Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jabat Menteri ESDM Sekaligus

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jabat Menteri ESDM Sekaligus
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi untuk menjawab tekanan geopolitik global dan memastikan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement berjalan komprehensif. Keputusan strategis ini diumumkan langsung oleh Bahlil Lahadalia yang dipercaya memimpin kementerian baru tersebut sambil merangkap jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pengumuman itu disampaikan Bahlil melalui konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/10). Ia menegaskan bahwa pembentukan kementerian koordinator ini bukan langkah serampangan. Tuntutan dunia terhadap energi bersih sudah berada di depan mata.

"Kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia menuntut untuk terjadinya energi yang bersih," ujar Bahlil. Kalimat singkat itu merangkum alasan utama mengapa struktur kabinet perlu diperkuat. Hilirisasi dan transisi energi kini tak lagi sekadar wacana, melainkan keharusan yang ditopang payung kelembagaan baru.

Prabowo memandang penting agar program-program prioritas terkait hilirisasi dan transisi energi—yang menjadi komitmen global dari Paris Agreement—dilakukan secara komprehensif dan terukur. Bahlil menekankan bahwa pekerjaan besar ini mustahil diselesaikan dengan pendekatan setengah hati. "Maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh bapak presiden," tegasnya.

Mengemban dua jabatan menteri sekaligus tentu bukan perkara ringan. Bahlil menyatakan akan berusaha sekuat tenaga menjalankan tugas ganda tersebut sebaik mungkin. Baginya, dua posisi yang diemban sekarang merupakan bentuk panggilan pengabdian sekaligus momentum untuk memberikan yang terbaik kepada Ibu Pertiwi.

Secara administratif, pembentukan kementerian koordinator ini telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029. Namun, ruang lingkup koordinasi masih menyisakan tanda tanya. Bahlil mengaku belum bisa membeberkan kementerian dan lembaga mana saja yang bakal berada di bawah koordinasinya karena masih harus mengecek Peraturan Presiden (Perpres) yang berlaku. "Kalau menko di bawah mana saja, nanti saya cek di perpres ya," ucapnya.

Analisis Redaksi

Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menandakan pergeseran paradigma kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo. Selama bertahun-tahun, urusan hilirisasi mineral dan transisi energi berjalan di bawah kementerian sektoral yang kerap tumpang tindih. Dengan adanya kementerian koordinator khusus, pemerintah berupaya memangkas ego sektoral yang selama ini menghambat percepatan investasi hijau dan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Ketidakjelasan mengenai kementerian dan lembaga yang berada di bawah koordinasi Bahlil justru menjadi titik kritis yang perlu diwaspadai publik. Tanpa rincian kewenangan yang tertuang jelas dalam Perpres, potensi gesekan birokrasi antar-kementerian sangat terbuka lebar. Publik perlu mencermati apakah nomenklatur baru ini benar-benar membawa efisiensi atau sekadar menambah lapisan birokrasi tanpa dampak nyata terhadap target penurunan emisi nasional.

Langkah selanjutnya yang paling logis adalah penerbitan Perpres yang mengatur tata kerja kementerian koordinator ini secara detail. Kecepatan pemerintah menerbitkan aturan turunan tersebut akan menjadi tolok ukur pertama keseriusan kabinet. Jika lamban, target-target ambisius yang dijanjikan Bahlil dalam konferensi pers kemarin berisiko hanya berhenti sebagai retorika belaka di tengah dinamika ekonomi global yang bergerak sangat cepat.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸