⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kepolisian Seoul Berikan Smartwatch Darurat untuk Yoo Hae-jin Imbas Protes Film The Assassin(s)

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Kepolisian Seoul Berikan Smartwatch Darurat untuk Yoo Hae-jin Imbas Protes Film The Assassin(s)
BAGIKAN:

Yoo Hae-jin resmi menerima perangkat smartwatch yang terhubung langsung ke sistem tanggap darurat 112 dari Kepolisian Daerah Seongbuk Seoul, menandai eskalasi keamanan menyusul ancaman keselamatan yang intens terkait kontroversi film The Assassin(s). Langkah ini diambil setelah maraknya gelombang protes yang menargetkan aktor tersebut secara personal, memaksa pihak berwenang untuk meningkatkan intensitas patroli di sekitar kediamannya di utara Seoul, meskipun tanpa menempatkan pengawal melekat secara khusus.

Pejabat kepolisian setempat menegaskan bahwa langkah perlindungan diambil karena adanya alasan kuat untuk mengantisipasi potensi bahaya, sesuai laporan Korea Times pada Selasa (6/10). Kepala Kepolisian Metropolitan Seoul, Ko Beom-seok, memastikan jajarannya tidak akan tinggal diam dan bakal mengambil tindakan hukum tegas terhadap segala bentuk ancaman yang ditujukan kepada sang aktor. Pernyataan keras ini merupakan respons langsung terhadap eskalasi tekanan publik yang dirasakan oleh kru dan pemain film.

Tuntutan pengamanan ketat ini dipicu oleh pernyataan terbuka Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young yang mendesak aparat untuk memperketat perlindungan bagi seluruh pemain dan kru. Pusaran masalah ini bermula dari peran Yoo Hae-jin dalam film yang mengulas kembali peristiwa pembunuhan Ibu Negara Yuk Young-su, istri mendiang Presiden Park Chung-hee, pada 1974. Kelompok konservatif menuding film tersebut memanipulasi sejarah dengan mengindikasikan keterlibatan Park dalam kematian istrinya, alih-alih memfokuskan kesalahan pada Moon Se-kwang yang terbukti sebagai pelaku penembakan.

Aksi unjuk rasa dari ormas konservatif sempat memadati area luar kediaman pribadi Yoo Hae-jin, menuntut penarikan film dari bioskop serta permintaan maaf terbuka dari sang aktor dan tim produksi. Gelombang protes senada juga menyasar kantor rumah produksi Hive Media Corp. Eskalasi kritik ini bahkan meluas ke ranah komersial, di mana massa menggelar demonstrasi di depan markas pusat waralaba Burger King di Seoul untuk mendesak pemutusan kerja sama iklan.

Pihak Burger King telah membenarkan pembatalan kontrak iklan berdurasi pendek dengan Yoo, meski menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berdasarkan pertimbangan bisnis dan tidak berkaitan dengan kontroversi film. Situasi ini menciptakan dinamika unik di mana tekanan opini publik konservatif tidak hanya berdampak pada reputasi artis, tetapi juga merambat ke keputusan korporat dan memicu respons hukum yang serius dari negara, mengubah diskusi seniman menjadi isu keamanan nasional.

Analisis Redaksi

Pemberian smartwatch darurat menandai pergeseran paradigma penanganan konflik budaya di Korea Selatan, di mana negara turun tangan secara fisik untuk melindungi individu dari tekanan massa konservatif. Hal ini menunjukkan bahwa polarisasi politik yang terselubung dalam isu sejarah 1974 telah mencapai titik didih yang mengancam ketertiban umum, membuat aparat keamanan tidak bisa lagi bersikap netral secara pasif.

Apa yang perlu diwaspadai adalah potensi efek normalisasi ancaman fisik terhadap publik figur di luar konteks kriminalitas biasa. Ketika ormas konservatif mampu memaksa pembatalan kontrak komersial melalui demonstrasi, ada risiko munculnya preseden di mana tekanan jalanan dianggap sebagai alat negosiasi yang valid bagi kelompok mayoritas atau vokal. Langkah tegas Ko Beom-seok menjadi penghalang penting agar tidak terjadi eskalasi lebih jauh berupa tindak kekerasan fisik terhadap kru film di masa depan.

Secara logis, langkah selanjutnya kemungkinan besar akan melibatkan proses hukum yang ketat terhadap para pembuat ancaman, sementara diskursus publik akan tetap panas hingga film tayang habis atau ditarik. Keterlibatan menteri kebudayaan dalam meminta pengamanan menunjukkan bahwa konflik ini telah melampaui urusan hiburan dan menjadi substansi politik yang harus ditangani oleh negara secara serius.

Meow! Tanya Nesi!
😸