Dede Sunandar Sadar, Buka Suara Soal Insiden Blackout Tinju Lawan Vicky Prasetyo di Jambi
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Dede Sunandar akhirnya membuka suara setelah tiga hari koma singkat, mengungkap detail krusial di balik insiden di mana ia kehilangan kesadaran saat bertanding melawan Vicky Prasetyo dalam Celebrity Match 2 lawan 1 di GOR Kota Jambi. Bintang film ini menuturkan bahwa dirinya tidak mengenakan headguard atau pelindung kepala karena sebuah keputusan impulsif yang diambil di tengah atmosfer pertandingan yang sangat meriah dan tak terduga.
"Awalnya juga disuruh pakai pelindung kepala, cuma kita karena berpikir have fun dong, enggak tahunya memang atmosfer di pertandingan di GOR sungguh meriah," ujar Dede dalam unggahan video di akun Instagram Vicky pada Minggu (4/10). Pria yang dikenal lewat perannya di film-film komedi ini menambahkan bahwa ia terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi dirinya sendiri, pasangannya Bedu, dan juga lawan Vicky, sehingga risiko yang tidak diinginkan pun akhirnya terjadi.
Dalam rekaman video tersebut, Dede tampak masih dalam kondisi terpasang infus, didampingi langsung oleh Vicky Prasetyo dan tim medis. Ia secara spesifik menyampaikan apresiasi tinggi kepada dokter yang menangani kondisinya sejak malam hari kejadian hingga ia dipindahkan ke hotel. "Alhamdulillah, terima kasih banyak untuk Dokter yang sudah menangani Dede dari semalam, dari rumah sakit sampai ke hotel," katanya dengan suara serak namun stabil.
Pujian hangat juga dialamatkan kepada Vicky Prasetyo yang dinilai lebih mementingkan aspek kemanusiaan daripada gengsi pertandingan. "Terima kasih banyak, dan terutama buat Bang Vicky, terima kasih banyak sudah mementingkan kemanusiaan dibandingkan pertandingan," tegas Dede. Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung atas video viral sebelumnya di mana Vicky terlihat menangis histeris sambil memeluk tubuh Dede yang terkapar tak sadarkan diri di pinggir ring.
Vicky Prasetyo sendiri sebelumnya telah mengkonfirmasi pemulihan Dede melalui media sosial, menegaskan bahwa pertarungan di atas ring memang tidak bisa direncanakan secara sempurna. "Satu hal alasan kami ingin memberikan pertarungan terbaik dari pertandingan 2 vs 1 dan tinju di atas ring tidak bisa di rencanakan," tulis Vicky dalam cuitan yang sama. Ia turut berterima kasih kepada tim promotor, tim medis, dan Kapolres yang langsung memastikan kondisi kedua petinju setelah insiden itu terjadi.
Analisis Redaksi
Kasus ini menyoroti celah serius dalam standar keselamatan olahraga hiburan yang berbasis profesionalisme semu. Penggunaan headguard bukan sekadar aturan opsional, melainkan protokol dasar pencegahan cedera fatal, terutama dalam duel yang melibatkan perbedaan berat badan atau tenaga fisik yang signifikan. Pernyataan Dede yang mengabaikan alat pelindung karena ingin 'have fun' menjadi preseden berbahaya yang meremehkan risiko biologis manusia.
Dari sisi regulasi, keterlibatan aparat keamanan seperti Kapolres dalam penanganan pasca-insiden menunjukkan bahwa event ini di bawah pengawasan ketat, namun kesiapan medis di ring tampaknya gagal mencegah dampak kritis. Ini memicu pertanyaan logis mengenai verifikasi kelayakan atlet dan ketersediaan medis di setiap round, bukan hanya penanganan pasif setelah pingsan terjadi.
Ke depan, promotor kejuaraan tinju selebriti wajib memaksa penggunaan perangkat pelindung tubuh secara wajib di setiap pertarungan, terlepas dari dinamika atmosfer. Tanpa protokol ketat ini, risiko trauma otak permanen bagi para peselancar hiburan menjadi taruhan yang tidak sebanding dengan nilai tontonan massal.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA
