Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Qualcomm Akui Kelangkaan Memori Dipicu Kebutuhan Data Center, Ancam Harga Ponsel

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Qualcomm Akui Kelangkaan Memori Dipicu Kebutuhan Data Center, Ancam Harga Ponsel
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Don McGuire, Executive VP and CMO Qualcomm, membongkar akar masalah kelangkaan chip memori global: bukan pada sisi chipset, melainkan dominasi permintaan dari pusat data.
  • Dalam paparan eksklusif di Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 pada Kamis (1/10), McGuire menegaskan bahwa ketimpangan pasokan ini menempatkan produsen elektronik konsumen dalam posisi terjepit.
  • "Sebenarnya, (fenomena kelangkaan memori) ini bukan soal chipset.

Don McGuire, Executive VP and CMO Qualcomm, membongkar akar masalah kelangkaan chip memori global: bukan pada sisi chipset, melainkan dominasi permintaan dari pusat data. Dalam paparan eksklusif di Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 pada Kamis (1/10), McGuire menegaskan bahwa ketimpangan pasokan ini menempatkan produsen elektronik konsumen dalam posisi terjepit. "Sebenarnya, (fenomena kelangkaan memori) ini bukan soal chipset. Jadi, memori saat ini menjadi komponen yang sangat terbatas dan langka karena sebagian besar memori jelas digunakan untuk kebutuhan data center," jelasnya.

Permasalahan ini berdampak langsung pada rantai pasok komponen. McGuire membeberkan bahwa Qualcomm tidak memproduksi memori; komponen tersebut hanya berdampingan dengan prosesor Snapdragon. Karena tidak memiliki kendali penuh atas pengadaan memori, kenaikan harga akibat kelangkaan sulit dihindari. "Oleh karena itu, bisnis elektronik konsumen menghadapi tantangan dalam mendapatkan memori. Kami tidak memproduksi memori, kan? Memori berada berdampingan dengan prosesor Snapdragon," tambahnya, mengonfirmasi bahwa tekanan biaya kini menjadi dilema utama bagi para pembuat ponsel.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan persoalan ekonomi dan mendorong kenaikan harga smartphone. Namun, McGuire memberikan jaminan bahwa sisi pasokan chip dari Qualcomm tetap stabil. "Kami tidak memiliki masalah kelangkaan chip. Jadi, kami bisa memasok pelanggan kami dengan chip Snapdragon sebanyak yang mereka butuhkan. Namun, pertanyaan berikutnya adalah apakah mereka bisa mendapatkan pasokan memori dari pihak lain, bukan dari kami?" kata dia. Artinya, bottleneck atau titik penyumbatan terjadi di luar kendali Qualcomm, tepatnya pada ketersediaan bahan mentah memori dari produsen pihak ketiga.

Sebagai upaya strategis, Qualcomm tengah mendorong inovasi teknologi High-Performance Computing (HPC) pada perangkat seluler. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi pemanfaatan memori agar kelangkaan ini tidak berkepanjangan. McGuire memperkirakan teknologi HPC ini akan mulai disematkan di sejumlah perangkat pada awal tahun depan. "Kami mencoba berinovasi dengan memori agar ini tidak menjadi masalah jangka panjang, melainkan hanya masalah jangka pendek bagi pelanggan kami. Jadi, kami bisa membantu menyeimbangkan persoalan ini," ujarnya.

Pandangan McGuire mengenai pemulihan pasar cenderung hati-hati. Ia berharap kelangkaan memori berkurang pada akhir 2027 atau awal 2028, namun menolak berspekulasi tentang keberlanjutan tren kenaikan harga. "Saya tidak bisa memprediksi apakah harga akan terus meningkat. Kami berharap tidak, tetapi saya tidak bisa memprediksinya. Yang bisa saya katakan adalah kami terus melihat demand (perangkat) yang tinggi karena adanya peralihan menuju agentic AI," jelas Don. Permintaan yang tetap tinggi akibat pergeseran ke kecerdasan buatan agensi membuat tekanan terhadap kapasitas produksi tidak kunjung mereda.

Analisis Redaksi

Apresiasi yang diberikan Qualcomm terhadap peran data center menunjukkan pergeseran struktural dalam industri semikonduktor. Lahan komputasi yang didominasi oleh kebutuhan infrastruktur AI (bukan lagi sekadar smartphone) telah menciptakan zero-sum game terhadap alokasi memori fisik. Ketika mayoritas pasokan dialihkan ke pusat data, sektor konsumen secara otomatis mengalami defisit. Ini bukan sekadar fluktuasi pasar jangka pendek, melainkan realokasi sumber daya global yang dipicu oleh eskalasi kebutuhan komputasi untuk model-model agentic AI.

Meskipun Qualcomm menawarkan teknologi HPC sebagai solusi efisiensi, ketergantungan pada pemasok pihak ketiga untuk memori tetap menjadi kerentanan struktural bagi produsen perangkat akhir. Klaim McGuire bahwa "kami tidak memproduksi memori" adalah pengakuan implisit bahwa vendor chipset terbesar di industri ini tidak memiliki daya ungkit penuh (leverage) terhadap harga bahan baku komposit. Konsumen akhir berisiko menanggung kenaikan harga perangkat tidak hanya karena inflasi umum, tetapi juga karena biaya input spesifik untuk komponen memori yang semakin sulit dijangkau.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ