Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

27 Kelurahan di Jakarta Bersaing Ketat dalam Penilaian Lapangan Benyamin S Award 2026

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

27 Kelurahan di Jakarta Bersaing Ketat dalam Penilaian Lapangan Benyamin S Award 2026
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Sebanyak 27 kelurahan yang tersebar di lima wilayah Kota Madya dan Kepulauan Seribu kini tengah menjalani penilaian lapangan langsung dari tim juri Benyamin S Award (BSA) 2026.
  • Ajang penghargaan tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menguji kelayakan setiap kelurahan berdasarkan empat pilar utama: bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
  • Para lurah menyambut proses seleksi tersebut dengan antusiasme tinggi sekaligus tekanan nyata untuk membuktikan kualitas tata kelola wilayah mereka di hadapan para penilai.

Sebanyak 27 kelurahan yang tersebar di lima wilayah Kota Madya dan Kepulauan Seribu kini tengah menjalani penilaian lapangan langsung dari tim juri Benyamin S Award (BSA) 2026. Ajang penghargaan tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menguji kelayakan setiap kelurahan berdasarkan empat pilar utama: bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Para lurah menyambut proses seleksi tersebut dengan antusiasme tinggi sekaligus tekanan nyata untuk membuktikan kualitas tata kelola wilayah mereka di hadapan para penilai.

Tahap verifikasi online telah rampung sebelumnya. Kini giliran tim juri turun ke lapangan. Kemeriahan musik tradisional serta kesenian budaya Betawi selalu mengiringi kedatangan tim penilai di setiap lokasi. Nama ajang ini sendiri diambil dari seniman legenda Betawi, Benyamin Sueb, sekaligus menjadi akronim dari empat kriteria penilaian yang wajib dipenuhi oleh seluruh peserta.

Lurah Kebon Sirih Henny Mahroja mengakui bahwa tahapan penilaian dari juri BSA sama sekali tidak mudah. "Kami harus menyamakan persepsi antara pemerintah dan juga warga," kata Henny, Selasa (30/9) saat penilaian berlangsung. Ia menegaskan bahwa seluruh warga di Kebon Sirih sudah berkoordinasi dan berkolaborasi sehingga semua tahapan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Strategi berbeda diterapkan Lurah Lagoa Yuyun Wahyudi. Wilayahnya ikut serta pada dua kategori sekaligus, yakni bersih dan nyaman. "Bersihnya di wilayah RW 6. RW 6 ini ada bank sampah dan ada kegiatan rutin pemilahan sampah di wilayah warganya, sehingga kalau di RW 6 ini sampah tuh jadi rezeki ya, jadi berkah," kata Yuyun menjelaskan keunggulan program pengelolaan limbah di kelurahannya.

Sementara itu, Lurah Utan Kayu Selatan Ria Handayani menyatakan optimisme tinggi terhadap peluang wilayahnya meraih penghargaan. "Berkat kerja sama kita semua, RT, RW, LMK. semua seni budaya kita semua bekerja sama untuk mempersiapkan pelaksanaan perlombaan BSA di tahun 2026 ini," katanya. Ia menambahkan harapannya agar hasil kompetisi ini dapat membangun wilayah Kelurahan Utan Kayu Selatan menjadi lebih maju lagi.

Komposisi tim juri melibatkan para staf ahli Gubernur serta sejumlah ahli dari organisasi perangkat daerah. Juri BSA yang juga pengamat tata kota Nirwono Yoga merinci empat parameter penilaian secara spesifik. Parameter pertama menuntut kelurahan benar-benar bersih atau bebas sampah. "Kedua adalah kelurahan yang nyaman. Bagaimana upaya dari setiap lurah untuk membebaskan kelurahannya dari kawasan kumuh maupun juga BABS (buang air besar sembarangan)," kata Nirwono.

Penilaian ketiga berfokus pada pencarian potensi ruang terbuka hijau untuk dijadikan taman di tengah kepadatan kota. "Tentu yang menarik lagi adalah munculnya potensi-potensi seperti seni budaya, terus kemudian ada kuliner yang bisa jadi harapan destinasi wisata di kelurahan tersebut," ujar Nirwono menjabarkan parameter keempat yang berkaitan langsung dengan aspek sejahtera.

Analisis Redaksi

Kompetisi antar-kelurahan melalui mekanisme Benyamin S Award bukan sekadar seremonial tahunan. Ketika 27 kelurahan dipaksa memenuhi standar kebersihan, kenyamanan, keindahan, dan kesejahteraan secara bersamaan, birokrasi tingkat akar rumput terdorong keluar dari zona administratif pasif. Pernyataan Lurah Kebon Sirih tentang pentingnya menyamakan persepsi antara pemerintah dan warga menunjukkan bahwa keberhasilan tata kelola lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, bukan semata instruksi dari atas ke bawah.

Fakta bahwa Kelurahan Lagoa mampu mengubah rutinitas pemilahan sampah di RW 6 menjadi nilai ekonomi patut mendapat perhatian serius. Model pengelolaan bank sampah yang disebut Yuyun sebagai pembawa berkah seharusnya tidak berhenti sebagai proyek lomba sesaat. Jika praktik ini hanya digenjot menjelang penilaian juri lalu ditinggalkan setelah piala dibagikan, esensi program akan kehilangan maknanya. Konsistensi jauh lebih penting daripada euforia kompetisi.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta perlu memastikan temuan tim juri—termasuk catatan Nirwono Yoga soal ruang terbuka hijau dan potensi destinasi wisata lokal—ditindaklanjuti dengan alokasi anggaran yang tepat sasaran. Pemenang BSA 2026 harus dijadikan percontohan bagi kelurahan lain yang belum terseleksi. Tanpa replikasi kebijakan yang terukur, ajang ini berisiko hanya menjadi panggung pertunjukan budaya Betawi yang meriah namun miskin dampak struktural bagi perbaikan wajah ibu kota.

Meow! Tanya Nesi!
😸