikan sinyal bahwa investasi waktu pada bisnis kosmetik tidak sepenuhnya mengorbankan dedikasi artistiknya.
Yang perlu diwaspadai adalah efek ganda dari pernyataan A$AP Rocky dan Rihanna mengenai proyek R9. Ada risiko publik membandingkan ekspektasi tinggi terhadap album baru dengan kenyataan bahwa ia telah absen dari rilisan utama selama satu dekade. Jika kualitas materi yang direvisi tidak memenuhi standar "penemuan baru" yang ia klaim, potensi backlash terhadap hype yang dibangun melalui TikTok bisa menjadi bumerang. Keberhasilan sesi live ini justru menaikkan taruhan: penonton yang kini terbiasa dengan interaksi real-time dan transparansi dari Rihanna mungkin akan menuntut kejelasan jadwal rilis album yang sama besarnya dengan antusiasme mereka saat menonton live shopping.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
