Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kapolrestabes Surabaya: Ledakan Ruko Pakuwon Disebabkan Kebocoran Tiga Tabung LPG 50 Kg

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kapolrestabes Surabaya: Ledakan Ruko Pakuwon Disebabkan Kebocoran Tiga Tabung LPG 50 Kg
BAGIKAN:

Kombes Luthfie Sulistiawan, Kapolrestabes Surabaya, menegaskan bahwa sumber ledakan dahsyat di Kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya pada Selasa (6/10) pagi berasal dari tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang mengalami kebocoran pada bagian pipa. Insiden ini menyebabkan kerusakan total pada depot milik Nasi Tempong Sri Dewi dan menjalar ke puluhan bangunan di sekitarnya, melukai lima orang serta menghancurkan minimal 58 bangunan yang terdiri dari 42 ruko dan 16 rumah warga.

Luthfie menjelaskan kronologi kejadian terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika koki di lokasi tengah memasak dan mencium bau gas. Dalam sekejap, ledakan pun terjadi. "Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," kata Luthfie. Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan ruko depot tersebut luluh lantak, tidak hanya toko tetangga yang hancur, tetapi juga tiga kendaraan roda dua dan lima kendaraan roda empat dilaporkan rusak parah.

Merespons dampak kerusakan yang signifikan tersebut, manajemen Nasi Tempong Sri Dewi akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram @ntsridewi pada Rabu (7/10). Mereka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dari lubuk hati yang paling dalam kepada publik, khususnya warga di sekitar lokasi yang terkena getaran ledakan. "Kami memahami bahwa kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran, kerugian, serta ketidaknyamanan bagi banyak pihak, khususnya para tetangga dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Doa dan perhatian kami tujukan kepada seluruh pihak yang terdampak," tulis manajemen dalam keterangan tersebut.

Sebagai bentuk tindak lanjut dan tanggung jawab, pihak pengelola kini tengah melakukan komunikasi intensif dengan semua pihak yang terlibat maupun terdampak untuk mencari titik terang dan penyelesaian masalah. Manajemen menaruh harapan besar agar pemulihan di area kejadian dapat berjalan lancar sehingga kondisi sekitar bisa kembali aman, tenang, dan kondusif. Mereka berharap insiden yang merusak puluhan properti ini dapat terselesaikan dengan baik dan secepat mungkin.

Kelalaian prosedur keselamatan kerja dalam penggunaan gas industri skala besar di area komersial seperti ruko menjadi perhatian serius. Fakta bahwa kebocoran sudah tercium sebelum ledakan terjadi menunjukkan adanya potensi hilangnya waktu kritis untuk evakuasi atau pemadaman sumber api, sebuah celah fatal yang berujung pada kerugian material dan trauma psikologis bagi puluhan penghuni dan pedagang di kawasan Mulyorejo, Surabaya.

Analisis Redaksi

Kejadian ini menggarisbawahi rentannya standar keselamatan operasional (SOP) di sektor kuliner yang menggunakan gas tekanan tinggi. Keberadaan tiga tabung 50 kilogram dalam satu titik depot di ruko sempit merupakan risiko laten yang tinggi. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah kebocoran disebabkan oleh kerusakan instalasi, kualitas tabung yang sudah melewati masa pakai, atau kelalaian manusia dalam pemasangan, mengingat indikasi bau gas sebelumnya cukup jelas namun tidak mencegah ledakan.

Dampak hukum dan ekonomi dari insiden ini tidak hanya berhenti pada permintaan maaf moral, tetapi juga akan melibatkan klaim ganti rugi yang kompleks. Dengan melibatkan 42 ruko dan 16 rumah warga, proses negosiasi dan pertanggung jawaban finansial akan menjadi ujian bagi kredibilitas manajemen. Selain itu, insiden ini semestinya menjadi alarm bagi dinas terkait dan pengelola kawasan ruko di Surabaya untuk memperketat audit keamanan fire safety dan penggunaan gas LPG, guna mencegah bencana serupa yang berpotensi menyebabkan korban jiwa di wilayah padat hunian dan usaha.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸