⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Enam Drama China Penuh Intrik Istana dan Balas Dendam Mirip Unchained Love, dari Balas Dendam hingga Fantasi

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Enam Drama China Penuh Intrik Istana dan Balas Dendam Mirip Unchained Love, dari Balas Dendam hingga Fantasi
BAGIKAN:

Sebagian besar penonton Indonesia masih merasakan efek pascamenonton Unchained Love, drama China bertajek romansa terlarang antara kasir Xiao Duo dan bangsawan Bu Yin Lou. Kisah tersebut meninggalkan jejak mendalam berkat dinamika kekuasaan dan cinta yang terhalang status sosial. Bagi mereka yang mencari sensasi serupa, tersedia enam rekomendasi drama dengan nuansa intrik istana, balas dendam terselubung, dan elemen fantasi yang kuat. Daftar ini dirancang untuk penonton yang menikmati plot berlapis dan konflik emosional kompleks, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber hiburan.

Formula cinta terlarang dalam Unchained Love melekat berkat penjiwaan karakter oleh Dylan Wang dan Chen Yuqi. Keduanya menampilkan dinamika kekuasaan yang tajam, di mana Xiao Duo, sosok berkuasa kedua di kekaisaran, beradu dengan Bu Yin Lou yang nyaris dikorbankan demi mendiang kaisar. Nuansa serupa hadir dalam kategori drama istana, seperti Good Bye, My Princess dan One and Only. Dua judul ini menyuguhkan strategi politik yang menekan emosi penonton. Good Bye, My Princess, tayang di Youku pada 14 Februari hingga 25 Maret 2019, memotret Qu Xiaofeng yang dijodohkan secara politik dengan Putra Mahkota Li. Sebelum itu, ia jatuh cinta pada Li Chengyin yang menyamar sebagai pedagang teh, tanpa sadar bahwa pemuda tersebut menyusup untuk meraih takhta. Ketika kebenaran terbongkar, Xiaofeng melompat ke Sungai Pelupa untuk mengubur ingatan, sebuah tragedi yang diperkuat oleh fakta syuting di mana aktris Peng Xiaoran tetap berakting sambil mendapat bantuan tabung oksigen akibat keracunan karbon monoksida.

Bagi penonton yang lebih memilih alur lambat penuh kehormatan, One and Only yang tayang di iQIYI sejak 18 Agustus 2021, menjadi pilihan tepat. Drama dengan 24 episode ini mengikuti Zhou Sheng Chen, pangeran Nanchen yang melindungi Cui Shi Yi dari perjodohan politik. Namun, gejolak politik memaksa mereka berada di sisi berlawanan, mengubah cinta rahasia menjadi pengorbanan besar. Sementara itu, genre balas dendam mendapat sorotan melalui Kill My Sins, tayang di Youku pada 7 hingga 25 Februari 2025. Di sini, tabib misterius Ye Ping An tiba di Chang'an dan bersekongkol dengan Yuan Shaocheng, pejabat ambisius berlatar sederhana, untuk membongkar konspirasi besar. Drama ini terinspirasi era Dinasti Tang dan menonjolkan solidaritas perempuan yang menolak penindasan. Konsep "hidup kedua" hadir dalam Si Jin, tayang 1 hingga 20 Maret 2025 di WeTV dan iQIYI. Jiang Si, putri Earl of Dongping, terbunuh oleh kekasihnya Yu Jin, lalu terlahir kembali sepuluh tahun ke masa lalu. Ia membatalkan pertunangan dan menyelidiki rentetan pembunuhan, sebuah adaptasi dari novel yang digarap produser Yang Xiaopei.

Elemen fantasi dan mitologi melengkapi daftar ini melalui Till the End of the Moon dan Love Between Fairy and Devil. Till the End of the Moon, tayang di Youku pada 6 April hingga 9 Mei 2023, bercerita tentang Li Susu, murid kultivasi yang dikirim kembali 500 tahun ke masa lalu untuk mencegah bangkitnya Dewa Iblis Tantai Jin. Ia menyamar sebagai Ye Xiwu, istri Tantai Jin yang kala itu masih pangeran sandera. Drama ini memecahkan rekor sebagai tontonan historis paling banyak dilihat sejak 2020, dengan Luo Yunxi memerankan empat karakter berbeda. Di sisi lain, Love Between Fairy and Devil, tayang di iQIYI pada 7 hingga 29 Agustus 2022, mengisahkan Xiao Lanhua, peri anggrek rendah yang membangunkan Dongfang Qingcang, penguasa iblis terkurung 30.000 tahun. Akibat mantra, jiwa dan emosi mereka terhubung, melampaui perang abadi antara dewa dan iblis. Drama ini diketahui melalui proses persiapan lebih dari empat tahun sebelum syuting, menghasilkan world-building dan visual yang megah, serta tersedia di Netflix dan WeTV.

Konsistensi pencarian tontonan bertema intrik istana dan balas dendam didorong oleh formula naratif yang sudah teruji. Latar kerajaan menyediakan panggung sempurna untuk konspirasi dan perebutan takhta, sementara karakter utama yang cerdas, seperti Xiao Duo atau Ye Ping An, mendapatkan respek penonton karena kemenangan datang lewat strategi, bukan keberuntungan. Perubahan dari benci menjadi cinta dan romansa terlarang antara status berbeda menambah ketegangan emosional. Faktor chemistry pemeran juga menjadi penentu; tanpa koneksi kuat antar-aktor, plot sekompleks apa pun akan terasa datar. Twist misteri yang sulit ditebak memastikan retensi penonton episode demi episode, sebuah pola yang terbukti efektif dari sinema era klasik hingga drama digital modern.

Analisis Redaksi

Pergerakan pasar tontonan menunjukkan dominasi genre historis dan fantasi berskala besar dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga menggenjot karier aktor muda yang menunjukkan dedikasi total pada proyek kostum. Fenomena seperti aktris yang bertahan dalam kondisi syuting berat atau proses praproduksi berdurasi empat tahun menandakan standar produksi yang semakin bersaing dengan industri film layar lebar. Penonton kini menuntut kedalaman karakter dan konsistensi logika plot, bukan sekadar visual estetis semata.

Dari sisi industri, adaptasi novel dan manga yang kuat menjadi fondasi utama kelangsungan genre ini. Produsen yang dikenal menangani judul hits seperti The King's Avatar kini mulai merambah ke genre intrik politik dan balas dendam, menandakan ekspansi portofolio yang berani. Kemampuan menjaga relevansi lintas generasi, dengan mempertahankan elemen inti seperti intrik istana dan romansa terlarang, menjadi kunci daya tarik. Pemirsa tidak lagi sekadar menonton, tetapi mencari validasi emosional melalui alur yang terstruktur rapi dan karakter yang abu-abu, jauh dari stereotip pahlawan putih salih yang terlalu idealis.

Meow! Tanya Nesi!
😸