Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

DLH Jabar Gencar Cari Lokasi Baru PSEL Usai TPA Sarimukti Tidak Direkomendasikan

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

DLH Jabar Gencar Cari Lokasi Baru PSEL Usai TPA Sarimukti Tidak Direkomendasikan
BAGIKAN:

Langkah pencarian lokasi baru untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jawa Barat kini memasuki tahap kritikal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat harus bergerak cepat menemukan lahan pengganti setelah opsi menggunakan TPA Sarimukti dinyatakan tidak direkomendasikan. Proses ini menjadi prioritas mendesak guna memastikan ketersediaan energi terbarukan dari sampah tetap berjalan sesuai target nasional, meski ada hambatan teknis di lokasi sebelumnya.

Dari segi teknis, penolakan rekomendasi di TPA Sarimukti memaksa DLH Jabar membuka kembali peta kebutuhan lahan yang luas. Tim teknis kini menyisir berbagai kabupaten dan kota untuk memetakan wilayah yang layak secara infrastruktur dan aksesibilitas. Mereka tidak boleh lagi bertumpu pada asumsi bahwa TPA Sarimukti menjadi satu-satunya solusi logistik bagi pasokan sampah harian. Setiap calon lokasi baru harus lolos uji kelayakan ketat sebelum diusulkan ke level kebijakan pusat.

Kendala utama yang memicu pencarian lokasi ini berakar pada kondisi fisik dan kapasitas operasional TPA Sarimukti yang dinilai tidak lagi optimal. Pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah memberikan lampu merah terhadap penggunaan lahan tersebut untuk pembangunan PSEL, menyoroti isu keamanan struktur dan efisiensi pengolahan. Keputusan ini bukan bersifat sementara, melainkan hasil evaluasi mendalam yang mempertimbangkan risiko lingkungan jangka panjang dan kestabilan struktur tanah di area tersebut.

Dampak dari pergeseran lokasi ini tidak hanya sebatas teknis, tetapi juga merambah aspek administratif dan sosial. Warga di sekitar potensi lokasi pengganti kini mulai waspada terhadap rencana industrialisasi pengelolaan sampah. DLH Jabar menghadapi tantangan ganda: harus menyeimbangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur energi dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang aman dan tidak memicu konflik sosial. Transparansi dalam proses seleksi lokasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik yang mulai rentan terhadap proyek-proyek lingkungan kontroversial.

Waktu adalah musuh terbesar dalam proyek ini. Setiap hari tanpa lokasi yang final adalah hari tanpa kepastian pembangunan energi hijau di Jawa Barat. Jika pencarian lahan ini berlarut-larut, target serapan sampah ke dalam proses pembangkit listrik akan meleset secara signifikan. DLH Jabar menyadari bahwa momentum politik dan anggaran untuk PSEL tidak bisa diulang-ulang secara fleksibel. Tekanan untuk menyelesaikan tahap pencarian lokasi sebelum akhir tahun ini menjadi beban kerja terberat bagi tim redaksi teknis di lapangan.

Analisis Redaksi

Kehilangan opsi TPA Sarimukti menandai matinya fase 'jalan pintas' dalam pembangunan PSEL Jawa Barat. Secara strategis, ini memaksa birokrasi DLH Jabar keluar dari zona nyaman dan mencari solusi struktural yang lebih kompleks. Hal ini menandakan bahwa standar kelayakan proyek energi sampah di Indonesia kini sedang dinaikkan tarafnya, tidak lagi sekadar mencari lahan kosong, melainkan mencari lahan yang benar-benar siap menampung beban industri berat.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi munculnya bias politik lokal dalam penunjukan lokasi baru. Jika proses seleksi tidak berjalan independen, proyek ini rawan tersandera oleh kepentingan daerah tertentu yang menolak lokasi PSEL di wilayah mereka. Tanpa mitigasi risiko sosial yang kuat, langkah DLH Jabar ini bisa berujung pada penundaan yang lebih panjang akibat gugatan hukum atau aksi massa.

Secara logis, langkah selanjutnya yang harus diambil bukan hanya pencarian fisik lahan, melainkan pula pemutakhiran peta rute logistik pengangkutan sampah. Lokasi baru harus berada di titik yang efisien untuk menghubungkan seluruh kabupaten penghasil sampah di Jawa Barat. Jika lokasi terpilih justru jauh dari jalur distribusi utama, biaya operasional PSEL akan melonjak dan merugikan skema pembiayaan jangka panjang.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸