Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Argentina Hentikan Laga vs Benin di Menit ke-10 untuk Perpisahan Messi

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Argentina Hentikan Laga vs Benin di Menit ke-10 untuk Perpisahan Messi
BAGIKAN:

Penghormatan massal untuk Lionel Messi menjadi pusat perhatian ketika pertandingan antara Argentina dan Benin dihentikan sementara pada menit ke-10 di Stadion Monumental. Jeda satu menit ini dirancang khusus oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) untuk memberikan perpisahan kepada sang kapten timnas sebelum ia sepenuhnya meninggalkan lapangan internasional.

Momen tersebut terjadi di tengah ketegangan emosional yang jelas terasa. Saat lagu kebangsaan Argentina dikumandangkan, Messi terlihat menangis, sedangkan pelatih Lionel Scaloni pun tidak sanggup menyembunyikan emosi dengan raut wajah berkaca-kaca. Suasana Stadion Monumental berubah hening sesaat, disusul oleh tepuk tangan gemuruh dari para penonton yang hadir sebagai bentuk apresiasi terakhir mereka bagi idolanya.

Proses ini merupakan bagian dari tiga pertandingan FIFA Matchday pada jeda internasional September-Oktober. Messi hanya turun di laga terakhir ini setelah absen di pertandingan sebelumnya melawan Bolivia dan Burkina Faso. Keputusannya untuk berhenti bermain secara resmi diumumkan pada akhir Agustus, tak lama setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dalam final Piala Dunia 2026 yang membuat mereka gagal mempertahankan gelar juara.

Secara teknis, pertandingan berjalan cukup sepi dari sisi skoring dalam sepuluh menit pertama. Messi sempat menciptakan peluang emas pada menit ketujuh, namun tendangannya masih bisa digagalkan oleh kiper Benin, Marcel Dandjinou. Setelah jeda penghormatan, kembang api dinyalakan dan penonton mulai bernyanyi yel-yel khas, "Ole, ole, ole, ole ole, Messi, Messi", yang menggema di seluruh arena.

Dampak dari perpisahan ini terasa signifikan bagi struktur timnas Argentina. AFA memanfaatkan momen ini untuk menutup era dominasi seorang pemain yang telah menjadi ikon sepak bola dunia. Tanpa figur sentral seperti Messi, La Albiceleste harus segera beradaptasi dengan dinamika baru di lapangan, di mana tanggung jawab mencetak gol dan memimpin tim kini akan tersebar ke pemain-pemain muda yang mulai naik daun. Transisi ini menuntut kesiapan mental dan taktis yang berbeda dari era di mana Messi masih menjadi tumpuan utama.

Analisis Redaksi

Peristiwa penghentian pertandingan secara tidak resmi ini menandai fase transisi kritis dalam sejarah sepak bola Argentina. Dengan mundurnya Messi dari panggung internasional, fokus federasi akan bergeser sepenuhnya ke pengembangan talenta muda tanpa adanya topeng atau proteksi figur karismatik tersebut. Hal ini memaksa evaluasi menyeluruh terhadap komposisi skuad untuk menghadapi turnamen-turnamen besar di masa depan.

Perlu diwaspadai potensi fluktuasi performa timnas dalam jangka pendek. Kehilangan referensi bermain tertinggi biasanya berdampak pada efisiensi serangan dan disiplin bertahan, terutama saat menghadapi lawan yang agresif. Manajemen pelatih, di bawah kendali Lionel Scaloni, harus cepat merumuskan strategi baru yang tidak lagi bergantung pada insting individual satu pemain, melainkan pada sistem kolektif yang lebih fleksibel dan dalam. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi fondasi permainan Argentina pasca-Messi.

Secara jangka panjang, ini juga akan mengubah narasi media dan harapan publik. Tekanan terhadap pemain pengganti sebagai "pengganti Messi" akan sangat besar dan berpotensi membengkak jika hasil tidak sesuai ekspektasi. Langkah logis berikutnya adalah mempercepat regenerasi pemain di posisi-posisi kunci serangan dan memastikan bahwa identitas tim tidak terikat pada satu nama besar, melainkan pada prinsip bermain yang berkelanjutan dan adaptif.

Meow! Tanya Nesi!
😸