Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Airlangga Akui Vietnam Lampaui Indonesia di Industri Tier 3 dan Kepastian Hukum Investor

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Airlangga Akui Vietnam Lampaui Indonesia di Industri Tier 3 dan Kepastian Hukum Investor
BAGIKAN:

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan alasan ekonomi Vietnam melampaui Indonesia, terutama melalui lompatan struktur industri ke level teknologi tinggi dan agresivitas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang jauh lebih masif. Airlangga menegaskan dalam acara BIG Downstream Insights 2026 di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Selasa (6/10), bahwa Indonesia masih tertinggal karena fokus pada agrowisata dan manufaktur dasar, sementara Vietnam sudah melangkah ke industri tier 3 yang mencakup

Keunggulan Vietnam tidak hanya terletak pada struktur industri, tetapi juga pada keberanian dalam memberikan kepastian hukum bagi investor asing. Airlangga mencatat bahwa luas lahan KEK di Indonesia sekitar 24 ribu hektar, jauh lebih kecil dibandingkan Vietnam yang mengelola 2 juta hektar. "Bayangkan Indonesia punya Special Economic Zone itu kira-kira 24 ribu hektar. Vietnam punya Special Economic Zone 2 juta hektar. Jadi dia lebih masif dari kita, lebih berani, dan sebetulnya dari segi kepastian usaha, mereka juga memberikan pelayanan yang baik kepada para investor," terangnya.

Di sisi pasar internasional, Vietnam lebih proaktif dalam mengamankan akses melalui perjanjian dagang yang menguntungkan. Negara tersebut tercatat lebih dulu mengesahkan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa dibandingkan Indonesia. Selain itu, Vietnam juga memiliki kesepakatan perlakuan tarif dan non-tarif yang lebih menguntungkan dengan Pemerintah Amerika Serikat, memungkinkan produk ekspor mereka masuk ke pasar negara maju dengan biaya lebih murah dan cepat. Strategi ini menjadi salah satu pendorong utama melesatnya kinerja ekspor Vietnam.

Terlepas dari keunggulan ekspor, Airlangga mencatat keterbatasan Vietnam dalam kekuatan pasar domestik. Karena tidak memiliki pasar dalam negeri sebesar Indonesia, seluruh investasi yang masuk ke Vietnam dipaksa berorientasi penuh pada ekspor. Menjelang akhir 2026, data Reuters menunjukkan pertumbuhan ekonomi Vietnam kuartal III meningkat dibandingkan 8,81 persen di kuartal sebelumnya, didorong oleh ekspor kuat dan investasi infrastruktur. Namun, negara ini menghadapi defisit perdagangan tertinggi dalam sembilan bulan pertama tahun ini akibat kenaikan biaya impor akibat konflik Iran, yang membayangi pertumbuhan ekonominya yang ditargetkan di atas 10 persen.

Analisis Redaksi

Pernyataan Airlangga menunjukkan pengakuan resmi bahwa Indonesia sedang kehilangan momentum dalam transformasi struktural ekonomi. Gap antara 24 ribu hektar KEK di Indonesia dan 2 juta hektar di Vietnam bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kebijakan yang berani vs. kebijakan yang hati-hati. Ketika investor mencari kepastian hukum dan akses pasar global, Vietnam berhasil menawarkan paket lengkap yang sulit ditandingi saat ini.

Risiko bagi Indonesia adalah ketergantungan pada produk komoditas hilir dengan nilai tambah rendah sementara pesaing tetangga sudah merajai rantai nilai tinggi di teknologi dan manufaktur presisi. Jika pemerintah tidak segera mempercepat implementasi KEK dan merunding ulang akses pasar global, gap pertumbuhan 5 persen vs 9-10 persen akan semakin melebar secara struktural.

Yang perlu diwaspadai adalah tekanan balik dari defisit Vietnam. Ketergantungan total pada ekspor membuat ekonomi mereka rapuh terhadap guncangan eksternal seperti konflik Iran yang menaikkan biaya impor. Ini bisa menjadi titik balik jika Vietnam kesulitan menyerap input produksi, sementara Indonesia bisa memanfaatkan pasar domestik yang lebih besar sebagai bantalan, asalkan produktivitasnya terus naik.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ