Bono Ungkap Ed Sheeran Tutup Mata Politik, Larry Mullen Jr. Serang Miliarder Kraft
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Bono membeberkan rahasia di balik dinamika kolaborasi musik U2, Ed Sheeran, dan Taras Topalia dalam lagu Yours Eternally, sebuah trek di EP kejutan Days of Ash yang ditulis dari sudut pandang prajurit Ukraina di tengah kecamuk perang melawan Rusia. Pengakuan ini mengemuka di tengah riuhnya sorotan publik terhadap sikap politik Sheeran, menyusul kontroversi pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian tur The Loop Tour karena membela Palestina. Dalam wawancara bersama Rolling Stone UK yang dirilis pada Rabu (30/9), Bono menjelaskan bahwa proses pengerjaan lagu tersebut ditandai oleh ketegangan diplomatik yang halus antara dua legenda industri hiburan.
"Saya akan katakan ini," ujar Bono mengenang momen pengerjaan lagu tersebut, seperti diberitakan People pada Kamis (1/10). "Ketika kami menggarap 'Yours Eternally', dia (Ed Sheeran) sempat bilang, 'Kamu tidak akan menyeretku ke dalam urusan politik, kan?'" Bono menjelaskan bahwa sosok tentara yang menginspirasi lagu tersebut sangat mengagumi karya-karya Sheeran. Namun, Sheeran menegaskan keinginannya untuk menjaga musiknya tetap netral dari isu sensitif. "Saya hanya ingin menjaga hal-hal yang saya kerjakan tetap bebas [dari politik]," kata Bono menirukan percakapan itu, yang kemudian membuat Bono menyadari bahwa seseorang tidak bisa memaksa kehendak orang lain.
Mengenai polemik yang melibatkan Sheeran dan Macklemore, Bono meminta publik untuk tidak mempersonalisasi masalah tersebut. Ia mengutip pandangan produser musik Brian Eno dengan menilai para bintang pop layaknya ikan kecil di tengah lautan luas yang dipenuhi arus besar agama dan politik. Sikap senada disampaikan oleh drummer U2, Larry Mullen Jr. Ia menegaskan bahwa setiap seniman memiliki hak penuh untuk menentukan sejauh mana mereka ingin terlibat dalam isu sosial-politik. Mullen Jr. melayangkan kritik keras terhadap intervensi pemilik stadion dan promotor, seperti miliarder Robert Kraft selaku pemilik Gillette Stadium yang ikut mendorong pemecatan Macklemore dari tur Sheeran.
"Kami sangat tegas mengenai promotor atau pemilik miliarder dan gagasan bahwa mereka bisa memengaruhi apa yang Anda katakan atau lakukan di atas panggung," tegas Mullen Jr. "Kami sudah membahas ini, dan jika logika semacam itu diterapkan pada U2, kami sudah gulung tikar sejak lagu Sunday, Bloody Sunday." Macklemore sebelumnya didepak dari daftar penampil tur Sheeran setelah melontarkan seruan membela Palestina dalam pertunjukan di MetLife Stadium, New Jersey. Keputusan tersebut memicu aksi solidaritas di mana deretan penampil pembuka lain, seperti Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga grup musik pengiring Beoga memilih mundur massal dari tur tersebut. Sheeran sendiri mengklaim keputusan pemutusan kontrak Macklemore berada di tangan promotor, bukan dirinya.
Setelah pencoretan tersebut, Macklemore menyumbangkan seluruh honor perolehannya senilai US$1 juta dari tur tersebut untuk bantuan kemanusiaan Palestina, sembari menantang Kraft melakukan hal serupa. Kraft mengaku pihaknya telah mendonasikan dana bantuan kemanusiaan kawasan tersebut sebelum imbauan publik Macklemore mencuat. Dalam konsernya pada 19 September lalu, Sheeran akhirnya buka suara mengenai tekanan dan posisinya di tengah isu geopolitik tersebut. "Saya tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis, tetapi situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan sengit tentang kebebasan berbicara dan isu politik paling kompleks di planet ini," ungkap Sheeran. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Timur Tengah merupakan krisis kemanusiaan.
"Apa yang terjadi di Israel pada festival musik Nova pada 7 Oktober lalu sangat mengerikan dan menambah kepedihan warga Yahudi selama berabad-abad. Apa yang terjadi di Gaza sangat katastropik, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional," tegas Sheeran seraya menyorot ketidakadilan sistemik yang terjadi di Tepi Barat. Pernyataan ini menegaskan posisi Sheeran yang terjepit antara ekspektasi penggemar, tekanan korporat promotor, dan kompleksitas geopolitik modern yang tak terelakkan bagi figur publik global.
Analisis Redaksi
Dinamika antara Bono dan Sheeran mengungkap retret industri hiburan arus utama dari aktivisme politik eksplisit. Bagi Bono, yang dikenal dengan lagu-lagu seperti Sunday, Bloody Sunday, musik adalah instrumen kritik sosial yang valid. Sebaliknya, bagi Sheeran, musik harus menjadi ruang pelarian yang netral. Perbedaan filosofi ini bukan sekadar selera pribadi, melainkan cerminan fraktur dalam industri hiburan global yang mulai terpecah antara artis sebagai agen perubahan dan artis sebagai produk komersial yang harus menjaga basis pendengar seluas mungkin tanpa kontroversi.
Kritik Larry Mullen Jr. terhadap Robert Kraft menyoroti isu struktural yang lebih serius: kekuatan kapital terhadap kebebasan berekspresi. Dengan intervensi pemilik stadion untuk mendepak Macklemore, terjadi preseden berbahaya di mana keputusan kreatif dan moral sebuah tur konser ditentukan oleh kepentingan korporat dan tekanan lobi, bukan integritas artistik. Ini mengancam independensi musisi yang semakin besar di mana panggung menjadi ruang perpanjangan tangan kepentingan komersial, alih-alih menjadi forum ekspresi artistik murni.
Dampaknya bagi publik adalah erosi kepercayaan pada figur publik yang dianggap 'aman' secara politik. Ketika artis besar seperti Sheeran memilih untuk tetap netral atau bahkan tunduk pada tekanan promotor demi kelancaran bisnis, mereka secara tidak langsung memvalidasi kekuatan struktur kekuasaan yang membatasi diskusi isu-isu sensitif. Kemungkinan langkah selanjutnya adalah polarisasi semakin tajam antara penggemban yang menuntut aksi dan mereka yang menuntut kesenian tetap 'bersih' dari politik, sementara industri terus mencari cara untuk meredam tegangan tanpa mengorbankan profitabilitas tur dunia.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

My Chemical Romance Prioritaskan Riset Studio, Konser 2027 Ditinggalkan demi Album Baru

H-4 Konser BIGBANG di Bangkok: iMe Thailand Tetapkan Syarat Ketat & Ceklis Barang Wajib untuk Penggemar

Laporan TPKS Betrand Peto Resmi Naik Tahap Penyidikan, Kuasa Hukum: Ini Justru Memperjelas Positioning Hukum
