Veda Ega Pratama Urutan 14 FP2 Moto3 Jepang, David Alamansa Tercepat di Motegi

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Sumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Veda Ega Pratama Urutan 14 FP2 Moto3 Jepang, David Alamansa Tercepat di Motegi
BAGIKAN:

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama harus puas menempati peringkat ke-14 pada latihan bebas kedua (FP2) Moto3 Jepang 2026 yang berlangsung di Sirkuit Motegi, Sabtu (3/10). Catatan waktu tersebut menempatkan pembalap Honda Team Asia itu tiga strip di bawah rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish, yang finis di posisi ke-11, sementara David Alamansa keluar sebagai pembalap tercepat sesi ini.

Sesi latihan bebas kedua menyuguhkan pertarungan sengit sejak menit pertama. Brian Uriarte sempat memimpin jalannya sesi dengan membukukan catatan waktu 1 menit 55,931 detik. Dominasi itu tidak bertahan lama. Lima menit berselang, Alvaro Carpe merebut posisi puncak sebelum akhirnya diambil alih oleh Maximo Quiles yang terus menekan batas kecepatan motornya.

Dinamika lintasan terus berubah cepat. Memasuki menit ke-10, David Alamansa tampil agresif dan sempat memimpin sesi. Posisi tersebut kembali direbut oleh Quiles tak lama kemudian. Di tengah rotasi para pembalap depan itu, Veda Ega justru menunjukkan performa menjanjikan dengan bertengger di posisi delapan besar saat pertengahan sesi belum tercapai.

Namun momentum positif tersebut tidak bertahan hingga akhir. Menjelang pertengahan latihan bebas kedua, waktu putaran Veda melorot dan ia turun ke posisi ke-11. Posisinya persis berada satu tingkat di bawah Hakim Danish. Pembalap muda Indonesia itu gagal memperbaiki catatan waktunya pada kesempatan terakhir sesi berjalan dan harus menelan hasil akhir di urutan ke-14.

Kubu terdepan dikuasai penuh oleh nama-nama kompetitif musim ini. David Alamansa mengunci posisi pertama. Ia dibuntuti ketat oleh Maximo Quiles di tempat kedua, disusul Alvaro Carpe, Brian Uriarte, dan Matteo Bertelle yang melengkapi daftar lima besar. Persaingan grup depan ini menegaskan bahwa jarak antar-pembalap Moto3 kini semakin tipis dan saling sikut.

Hasil FP2 ini menjadi kelanjutan dari grafik naik-turun Veda sepanjang akhir pekan. Sebelumnya, ia hanya mampu finis di urutan ke-16 pada sesi FP1. Performanya membaik signifikan saat melesat ke posisi ke-8 pada sesi practice. Peluang untuk mendongkrak posisi masih terbuka lebar di sesi kualifikasi agar ia bisa bersaing di barisan depan saat balapan sesungguhnya digelar.

Tantangan Veda bukan sekadar mencari waktu putaran terbaik. Secara klasemen, pembalap Honda Team Asia ini kini menempati peringkat kedelapan klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 100 poin. Jaraknya sangat tipis dengan Hakim Danish yang berada satu tingkat di atasnya lewat perolehan 101 poin. Satu poin ini membuktikan betapa ketatnya persaingan papan tengah menuju akhir musim.

Analisis Redaksi

Grafik fluktuatif Veda Ega Pratama dari FP1 (posisi 16), sesi practice (posisi 8), hingga FP2 (posisi 14) memperlihatkan inkonsistensi adaptasi terhadap kondisi aspal Sirkuit Motegi yang dikenal menuntut pengereman keras. Kemampuan menembus delapan besar di sesi practice membuktikan potensi dasar motor dan pembalap sebenarnya ada. Masalah utamanya terletak pada eksekusi putaran cepat ketika seluruh pembalap secara serentak menurunkan waktu di menit-menit akhir.

Jarak satu poin antara Veda (100 poin) dan Hakim Danish (101 poin) di klasemen sementara Moto3 2026 akan menciptakan tekanan psikologis ganda. Setiap posisi start dan setiap poin balapan kini bernilai krusial bagi keduanya. Kegagalan Veda mengatasi Hakim Danish di sesi kualifikasi berpotensi melebarkan selisih poin ini jika pembalap Malaysia itu mampu mencetak hasil lebih baik saat balapan berlangsung.

Langkah paling logis bagi tim Honda Team Asia adalah mengevaluasi data telemetri dari menit-menit awal FP2 saat Veda masih mampu bertahan di delapan besar. Mencari celah pengaturan suspensi atau pemetaan mesin dari periode tersebut menjadi kunci mutlak. Tanpa perbaikan signifikan di sesi kualifikasi, target bersaing di barisan depan saat balapan akan sangat sulit terealisasi mengingat dominasi kelompok David Alamansa dan Maximo Quiles yang sudah terbentuk sejak latihan bebas.

Meow! Tanya Nesi!
😸