Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kopilot Flydubai Akui Rencana Tabrakan Pesawat ke Tel Aviv, Klaim Tidak Diatur Terorisme

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kopilot Flydubai Akui Rencana Tabrakan Pesawat ke Tel Aviv, Klaim Tidak Diatur Terorisme
BAGIKAN:

Kopilot Flydubai, Hamam Al Hammami, secara eksplisit menyatakan kepada petugas interogasi bahwa 'impian'-nya adalah menabrakkan pesawat ke gedung-gedung pencakar langit di Tel Aviv, Israel, saat insiden hampir penculikan terjadi pada 30 September lalu. Pengakuan ini terungkap melalui sumber Israel yang dikutip The Jerusalem Post, di mana Al Hammami mengaku telah merencanakan operasi tersebut bahkan sebelum diterima bekerja oleh maskapai mana pun.

Sang pilot asal Oman tersebut menjelaskan bahwa ia mempelajari maskapai mana saja yang beroperasi ke Tel Aviv sehingga memilih Flydubai. Dalam beberapa bulan terakhir, Al Hammami sering mengunjungi Bandara Ben Gurion dalam kapasitas sebagai pilot. Kunjungan terakhirnya terjadi pada bulan Juli, di mana ia mengumpulkan informasi intelijen dan mulai mempersiapkan serangan, sebuah fase persiapan yang menunjukkan tingkat perencanaan yang rinci dan obsesif.

Modus operandi yang diungkap oleh intelijen Israel, seperti dikutip Corriere Della Sera, mencakup rencana membunuh pilot senior, Smit Machchhar, secara diametis sebelum melarikan diri dari kendali. Pada Juli, Al Hammami sempat berniat mengeksekusi rencana itu, namun dilanda krisis nurani karena kedekatan dengan salah satu kru, sehingga ia menunda aksi hingga akhir September. Rencana yang sempat tertunda ini dieksekusi dengan menyerang Machchhar menggunakan kapak darurat, kemudian memanipulasi tuas kendali dan mematikan mesin untuk menjatuhkan pesawat.

Al Hammami sebelumnya bekerja untuk Oman Air sebelum dipecat karena pandangan ekstremisnya. Financial Times melaporkan bahwa selama berada di Australia, ia diduga mengunjungi masjid-masjid radikal dan situs web ekstremis, memicu penyelidikan otoritas Canberra atas potensi radikalisasinya. Pihak berwenang Israel berasumsi Al Hammami bertindak seorang diri atas inisiatif sendiri, tanpa perintah dari kelompok teror mana pun, sebuah asumsi yang diperkuat oleh kecepatan operasi yang tidak memungkinkan campur tangan jet tempur Israel secara signifikan.

Meskipun pesawat berhasil dihentikan oleh Machchhar dengan bantuan penumpang dan mendarat darurat dengan selamat di Arab Saudi, konsekuensi diplomatik dan keamanan kini meluas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan peninjauan keamanan penerbangan internasional secara menyeluruh menyusul insiden ini. Penangkapan Al Hammami kini berfokus pada dugaan terorisme, sementara insiden pada penerbangan FZ1073 yang membawa 174 penumpang dari Dubai ke Tel Aviv menjadi fokus investigasi lintas negara.

Analisis Redaksi

Pengakuan Al Hammami tentang motif 'impian' personal dan absennya afiliasi teritorial menunjukkan bentuk ancaman keamanan aviasi baru yang lebih sulit dideteksi. Berbeda dengan serangan yang terkoordinasi oleh organisasi, akselasi tunggal oleh individu dengan akses operasional memberikan celah keamanan yang kritis. Fakta bahwa ia berhasil mendekati dan mulai mempersiapkan serangan pada Juli, hanya dibatalkan karena faktor emosional/krisis nurani, mengindikasikan kerentanan sistemik dalam skrining personel kru internasional yang berulang kali memasuki wilayah udara sensitif tanpa pengawasan memadai.

Langkah Netanyahu untuk meninjau keamanan penerbangan internasional secara menyeluruh adalah respons logis, namun implementasinya akan menghadapi tantangan teknis dan diplomasi terkait data penumpang kru. Investigasi paralel oleh Australia dan Israel kini menjadi kunci untuk memutus rantai radikalisasi. Publik dan regulator penerbangan perlu mewaspadai bahwa ancaman tidak lagi hanya datang dari kelompok eksternal, melainkan dari 'insider' yang memanfaatkan akses legal untuk tujuan destruktif.

Meow! Tanya Nesi!
😸