⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Alumni Pesantren Pamekasan Rusak Gerai Indomaret di Palengaan Pakai Alat Berat

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Alumni Pesantren Pamekasan Rusak Gerai Indomaret di Palengaan Pakai Alat Berat
BAGIKAN:

Perlawanan keras terhadap ekspansi ritel modern termanifestasi dalam perusakan fisik sebuah gerai Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Rabu (7/10). Ratusan hingga ribuan alumni pondok pesantren setempat bertindak di luar hukum dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk merobohkan bagian bangunan gerai tersebut.

Kapolres Pamekasan melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat, Ipda Yoni Evan Pratama, membenarkan bahwa aksi massa ini didorong oleh penolakan mendalam terhadap keberadaan minimarket. Menurut keterangan resmi, massa mengklaim telah mendapat penolakan dari sejumlah sesepuh dan kiai pondok pesantren sejak beberapa tahun lalu, yang membuat mereka merasa memiliki legitimasi moral untuk menentang pembangunan tersebut.

Yoni menjelaskan bahwa pihak kepolisian sebenarnya sudah mengetahui adanya pergerakan massa menuju lokasi jauh sebelum insiden terjadi. Namun, upaya persuasi untuk mencegah perusakan bangunan gagal total karena para alumni pesantren mengklaim telah menempuh jalur pemerintahan dan pihak terkait sebelumnya yang dianggap tidak direspons.

"Namun, pembangunan tetap berlanjut sehingga massa akhirnya turun langsung ke lokasi. Namun karena bangunan masih diteruskan, sehingga aksi turun tangan dari para alumni ini akhirnya terjadi," ujar Yoni saat dihubungi CNNIndonesia.com. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ada kekecewaan terpendam yang meledak setelah upaya administratif sebelumnya diniliai gagal menghentikan proses konstruksi.

Aliran ekonomi yang bergantung pada ritel modern di pedesaan Pamekasan kini terganjal konflik sosial. Aksi perusakan dengan alat berat bukan lagi sekadar protes, melainkan penundaan pembangunan yang berisiko tinggi bagi stabilitas hukum di wilayah tersebut. Situasi ini menandai eskalasi yang signifikan dalam sengketa lahan dan ekonomi lokal.

Analisis Redaksi

Pergolakan ini menggarisbawahi friksi struktural antara modernisasi ekonomi dan nilai-nilai tradisional keagamaan yang masih kuat di masyarakat pesantren. Penolakan yang berlangsung "sejak beberapa tahun lalu" menunjukkan bahwa ini bukan sekadar spontanitas, melainkan akumulasi konflik kepentingan yang melibatkan otoritas pesantren.

Langkah hukum dan mediasi kini menjadi jalan keluar satu-satunya untuk meredakan tensi. Jika tidak, insiden di Desa Panaan bisa menjadi preseden bagi kawasan pesantren lainnya untuk menggunakan kekerasan fisik dalam menolak investasi ritel, yang pada akhirnya merugikan iklim investasi dan keamanan publik secara keseluruhan.

Meow! Tanya Nesi!
😸