Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kim Sang Sik Serahkan Tanggung Jawab atas Posisi 4 Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Kim Sang Sik Serahkan Tanggung Jawab atas Posisi 4 Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026
BAGIKAN:

Kegagalan timnas Vietnam finis di peringkat keempat FIFA ASEAN Cup 2026 sepenuhnya diatribusikan oleh pelatih kepala Kim Sang Sik sebagai tanggung jawab pribadinya. Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengambil sikap tegas pasca laga krusial yang mempertemukan skuad Golden Star Warriors dengan Malaysia. Langkah mundur ini terjadi dalam turnamen debut mereka di bawah naungan FIFA kawasan Asia Tenggara tersebut.

Prestasi gemilang Vietnam sebagai juara bertahan Piala AFF 2026 tergerus habis dalam ajang kali ini. Mereka tidak hanya gagal menembus partai final karena kalah persaingan dari Thailand, tetapi juga tumbang di perebutan peringkat ketiga. Kekalahan tipis 0-1 dari Malaysia pada Senin (5/10) menjadi palu penghabisan bagi ambisi mereka. Patrik Le Giang dan rekan-rekannya terlihat kehilangan ritme permainan yang dulu membuat mereka dominan di Asia Tenggara.

Performa di lapangan menunjukkan penurunan yang signifikan jika dibandingkan saat mereka menyabet gelar tertinggi di Piala AFF 2026. Selama turnamen ini, skuad asuhan Kim hanya mampu mencatatkan dua kemenangan. Tiga poin pertama diraih lewat kemenangan tipis 1-0 atas Filipina. Selanjutnya, mereka harus membalikkan keadaan secara dramatis untuk mengandaskan Pakistan dengan skor 4-2 setelah sempat tertinggal 0-1 di babak pertama.

"Turnamen ini adalah turnamen pertama bagi kami, dan kami finis di peringkat keempat. Atas hasil ini, sungguh sangat disayangkan dan mengecewakan bagi kami," ungkap Kim Sang Sik dengan nada berat seusai peluit panjang. Penyesalan tersebut tidak hanya berputar pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang dianggap belum maksimal. Ia menyadari bahwa standar ekspektasi publik Vietnam telah berubah setelah sukses di Piala AFF, sehingga kegagalan di panggung FIFA ini terasa lebih menyakitkan.

Kesadaran akan kekecewaan suporter menjadi penggerak utama pernyataan Kim yang tegas dan personal. "Tentu penggemar kecewa dengan hasil ini. Dalam hal ini, segala tanggung jawab sepenuhnya adalah kesalahan saya selaku pelatih kepala, dan saya yang memikul tanggung jawab tersebut," ujarnya. Penegasan ini menutup celah bagi para pemain untuk lepas dari kritik. Sebagai pelatih yang sebelumnya telah membuktikan rekam jejaknya, Kim memilih menanggung beban ini agar fokus tim tetap terjaga dan tidak fragmentasi. Ia menjanjikan transisi cepat menuju persiapan Piala Asia 2027 dengan strategi pembinaan yang lebih ketat dan terukur.

Analisis Redaksi

Langkah Kim Sang Sik mengambil tanggung jawab tunggal adalah manuver strategis untuk menjaga moral tim. Dalam budaya sepak bola Asia, pelatih sering kali menjadi target pertama kritik ketika hasil tidak sesuai ekspektasi. Dengan menyerap tekanan itu, ia menciptakan ruang bagi para pemain untuk evaluasi diri tanpa beban psikologis yang berlebihan. Namun, pertanyaan tetap muncul: apakah metode kepelatihan yang membawa mereka juara di Piala AFF 2026 sudah tidak lagi relevan, ataukah standar FIFA yang lebih tinggi di ASEAN Cup menuntut perubahan fundamental dalam persiapan fisik dan taktis?

Posisi keempat bukanlah kejutan total bagi pengamat, mengingat Vietnam harus berhadapan dengan persaingan yang semakin ketat di kawasan. Thailand yang finis di atas mereka serta ketangguhan Malaysia menunjukkan peta kekuatan ASEAN yang bergeser. Bagi Vietnam, keberhasilan di Piala AFF saja tidak cukup untuk menjamin supremasi di bawah struktur FIFA. Turnamen ini menjadi uji kelayakan bahwa gelar juara regional belum sepenuhnya menjamin kesiapan untuk level kompetisi yang dikelola badan sepak bola dunia. Fokus ke depan kini tertuju pada Piala Asia 2027. Jika tim tidak dapat memperbaiki efisiensi konversi peluang di laga yang lebih berat, kegagalan kali ini akan mengulangi pola di mana potensi terbesar Vietnam sering kali gagal berbuah hasil di final atau perebutan peringkat.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ