Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Vietnam Defisit Dagang Rekor US$19,42 Miliar meski Ekspor Melesat, ADB Naikkan Prospek Pertumbuhan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Vietnam Defisit Dagang Rekor US$19,42 Miliar meski Ekspor Melesat, ADB Naikkan Prospek Pertumbuhan
BAGIKAN:

Pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 9,95 persen pada kuartal III 2026, melampaui capaian 8,81 persen di kuartal sebelumnya, namun dibayangi defisit perdagangan US$19,42 miliar yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sembilan bulan pertama tahun berjalan.

Lonjakan pertumbuhan ini didorong oleh ekspor barang yang melonjak 39,1 persen menjadi US$59,48 miliar pada September, sementara impor naik lebih tajam sebesar 45,8 persen menjadi US$58,21 miliar. Data yang dirilis Sabtu (3/10) ini menegaskan bahwa performa ekonomi hancir masih di bawah target tahunan pemerintah yang dipatok di atas 10 persen.

Kesenjangan antara harga dan volume impor energi menjadi pemicu utama melonjaknya defisit. Meskipun volume impor minyak mentah turun 13,5 persen, nilai importasinya justru naik 14,4 persen. Di sisi lain, impor bahan bakar olahan melonjak 79,3 persen secara nilai seiring peningkatan volume 11,5 persen, sebuah dampak nyata dari konflik Iran yang menekan biaya bahan bakar di Negeri Paman Ho.

Sisi penawaran juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang bergeliat. Produksi industri melesat 16,7 persen secara tahunan pada September, sejalan dengan kenaikan total investasi domestik sebesar 16,7 persen dalam sembilan bulan pertama. Arus masuk investasi asing langsung (FDI) pun tercatat naik 12,1 persen menjadi US$21,1 miliar, menegaskan minat investor global yang tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik.

Inflasi mulai menjadi tekanan tersendiri bagi kebijakan moneter. National Statistic Office (NSO) mencatat indeks harga konsumen naik 5,08 persen year-on-year. Di penghujung pekan lalu, Asian Development Bank (ADB) memang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 7,8 persen dari 7,2 persen sebelumnya, tetapi tetap mengingatkan kerentanan Vietnam terhadap pelemahan permintaan global dan pengetatan likuiditas internasional.

Analisis Redaksi

Keberhasilan Vietnam menjaga momentum pertumbuhan di level mendekati dua digit patut diacungi jempol, mengingat tekanan inflasi yang mulai mengerek biaya hidup. Namun, defisit perdagangan rekor US$19,42 miliar adalah alarm merah bahwa fondasi ekspor tidak lagi sekuat yang terlihat di permukaan. Ketergantungan pada impor energi dengan volatilitas harga global berarti cadanga devisa akan terkuras lebih cepat jika defisit ini berlanjut hingga akhir tahun.

Peringatan Analis Senior Asia Verisk Maplecroft, Laura Schwartz, mengenai potensi kekurangan pasokan listrik dalam jangka pendek hingga menengah adalah variabel risiko yang sering diabaikan saat euforia pertumbuhan. Jika sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung FDI terganggu oleh ketidakstabilan energi, dampak dominonya akan menghantam rantai pasok global. Waspadai skenario di mana pertumbuhan yang terlalu cepat (overheating) tidak diikuti oleh daya tahan infrastruktur energi dan stabilitas nilai tukar.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ