Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Piala Liga Indonesia 2026/2027: Ferry Paulus Dorong Pemain Lokal Bersinar dengan Kuota 3 Asing

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Piala Liga Indonesia 2026/2027: Ferry Paulus Dorong Pemain Lokal Bersinar dengan Kuota 3 Asing
BAGIKAN:

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan Piala Liga Indonesia atau League Cup musim 2026/2027 dirancang khusus sebagai panggung strategis bagi pemain lokal untuk tampil dan berkembang. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung saat prosesi undian di Jakarta pada Rabu (7/10), menandai kembalinya kompetisi ini setelah vakum sejak 2019.

Ferry menjelaskan bahwa pembatasan kuota maksimal tiga pemain asing per tim menjadi kunci utama dalam strategi pemberdayaan talenta domestik. Regulasi ketat ini diposisikan sebagai solusi nyata bagi klub yang kesulitan memberikan menit bermain rutin kepada anak bangsa. "Ini adalah satu aset yang baru bagi League Cup dan semoga bisa memberi tambahan menit bermain bagi semua klub yang ada terutama bagi klub yang tidak bisa memainkan pemain lokalnya," ujar Ferry merinci kebijakan tersebut.

Logika di balik keputusan regulasi ini cukup sederhana namun berdampak besar. Dengan membatasi kehadiran bintang asing hingga tiga orang, pelatih terpaksa memaksimalkan potensi skuad inti tanah air. Ferry yakin langkah ini akan mendorong peningkatan kualitas dan frekuensi kehadiran pemain lokal di lapangan hijau. "Dengan kuota tiga pemain asing, maka akan memberi menit bermain bagi pemain lokal. Sehingga pelatih bisa memaksimalkan pemain lokalnya. Saya yakin pemain lokal akan semakin hadir," tegasnya dengan penuh optimisme.

Kebijakan ini menciptakan kontras mencolok dengan struktur Super League yang mengizinkan hingga sembilan pemain asing dalam daftar susunan, dari kuota maksimal sebelas nama. Selain fokus pada pengembangan SDM, Ferry juga membuka peluang diplomasi untuk membawa juara Piala Liga ke kancah Asia. Saat ini, alokasi tiket kompetisi AFC biasanya jatuh ke tangan pemenang liga dan piala domestik standar, seperti yang berlaku di Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Namun, AFC tetap terbuka terhadap struktur kompetisi unik masing-masing asosiasi anggota.

Upaya PSSI menjadi ujung tombak dalam negosiasi ini demi mendapatkan slot representasi Indonesia di tingkat benua. "Kami berharap Piala Liga ini bisa berlanjut dan terobosan baru untuk bisa mendapatkan slot di [kompetisi] AFC. Mudah-mudahan ada satu slot di AFC," harap Ferry. Kompetisi yang dijadwalkan bergulir mulai 3 November mendatang akan melibatkan 38 klub dalam 12 grup berisi tiga tim, dengan Persib Bandung dan Borneo FC mendapat akses langsung ke perempat final.

Analisis Redaksi

Kemunculan kembali Piala Liga Indonesia bukan sekadar nostalgia semata, melainkan instrumen strategis untuk menyeimbangkan ekosim sepak bola domestik. Pembatasan ketat terhadap pemain asing menunjukkan adanya kesadaran struktural bahwa pasar domestik perlu dilindungi agar talenta muda memiliki ruang napas. Ini adalah koreksi logis atas dominasi skuad asing yang sering kali mendominasi lini utama tanpa memberikan rotasi berarti kepada pemain lokal.

Usaha diplomasi menuju slot AFC melalui trofi Piala Liga merupakan langkah ambisius namun masuk akal secara taktis. Dengan memberikan nilai tambah berupa tiket internasional, partisipasi klub dan minat penonton diharapkan meningkat signifikan. Keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada legitimasi yang dibangun oleh PSSI di mata badan konfederasi Asia.

Masyarakat dan pengamat sepak bola perlu memantau apakah regulasi tiga pemain asing ini benar-benar meningkatkan kualitas permainan atau hanya sekadar angka statistik. Jika implementasinya berjalan lancar, kompetisi ini berpotensi menjadi inkubator penting bagi regenerasi timnas Indonesia di masa depan.

Meow! Tanya Nesi!
😸