Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Herdman Soroti Ranking FIFA Indonesia Naik ke 116, Anggap Tugas Utama Ciptakan Sejarah

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Herdman Soroti Ranking FIFA Indonesia Naik ke 116, Anggap Tugas Utama Ciptakan Sejarah
BAGIKAN:

Kenaikan peringkat FIFA Indonesia ke posisi 116 dunia pada 6 Oktober menjadi bukti nyata bahwa tim Garuda sedang bergerak maju. Pelatih John Herdman menyambut baik capaian ini, menyebutnya sebagai langkah kecil namun progresif dalam perjalanan panjang sepak bola nasional. Bagi Herdman, misi utama bukan sekadar naik peringkat, melainkan mencetak rekor pertama sebanyak mungkin.

Faktor utama lonjakan posisi ini adalah keberhasilan Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menyingkirkan Thailand. Di sisi lain, dinamika hasil laga internasional lain turut berperan signifikan. Kekalahan Sudan dari Mozambik di Kualifikasi Piala Afrika 2027 dan hasil imbang Kazakhstan melawan Kepulauan Faroe di UEFA Nations League membuka ruang bagi Indonesia untuk melangkahi sejumlah tim.

“Ya, itu sangat bagus. Ini memang langkah kecil, tetapi kita terus bergerak maju sebagai negara sepak bola. Itulah misi kita: terus melangkah ke depan. Saya rasa ini adalah peringkat tertinggi kita dalam lebih dari dua puluh tahun terakhir,” kata Herdman saat mengunjungi kantor CNN Indonesia pada Kamis (8/10).

Menduduki peringkat 116 dunia menandai pencapaian terbaik Timnas Indonesia selama dua dekade terakhir, melewati rekor lama di posisi ke-110. Namun, angka ini masih kalah jauh dari pencapaian historis terbaik Indonesia. Berdasarkan data resmi FIFA, pada 16 September 1998, tim Merah Putih pernah bertengger di posisi ke-76 dunia, sebuah standar yang kini menjadi tantangan realistis untuk ditandingi.

Herdman secara eksplisit menyatakan bahwa para pemain bertanggung jawab untuk menciptakan sejarah. “Saya sudah sampaikan kepada para pemain ini bahwa tugas mereka selama mengenakan seragam Indonesia adalah menciptakan sejarah sebanyak mungkin, mencetak pencapaian-pencapaian pertama sebanyak banyak mungkin, dan mereka telah membuktikannya,” tambah pelatih asal Inggris itu. Tekanan untuk melampaui rekor 1998 kini menjadi tanggung jawab bersama antara manajemen dan skuad.

Analisis Redaksi

Konsistensi Herdman dalam membingkai kenaikan peringkat sebagai fondasi, bukan tujuan akhir, menunjukkan strategi manajemen ekspektasi yang matang. Dengan merujuk pada rekor 1998, ia menggarisbawahi jarak yang masih lebar, sekaligus menjaga motivasi pemain tetap tertuju pada proses, bukan sekadar angka.

Secara praktis, target melampaui ranking 76 dunia membutuhkan kemenangan beruntun dalam laga-laga penting mendatang. Ketergantungan pada hasil tim lain, seperti yang terlihat saat Indonesia naik ke 116, membuat pencapaian ini bersifat rapuh. Indonesia perlu membuktikan kualitas permainan, bukan hanya keberuntungan statistik, untuk menstabilkan posisi di peringkat lebih tinggi.

Langkah selanjutnya menuntut performa konsisten di kompetisi resmi. Jika tim gagal menjaga raihan poin, efek dari kenaikan ini bisa cepat terhapus. Tugas berat Herdman kini adalah mentransformasikan momentum mental dan statistik ini menjadi dominasi teknis di lapangan.

Meow! Tanya Nesi!
😸