Supriyono: Timnas Butuh Pelapis Setimpal untuk Thom Haye, Kambuaya Jadi Opsi
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Pengamat sepak bola nasional Supriyono Prima mengingatkan bahwa skuad Timnas Indonesia mendesak membutuhkan sosok pengganti setimpal untuk Thom Haye, mengingat sang gelandang hanya absen sekali saat menjalani hukuman kartu merah dalam perjalanan FIFA ASEAN Cup 2026.
Peran Thom Haye terbukti krusial. Pemain 31 tahun itu nyaris tidak pernah ditinggalkan pelatih kecuali satu kesempatan saat Indonesia menghadapi Bangladesh. Ketiadaan cadangan setara menjadi celah nyata ketika skuad menghadapi beban kerja tinggi di turnamen bergengsi.
Supriyono menilai pelatih John Herdman perlu mengorbitkan pemain dengan karakter kreator serupa. Dalam transisi menyerang, skuad Garuda membutuhkan kapasitas kreatif di lini tengah yang saat ini masih didominasi oleh satu figur utama.
"Kalau berbicara metronom sih memang kita kan selama ini kan hanya punya Thom Haye. Ya otomatis kalau memang waktunya ada ya memang harus mencari opsi lain. Pemain di lini tengah yang memiliki kapasitas kreatif," ujar Supriyono kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (7/10).
Ricky Kambuaya muncul sebagai opsi valid mengingat pengalamannya membela tim nasional. Namun, Supriyono menyoroti Egy Maulana Vikri sebagai alternatif orkestrator serangan. Keunggulannya terletak pada kemampuan menjadi pembeda di momen krusial, meski staminanya untuk 90 menit penuh masih menjadi tanda tanya.
"Ricky Kambuaya itu bagus. Egy juga sebenarnya bagus tapi untuk intensitas pertandingan tinggi kadang-kadang staminanya dalam 90 menit belum bisa kita lihat," katanya. Kehadiran Egy dinilai membawa warna berbeda karena kemampuannya menembus pertahanan lawan secara tajam.
Analisis Redaksi
Ketergantungan Timnas Indonesia pada satu figur sentral seperti Thom Haye merupakan risiko strategis yang nyata. Jika pemain kunci tersebut cedera atau terkena akumulasi kartu, performa kolektif tim berpotensi anjlok drastis karena minimnya pelapis dengan profil teknis yang setara.
Pilihan antara Ricky Kambuaya dan Egy Maulana Vikri menyiratkan dilema taktis. Kambuaya menawarkan stabilitas posisi dan jam terbang internasional yang memadai, sementara Egy menawarkan potensi ledakan kreatif namun dengan batasan konsistensi fisik. Keputusan John Herdman nanti akan menentukan apakah Indonesia mengutamakan keamanan struktur atau keberanian dalam variasi serangan.
Dalam jangka pendek, pelatih perlu menyeimbangkan menit bermain para pemain kreatif untuk menjaga fresness skuad. Mengingat jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 yang padat, rotasi cerdas di lini tengah menjadi kunci agar tidak terjadi kelelahan berlebihan yang merugikan performa final.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
