Romeny Latihan Terpisah Pakai Karet, Timnas Indonesia Siap Tembak Thailand
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ole Romeny menjalani sesi latihan terpisah di Stadion PTIK, Jakarta, pada Minggu (4/10), menjadi satu-satunya pemain Timnas Indonesia yang tidak turun ke lapangan bersama rekan-rekannya menjelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 kontra Thailand.
Pantauan CNNIndonesia.com menunjukkan striker berlabel Timnas Indonesia ini berlatih dengan alat bantu sederhana berupa karet yang ditarik di bagian paha. Meski menjalankan program khusus, pemain berkarier di Fortuna Sittard tersebut tidak terlihat pincang. Ia mampu berjalan dengan normal, seolah menepis keraguan soal kondisi fisiknya menjelang partai puncak.
Sementara Romeny mengurusi diri sendiri, skuad asuhan John Herdman lainnya sibuk di lapangan. Kapten tim, Kevin Diks, beserta para pemain lain melakukan rangkaian latihan seperti lari kombinasi, sprint, dan permainan rondo. Sesi ini menandai latihan terakhir Tim Garuda sebelum berangkat ke Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menghadapi Thailand.
Ketegangan di final ini bukan tanpa alasan. FIFA ASEAN Cup merupakan edisi perdana turnamen yang digagas FIFA khusus untuk kawasan Asia Tenggara. Thailand sudah lebih dulu memastikan langkahnya ke final jauh sebelum matchday terakhir karena status mereka sebagai pemuncak klasemen Grup B. Sebaliknya, Indonesia harus merebut juara grup A dengan mengalahkan Malaysia berkat keunggulan produktivitas gol, sebuah kemenangan krusial yang memastikan mereka tidak lolos oleh hasil matchday kedua.
Kini semua mata tertuju pada Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk malam ini. Kedua tim telah menyelesaikan seluruh persiapan teknis. Bagi Indonesia, kehadiran Ole Romeny akan jadi kunci di lini serang. Bagi Thailand, skuad Chanathip Songkrasin datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah lolos lebih awal. Pertarungan dua kekuatan terbesar di Asia Tenggara ini akan menentukan siapa yang akan menjadi juara pertama di era baru turnamen FIFA ini.
Analisis Redaksi
Kehadiran Ole Romeny dalam sesi latihan terpisah bukan alarm darurat, melainkan protokol standar untuk pemain dengan beban kerja fisik tinggi. Fakta bahwa ia tetap bisa berjalan normal menunjukkan cedera yang ia jalani bukan masalah struktural serius, melainkan kemungkinan masalah otot atau kelelahan. Pelatih John Herdman dengan cerdas mengizinkannya untuk 'melepas' beban sebelum pertandingan, sebuah taktik yang sering dipakai untuk memastikan pemain utama segar 100% di akhir laga.
Apa yang perlu diwaspadai adalah dinamika final yang berbeda dari fase grup. Thailand yang lolos sejak matchday kedua memiliki waktu istirahat lebih banyak dan mentalitas yang lebih stabil, berbeda dengan Indonesia yang harus 'bertahan' dan menang di laga terakhir fase grup. Ini bisa menjadi keuntungan taktis bagi Thailand jika Indonesia menunjukkan kejenuhan. Namun, semangat juara pertama di turnamen FIFA bisa jadi pendorong terbesar bagi skuad Garuda untuk tampil lebih agresif dan berisiko.
Secara logis, kemenangan di sini akan menandai era baru sepak bola Asia Tenggara. Tidak ada lagi penghindaran atau skema regional yang tertutup. Piala akan menjadi milik negara dengan performa paling konsisten di bawah naungan FIFA. Jika Indonesia menang, legitimasi mereka sebagai kekuatan utama Asia Tenggara akan terukir secara resmi oleh badan internasional tertinggi sepak bola dunia.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Liga Champions Matchday 4: Barcelona Tantang Aston Villa, MU Menjamu Roma

Kendala Teknis Motor Cederai Peluang Almansa di Sepang, Senggolan Danish Bikin Gagal Podium
Kimi Antonelli Cetak Sejarah sebagai Juara Dunia Formula One Termuda
