Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Prabowo Resmikan Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila, Tambah Teknologi Imersif

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Prabowo Resmikan Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila, Tambah Teknologi Imersif
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10), yang kini mengusung teknologi imersif untuk memperkuat edukasi sejarah. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti, setelah Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau ruang pamer baru yang menampilkan diorama, video, dan area immersive. Langkah ini mengubah wajah museum tradisional menjadi pusat pembelajaran modern yang interaktif.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendampingi Presiden dan menyatakan revitalisasi ini strategis untuk menjaga memori kolektif bangsa. Pameran kini dilengkapi video mapping, light wall, panel sentuh, peta digital, dan narasi audio. Proses pembaruan melibatkan sejarawan untuk memastikan akurasi lini masa sejarah. Museum tetap mempertahankan 34 diorama asli dan menampilkan 15 diorama dari Museum Paseban terkait Gerakan 30 September 1965.

Revitalisasi mengubah Museum Pengkhianatan PKI menjadi Museum Kesaktian Pancasila, menggeser paradigma narasi dari 'pengkhianatan' menjadi 'kesaktian'. Perubahan ini menekankan ketahanan Pancasila sebagai falsafah hidup, tanpa menghapus catatan sejarah. Fasilitas baru juga mencakup Ruang Relik di area belakang Paseban, yang memamerkan barang peninggalan Pahlawan Revolusi seperti baju jenderal dan memorabilia. Alur kunjungan dirancang in-situ, dimulai dari gedung museum menuju situs Lubang Buaya.

Narasi pameran disusun berdasarkan kolaborasi Kementerian Kebudayaan dan Pusat Sejarah TNI, memvalidasi dokumen dan arsip sejarah. Ruang pamer terbagi menjadi 7 area di lantai satu dan 4 area di lantai dua. Lantai dasar menyambut pengunjung dengan instalasi relief 3D Garuda Pancasila, memadukan teks, visual, dan audio secara digital. Pendekatan ini bertujuan menjadikan museum lebih komunikatif bagi generasi muda, bukan sekadar tempat penyimpanan artefak.

Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan Panglima TNI yang menaungi pengelolaan museum tersebut. Museum ini resmi dibuka untuk publik sebagai pengingat bahwa Pancasila adalah kekuatan pemersatu. Kementerian Kebudayaan berkomitmen menjelmakan museum menjadi pusat edukasi, wahana refleksi, dan jembatan penanaman nilai kebangsaan yang relevan. Revitalisasi ini diharapkan membuat sejarah lebih mudah dicerna masyarakat luas melalui teknologi digital.

Analisis Redaksi

Pengubahan nama dari Museum Pengkhianatan PKI menjadi Museum Kesaktian Pancasila bukan sekadar pembaruan branding, melainkan pergeseran paradigma narasi negara. Dengan menekankan 'kesaktian', negara ingin memposisikan Pancasila sebagai entitas aktif yang tahan uji, bukan hanya korban peristiwa. Namun, integritas jurnalistik mengharuskan kita tetap kritis: apakah pergeseran nama ini tetap mengakomodasi memori kelam 1965, atau justru melunakkan kritik terhadap pelanggaran HAM saat itu? Komitmen 'tidak menghilangkan catatan sejarah' perlu diawasi pelaksanaannya di lapangan.

Pemanfaatan teknologi imersif seperti video mapping dan panel sentuh adalah langkah tepat untuk menarik minat Gen Z yang kurang terhubung dengan museum statis. Namun, tantangan terbesar adalah substansi. Teknologi hanyalah wahana; jika narasi yang disajikan cenderung one-sided atau kurang mendalam secara historiografis, museum berisiko menjadi atraksi visual semata. Melibatkan sejarawan dalam penyusunan timeline adalah mitigasi yang baik, tetapi validasi berkelanjutan terhadap konten digital perlu dilakukan untuk menjaga akurasi.

Koordinasi antara Kementerian Kebudayaan dan TNI sebagai pengelola institusi menjadi kunci keberlanjutan. Dukungan anggaran dan kebijakan dari pusat harus teralokasi jelas untuk pemeliharaan teknologi mahal tersebut. Jika terjadi disfungsi teknis atau kurangnya kurator ahli untuk update konten, museum akan cepat usang. Keberhasilan revitalisasi ini tergantung pada konsistensi pengelolaan, bukan hanya grand opening oleh Presiden.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸