Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Portugal Sapu Bersih Grup 4, Kalahkan Norwegia 2-1 Lewat Gol Indah Ajer dan Ramos

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Portugal Sapu Bersih Grup 4, Kalahkan Norwegia 2-1 Lewat Gol Indah Ajer dan Ramos
BAGIKAN:

Portugal memastikan tempat di perempat final UEFA Nations League setelah membungkam Norwegia 2-1 di Stadion Dragao pada Senin (5/10) dini hari WIB. Laga Grup 4 ini berubah menjadi kontestasi teknik dan kreativitas tinggi, di mana Portugal membuktikan dominasi mereka dengan koleksi empat kemenangan beruntun. Gol yang dicetak Joao Cancelo dan Goncalo Ramos membalikkan ketertinggalan setelah Kristoffer Ajer unggul lebih dulu. Kemenangan ini mengunci jalur tim asal Eropa Selatan tersebut menuju babak berikutnya tanpa cela dalam fase grup.

Momen krusial pertama terjadi pada menit ke-36 saat Norwegia memimpin lewat gol spektakuler Ajer. Berawal dari umpan lambung tendangan bebas Martin Odegaard, Ajer mengontrol bola dengan dada di luar kotak penalti. Dengan kaki kanan, ia melepaskan tembakan menggunakan punggung telapak kaki sisi kanan. Bola melengkung tajam ke pojok kiri atas gawang Portugal tanpa mampu dijangkau kiper Diogo Costa. Gol ini menguji mentalitas tuan rumah yang harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan di tengah laga.

Respons Portugal datang dua menit kemudian. Pada menit ke-38, Joao Cancelo menyamarkan skor menjadi 1-1 dengan penyelesaian akrobatik dari jarak jauh. Ia memanfaatkan umpan lemparan ke dalam Nuno Mendes dari sisi kiri yang meluncur tepat ke depan kotak penalti. Tanpa antrean pemain bertahan Norwegia, Cancelo langsung menyambar bola tersebut dengan tembakan kaki kanan. Momentum kembali ke tangan tim asuhan Roberto Martinez setelah gol penyeimbang ini hadir di penghujung babak pertama.

Skor berubah pada menit ke-79 berkat eksekusi dingin Goncalo Ramos. Ia berhasil mengkonversi assist yang diberikan Joao Felix menjadi gol kemenangan bagi Selecao das Quinas. Tekanan Portugal di babak kedua mulai terbayarkan saat Norwegia kehilangan konsentrasi. Situasi semakin rumit bagi tamu setelah Francisco Conceicao mendapat kartu kuning kedua dan harus покиkan lapangan pada menit ke-86. Meskipun bermain dengan 10 pemain, Norwegia gagal menambah pundi-pundi gol di sisa waktu pertandingan.

Kemenangan 2-1 ini bukan sekadar tiga poin, melainkan validasi atas sapu bersih yang dilakukan Portugal di empat laga grup. Lini tengah dan depan mereka menunjukkan efisiensi klinis dalam mengubah peluang menjadi gol, sementara pertahanan berhasil menjaga kokoh meski menghadapi serangan balik Norwegia. Perjalanan ke perempat final kini terbuka lebar, memberikan modal kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi lawan yang lebih tangguh di babak berikutnya dalam turnamen tersebut.

Analisis Redaksi

Kemampuan Portugal membalikkan keadaan dari ketertinggalan menunjukkan kedalaman mentalitas juara yang dimiliki skuad ini. Fakta bahwa mereka mampu mencetak gol penyeimbang hanya dua menit setelah kebobolan mengindikasikan kekompakan antar lini yang sudah matang. Gol dari tembakan jarak jauh dan umpan silang menjadi resep utama dalam fase ini, menunjukkan variasi serangan yang sulit ditebak lawan.

Sebaliknya, kartu merah Conceicao menjadi faktor pengubah (game changer) yang cukup besar. Bermain 10 orang membuat Norwegia kehilangan keseimbangan formasi di paruh akhir laga. Namun, Portugal tetap bermain dengan disiplin taktik, tidak menyerang sembarangan, dan memanfaatkan ruang kosong yang lebar. Ini mengisyaratkan bahwa mereka memiliki kontrol permainan yang superior, bukan sekadar mengandalkan keberuntungan di menit-menit akhir.

Menatap perempat final, tantangan akan meningkat signifikan. Portugal harus waspada terhadap tim-tim Eropa lain yang sama-sama kuat. Fokus harus diarahkan pada konsistensi di lini pertahanan, mengingat mereka berhasil mencetak gol dari situasi set-piece lawan. Manajemen kebugaran pemain juga krusial, terutama mengingat intensitas kompetisi yang tinggi menjelang Piala Dunia berikutnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸