Chery Rombak Eksekutif: Jetour Fokus Off-road, Chery Digenjot ke Pasar Global
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Chery Automobile mengeksekusi perombakan signifikan pada struktur kepemimpinan eksekutif mereka, sebuah langkah strategis untuk memperdalam implementasi Globalisasi 3.0. Dalam keputusan yang diumumkan pada Rabu (7/10), perusahaan secara tegas memisahkan fokus: merek Chery dimasukkan ke dalam sistem pasar global yang terintegrasi, sementara Jetour didorong naik kelas untuk menjadi merek off-road yang bersaing secara internasional. Pengaturan ulang ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan respons nyata terhadap kebutuhan operasional yang lebih efisien baik di dalam maupun di luar negeri.
Zhang Guibing, Executive Vice President Chery Automobile, kini memegang kendali penuh atas Grup Bisnis Domestik merek Chery. Posisi ini menjadikannya penanggung jawab langsung atas pusat-pusat kunci perusahaan, termasuk Pusat Desain Global, Pusat SDM Global, Pusat Hukum Global, serta Divisi Ekosistem Suku Cadang Global. Uniknya, ia juga ditugaskan mengawasi perusahaan robotik Anhui Mojia Zhichuang Robot Technology. Sesuai catatan IT Home, Zhang memiliki rekam jejak panjang di pasar luar negeri dan berperan besar dalam membangun sistem bisnis internasional Chery yang mencakup riset, produksi, hingga layanan.
Di sisi lain, Li Xueyong yang juga berstatus Executive Vice President, kini khusus ditugaskan untuk memimpin Divisi Merek Jetour. Fokus utamanya jelas: mendorong Jetour ke segmen premium dan membangun reputasi sebagai merek off-road yang kuat di kancah global. Li juga memegang peranan penting dalam departemen humas korporat dan menjabat sebagai wakil ketua eksekutif Komite Manajemen Pasar dan Pemasaran. Tanggung jawabnya mencakup dukungan pemasaran domestik dan pembangunan citra merek korporat Chery yang konsisten di panggung internasional.
Konteks penting muncul dari evolusi Jetour itu sendiri. Mengutip CarNewsChina, Jetour awalnya dirancang oleh Chery sebagai merek mobil massal bertema touring, yang kini telah populer di kawasan seperti Timur Tengah. Langkah ke segmen mewah sudah dimulai dengan SUV plug-in hybrid G700. Dengan perombakan ini, Chery tampaknya finalisasi strategi kepemilikan dua merek kelas atas: Exeed untuk segmen mewah konvensional, dan Jetour yang kini difokuskan untuk off-road premium.
Implikasi langsung dari perombakan ini terasa di pasar Indonesia. Jetour dipasarkan melalui PT Jetour Sales Indonesia. Pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, merek ini memamerkan empat SUV, yaitu Dashing, X70 Plus, seri T1, dan seri T2, lengkap dengan varian PHEV T2 i-DM yang diluncurkan saat itu. Posisi seri T2 sebagai Rugged Adventure SUV dan T1 sebagai Urban Adventure SUV menunjukkan arah pasar yang sangat spesifik. Chery menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperdalam Globalisasi 3.0 dengan sistem operasional yang lebih ramping dan responsif.
Analisis Redaksi
Perombakan tugas petinggi Chery ini menandai pergeseran dari pendekatan 'semua merek dalam satu topi' menuju spesialisasi fungsional yang tajam. Memisahkan eksekutif untuk merek utama (Chery) dan merek spesialis (Jetour) menunjukkan perusahaan sadar akan perbedaan DNA produk dan pasar masing-masing. Bagi Jetour, fokus ke off-road premium adalah strategi untuk menghindari perang harga di segmen SUV massal yang semakin ketat, apalagi di pasar-pasar berkembang seperti Indonesia.
Apa yang perlu diwaspadai? Integrasi antar pusat global (desain, SDM, hukum, suku cadang) di bawah satu atap di bawah Zhang menunjukkan bahwa Chery ingin memastikan bahwa 'naik kelas' Jetour tidak mengorbankan efisiensi rantai pasok. Jika Jetour benar-benar menjadi pesaing serius di segmen off-road global, dampaknya akan terasa pada ketersediaan suku cadang dan dukungan teknis di pasar-pasar seperti Indonesia. Konsumen menunggu: apakah kualitas layanan dan ekosistem pendukung Jetour akan naik kelas seiring perubahan posisinya di tubuh Chery?
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Bantah Keraguan, Yamaha GEAR ULTIMA Tuntaskan 2.740 Km Ekspedisi Lintas Alam Selebes

Kimi Antonelli Ukir Sejarah F1 2026: Gelar Juara Dunia Termuda di Balik Regimen Latihan Otot Leher 40 Kilogram

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jakarta Mulai 2 November 2026, Ini Persyaratan dan Cara Mengurusnya
