Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pilot Flydubai Ungkap Kronologi Bentrok dengan Kopilot di depan PM Modi

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pilot Flydubai Ungkap Kronologi Bentrok dengan Kopilot di depan PM Modi
BAGIKAN:

Pilot Flydubai, Smit Machchhar, secara langsung mengisahkan detik-detik mengerikan saat ia melawan kopilot yang berniat menjatuhkan pesawat dalam percakapan video dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Insiden dramatis ini terjadi beberapa hari setelah jet FZ1073 yang mengangkut 174 penumpang dari Dubai ke Tel Aviv nyaris menjadi korban aksi pembajakan di udara.

Dilansir dari CNN, Machchhar menceritakan bagaimana upaya penyelamatannya dilakukan saat ia sedang dirawat setelah kejadian. Dalam video call yang berlangsung pada Jumat (2/10), ia menjelaskan kronologi pertempuran di dalam kokpit yang membuatnya terluka parah hingga terjatuh. "Pada saat itu, saya berjuang untuk hidup saya," ujar Machchhar, melukiskan kondisi psikologisnya saat mengatasihantaman dari kopilot tersebut.

Kisah kepahlawanan ini terungkap setelah pesawat dikirim sinyal bahaya dan kemudian memutus kontak dengan pemandu penerbangan. Otoritas Israel yang menilai rekaman dan data pelacakan menemukan bahwa kopilot berkewarganegaraan Oman itu berusaha menjatuhkan pesawat dengan sengaja. Ketidaklaziman ketinggian dan kecepatan terbang pesawat menjadi indikator utama bahwa ada pergulatan fisik di balik kemudi.

Keberhasilan mendarat darurat di Arab Saudi menjadi bukti krusial dari tindakan spontan Machchhar yang bertahan hingga pintu kokpit terbuka. Kopilot yang kini menjalani penyelidikan atas dugaan terorisme ini berhasil dicegah oleh kapten penerbang yang enggan menyerah meski kondisi fisiknya kritis. "Saya terluka parah hingga terjatuh... saat itu saya berpikir bagaimana jika saya tidak bangun?" tambah Machchhar, menggambarkan ketakutan akan kematian yang ia hadapi sendirian di ketinggian.

Insiden yang terjadi pada Rabu (30/9) ini telah mengubah narasi keamanan penerbangan komersial di rute Tel Aviv. Meskipun 174 penumpang berhasil diselamatkan dengan selamat, dampak psikologis bagi korban maupun awak pesawat akan menjadi isu panjang yang tidak akan segera hilang. Peringatan keras dari kejadian ini menunjukkan bahwa prosedur keamanan kokpit, khususnya pintu anti-peretasan, masih menjadi aspek vital yang perlu terus dipertanyakan efektivitasnya oleh regulator global.

Analisis Redaksi

Momen di mana seorang pilot harus mengandalkan kekuatan fisik, bukan teknis penerbangan untuk menyelamatkan nyawa ratusan orang, menandai batas ekstrem dari protokol darurat. Keberhasilan Machchhar membuktikan bahwa faktor manusia di dalam kokpit tetap menjadi variabel paling tak terduga dalam keamanan udara, melampaui segala lapisan teknologi yang ada.

Penyelidikan atas dugaan terorisme terhadap kopilot Omani ini berpotensi memicu ketegangan diplomatik baru di kawasan. Bagi publik, insiden ini mengingatkan kembali bahwa keamanan penerbangan global adalah sebuah rantai; kegagalan di satu titik kecil seperti interaksi antar-awak dapat berujung pada bencana massal yang tidak pernah terprediksi oleh sistem deteksi ancaman konvensional.

Meow! Tanya Nesi!
😸