Emas Antam Tembus Rp2,58 Juta per Gram, Buyback Naik Jadi Rp2,391 Juta

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Sumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Emas Antam Tembus Rp2,58 Juta per Gram, Buyback Naik Jadi Rp2,391 Juta
BAGIKAN:

Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat signifikan pada perdagangan Rabu (7/10), dengan harga dasar ukuran 1 gram kini menyentuh level Rp2,580 juta per gram. Penguatan ini tercatat sebesar Rp10 ribu dibandingkan posisi sehari sebelumnya, Selasa (6/10), yang berada di level Rp2,570 juta per gram. Kenaikan harga jual ini langsung memengaruhi persepsi pasar yang biasanya memantau pergerakan Logam Mulia Antam secara ketat.

Berdasarkan situs resmi Logam Mulia Antam, tren positif ini tidak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga pada harga pembelian kembali atau buyback. Harga buyback hari ini naik Rp15 ribu, menjadi Rp2.391 juta per gram, dari sebelumnya yang berada di level Rp2.376 juta per gram. Pergerakan ini membuat jarak atau selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini berada di kisaran Rp189 ribu per gram, sebuah angka yang tetap menjadi perhatian bagi investor yang melakukan transaksi dua arah.

Pergerakan harga emas dalam negeri ini sejalan dengan penguatan harga dari merek produsen lainnya yang dipantau melalui berbagai platform daring. Menurut situs HRTA Gold, harga emas BSI Gold ukuran 1 gram hari ini berada di level Rp2,449 juta, dengan harga buyback dipatok di angka Rp2,320 juta. Di sisi lain, berdasarkan data dari Galeri24, harga emas Galeri24 dijual seharga Rp2,510 juta per gram, sementara emas UBS dibanderol lebih tinggi, yaitu Rp2,534 juta per gram. Variasi harga antarpenjual ini menunjukkan adanya perbedaan penetapan harga di tingkat ritel.

Untuk transaksi dalam jumlah besar, Antam menetapkan harga secara terpisah yang belum termasuk pajak. Berdasarkan daftar lengkap harga emas Rabu, 7 Oktober, harga emas Antam untuk ukuran 500 gram berada di kisaran Rp1,188,5 juta hingga Rp1,154,75 juta, tergantung pada jenis transaksi jual atau beli. Sementara itu, untuk ukuran 1.000 gram, harganya berkisar antara Rp2,377 juta hingga Rp2,309,5 juta. Angka-angka ini menegaskan bahwa skala pembelian memiliki pengaruh langsung terhadap efisiensi harga per gram yang didapat oleh pembeli.

Kenaikan harga emas secara konsisten dalam sepekan terakhir menjadi sinyal pergerakan pasar logam mulia yang perlu diwaspadai oleh para investor ritel. Bagi masyarakat yang baru memulai investasi, tren kenaikan ini bisa menjadi momentum untuk evaluasi portofolio, mengingat biaya selisih harga jual dan buyback yang cukup signifikan. Sebaliknya, bagi yang telah memiliki aset, penguatan harga ini memberikan nilai tambah terhadap kekayaan bersih tanpa perlu melakukan penjualan, selagi fluktuasi harga global masih dalam tren stabil.

Analisis Redaksi

Tren penguatan harga emas Antam yang menembus level Rp2,58 juta per gram ini mengindikasikan bahwa permintaan domestik tetap kuat di tengah ketidakpastian pasar global. Selisih harga jual dan buyback sebesar Rp189 ribu per gram adalah biaya transaksi yang cukup besar, sehingga investor harus memperhitungkan faktor ini sebelum melakukan put-put (tutup) posisi. Jika tren kenaikan berlanjut, biaya inflasi atas aset ini akan semakin tinggi, yang dapat mengurangi margin keuntungan bagi investor jangka pendek.

Di sisi lain, konsistensi kenaikan harga antarberbagai merek seperti BSI Gold, Galeri24, dan UBS menunjukkan bahwa pergerakan ini bukan lagi fenomena lokal, melainkan cerminan dari harga spot emas global yang sedang dalam fase uptrend. Investor harus waspada terhadap potensi koreksi sementara jika harga global mengalami stagnasi. Secara logis, langkah strategis berikutnya adalah memantau arah suku bunga acuan negara-negara maju, karena kebijakan moneter yang ketat cenderung menekan harga emas di masa depan, meskipun daya tarik sebagai aset lindung nilai tetap ada.

Meow! Tanya Nesi!
😸