John Herdman Targetkan Timnas Indonesia Tembus Perempat Final di Piala Asia 2027
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Juru taktik Timnas Indonesia, John Herdman, secara terbuka menetapkan target realistis baru untuk skuad Garuda di Piala Asia 2027, yaitu melampaui capaian tertinggi nasional yang pernah tercatat di ajang tersebut. Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa ambisi tim bukan sekadar lolos, melainkan menembus babak perempat final, sebuah lompatan signifikan dari pencapaian sebelumnya.
"Menurut saya untuk Piala Asia, pencapaian realistis adalah berjuang untuk melampaui pencapaian sebelumnya," ungkap Herdman kepada CNN Indonesia TV pada Kamis (8/10). Ia menambahkan bahwa dinamikanya turnamen sepak bola sering kali menghadirkan kejutan. "Dari pengalaman saya selama turnamen, jika kami berjuang, apa saja bisa terjadi," katanya, merujuk pada potensi imprevabilitas kompetisi.
Batas tertinggi Indonesia di panggung Asia telah terukir di Piala Asia 2023 di bawah asuhan Shin Tae Yong, saat timnas berhasil lolos ke babak 16 besar. Dengan target Herdman yang baru, Indonesia dipaksa untuk melangkah lebih jauh lagi. Ini berarti skuad harus mampu menyingkirkan dua lawan setelah fase grup untuk memastikan tempat di empat besar, sebuah rintangan yang menuntut ketahanan mental dan teknis yang sangat tinggi.
Secara matematis, Herdman tidak menampik bahwa tantangan di fase grup akan sangat berat. Tim asuhannya akan berhadapan dengan tiga lawan tangguh di fase penyisihan: Jepang, Qatar, dan Thailand. "Semuanya mungkin dengan skuad saat ini meski sangat sulit," ujar Herdman, meminta para pendukung agar tetap membumi dalam menetapkan ekspektasi terhadap performa anak asuhnya.
Herdiman bahkan mengibaratkan potensi kejutan ini dengan performa Korea Selatan di Piala Dunia 2002, tim yang berhasil mencapai semifinal dan menjadi sorotan dunia. "Kita bisa lihat tim seperti Korea Selatan pada 2002 [lolos ke semifinal Piala Dunia 2002]. Jadi semua bisa terjadi," tegasnya, mengartikulasikan filosofi 'no limits' yang ia bawa ke dalam strategi pembinaan tim nasional.
Analisis Redaksi
Target Herdman merupakan pernyataan strategis yang mengubah narasi publik dari sekadar "ikut serta" menjadi "kompetitif". Namun, secara teknis, tantangan terbesar bukanlah di fase grup, melainkan pada struktur grup itu sendiri. Hadapi Jepang, Qatar, dan Thailand, peluang lolos tanpa kesalahan sedikit. Analisis logis menunjukkan bahwa Herdman sedang membangun mentalitas 'win or win' yang khas dalam gaya kepemimpinannya, di mana tekanan dianggap sebagai mesin, bukan beban.
Apa yang perlu diwaspadai adalah risiko kegagalan ekspektasi jika skuad tidak mampu beradaptasi dengan tekanan grup elite tersebut. Jika Indonesia gagal lolos dari grup, narasi "target realistis" akan berbalik menjadi kritik tajam terhadap manajemen pemain dan taktik. Herdman harus membuktikan bahwa keberaniannya dalam menetapkan target tinggi didukung oleh proses pembinaan yang konsisten, bukan sekadar retorika motivasi di ruang konferensi pers.
Langkah logis selanjutnya adalah bagaimana Herdman mengomunikasikan target ini ke dalam skema permainan harian. Ia perlu memastikan bahwa pemain memahami bahwa menembus 16 besar saja tidak lagi dianggap cukup sebagai target minimum. Penyesuaian taktik, rotasi pemain, dan manajemen beban latihan menjadi kunci untuk merealisasikan "kejutan" yang ia sebutkan di awal wawancaranya.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
