Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Borneo FC Curi Poin Berharga dari Buriram United di ACC Lewat Skor Imbang 0-0

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Borneo FC Curi Poin Berharga dari Buriram United di ACC Lewat Skor Imbang 0-0
BAGIKAN:

Borneo FC keluar dari Stadion Chang Arena dengan satu poin berharga, usai menahan imbang tuan rumah Buriram United dengan skor 0-0 dalam laga ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027, Rabu (7/10). Pertandingan berlangsung sengit dengan dominasi penguasaan bola oleh Buriram, namun lini belakang Pesut Etam bermain disiplin dan menutup celah serangan hingga peluit panjang dibunyikan.

Sejak sepak mula, tim tuan rumah Buriram mengambil inisiatif penuh untuk menguasai jalannya permainan. Mereka tidak memberi ruang sedikit pun kepada tim tamu. Strategi Borneo pun jelas: bertahan dalam dan menunggu momen. Setelah sepuluh menit pertama, pertahanan Borneo benar-benar terkurung, namun tidak ada kepanikan yang terlihat. Pemain bertahan tetap menjaga kedalaman formasi dengan rapi.

Performa duet bek tengah Christian Mhateus dan Iago Mendonca menjadi kunci utama ketangguhan lini pertahanan Borneo. Terutama Mendonca, yang tampil tenang, dingin, dan klinis dalam membaca pergerakan bola. Lini depan Buriram dibuat kelabakan setiap kali mencoba menembus kotak penalti. Akibat tekanan terus-menerus, Borneo hanya mengandalkan serangan balik, meski upaya tersebut kerap dipatahkan dengan mudah oleh pemain lawan sebelum menjadi ancaman nyata.

Memasuki babak kedua, situasi berubah. Borneo tampil lebih berani dan bertenaga dalam setiap transisi menyerang. Tim asuhan Mauro Jeronimo mulai mampu menciptakan peluang gol yang mengancam. Namun, konsentrasi tinggi dan disiplin pemain dalam bertahan membuat Buriram kesulitan. Hingga menit ke-70, Borneo telah menciptakan setidaknya tiga peluang, sementara Buriram yang bermain lebih individual justru mudah dipatahkan. Mario Silva, pelatih Buriram, melakukan tiga pergantian pemain untuk memecah kebuntuan, dan penguasaan bola mulai terbagi lebih merata.

Drama terjadi di menit-menit akhir saat konsentrasi Borneo diuji. Intensitas serangan Buriram meningkat drastis di sepuluh menit terakhir, dengan serangkaian sepak pojok yang mengancam. Pada menit ke-89, Buriram harus bermain dengan 10 pemain setelah Narubadin Weerawatnodom menerima kartu kuning kedua. Meski unggul jumlah, Borneo mampu bertahan hingga akhir. Skor 0-0 bertahan, memastikan Borneo membawa pulang hasil seri yang penting dalam perjalanan mereka di ACL.

Analisis Redaksi

Kemampuan Borneo FC untuk menerapkan strategi defensif yang solid di kandang lawan yang kuat menjadi sinyal positif bagi persaingan di ASEAN Club Championship. Ketangguhan duet bek tengah menunjukkan bahwa tim ini memiliki fondasi bertahan yang bisa diandalkan dalam laga-laga krusial. Namun, minimnya kualitas penyelesaian akhir dalam serangan balik tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh staf pelatih.

Bagi Buriram United, kegagalan memaksimalkan dominasi penguasaan bola menjadi catatan penting. Ketergantungan pada serangan individual dan kurangnya variasi saat menghadapi tumpukan pertahanan lawan membuat mereka kesulitan. Kartu merah di penghujung laga memang mempersempit opsi mereka, tetapi ketangguhan Borneo dalam bertahan sudah terbukti bahkan sebelum pemain tersebut keluar.

Laporan ini mengutip data susunan pemain dari daftar resmi pertandingan. Untuk konteks lebih luas mengenai perkembangan sepak bola klub di kawasan Asia Tenggara, pembaca dapat mengikuti berita terbaru Liga Champions Asia. Langkah selanjutnya bagi Borneo adalah mengevaluasi efektivitas transisi serangan saat berada di bawah tekanan, demi hasil yang lebih baik di leg berikutnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸