Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pilot India Selamat Usai Tikam-Tiup di Kokpit, Cegah Pesawat Flydubai Menuju Israel Jatuh

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pilot India Selamat Usai Tikam-Tiup di Kokpit, Cegah Pesawat Flydubai Menuju Israel Jatuh
BAGIKAN:

Sebuah upaya pembajakan nyaris berujung tragedi besar ketika seorang pilot berkewarganegaraan India, Smit Machchhar, terluka parah ditikam oleh kopilotnya asal Oman yang diduga mencoba menjatuhkan pesawat Flydubai rute Dubai ke Israel. Insiden mencekam ini terjadi pada Rabu (30/9) waktu setempat, di mana Machchhar berhasil menggagalkan sabotase meski mengalami cedera serius saat berjuang mempertahankan kendali pesawat. Keberhasilan menghentikan aksi nekat kopilot tersebut memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak di dalam kabin, mengubah penerbangan rutin menjadi situasi darurat yang kritis di udara.

Machchhar, yang bertugas sebagai kapten dalam penerbangan tersebut, memiliki rekam jejak profesional yang kuat sebelum bergabung dengan maskapai berbasis di Uni Emirat Arab ini. Ia tercatat bergabung dengan Flydubai pada Juni 2022 setelah menghabiskan 11 tahun bekerja di maskapai berbiaya hemat SpiceJet. Dalam karirnya, ia mengumpulkan lebih dari 9.750 jam terbang dengan pesawat Boeing 737, mencakup tipe 737-800, 737 MAX 8, dan MAX 9. Statusnya sebagai kapten instruktur membuatnya terbiasa memberikan pelatihan dan penilaian kepada pilot lain, sebuah keahlian yang kini dianggap krusial dalam menghadapi ancaman langsung terhadap keselamatan pesawat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian yang menegangkan tersebut. Ia menyatakan, "selama penerbangan, saat mendekati Israel, salah satu pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya mencoba menjatuhkan pesawat beserta seluruh orang di dalamnya." Netanyahu menambahkan bahwa ia telah berbicara dengan salah satu penumpang asal Israel yang turut serta dalam penghentian terduga pelaku. Penumpang tersebut menceritakan kepada PM bahwa pesawat sempat berputar tak terkendali dan mulai menukik tajam, menciptakan momen panik di mana keselamatan ribuan nyawa taruhannya.

Menurut kesaksian penumpang yang dikutip oleh Netanyahu, penumpang tersebut berhasil masuk ke kokpit bersama salah satu awak kabin untuk melumpuhkan pilot yang melakukan penikaman. Mereka bertindak cepat saat terduga pelaku masih berusaha menyabotase sistem pesawat, sebuah tindakan heroik yang menjadi penentu kelangsungan hidup seluruh penerbangan. Pesawat Flydubai tersebut akhirnya dialihkan rutenya dan mendarat di Tabuk, Arab Saudi, sebagaimana dikutip dari Ynet, setelah drama di kokpit berhasil diredam. Identitas Machchhar sebagai kapten yang terlibat telah dikonfirmasi di kedua negara, India dan Israel, menegaskan kebenaran peristiwa yang terjadi di langit internasional tersebut.

Profil profesional Machchhar, yang dapat dilihat melalui LinkedIn-nya, menunjukkan total pengalaman sekitar 15 tahun menerbangkan pesawat komersial. Selama masa kerjanya di SpiceJet, ia mengumpulkan lebih dari 9.500 jam terbang, termasuk lebih dari 6.400 jam sebagai pilot in command. Pengalaman luas sebagai pilot penanggung jawab ini membentuk insting keamanannya yang tajam. Ketika situasi di kokpit mendadak berubah dari penerbangan standar menjadi serangan aktif, keberhasilannya bertahan dan melawan menunjukkan bahwa jam terbang bukan sekadar angka, melainkan bekal vital dalam mengantisipasi ancaman yang tidak terduga di ruang tertutup kokpit.

Analisis Redaksi

Peristiwa ini mengungkap celah keamanan yang mengerikan dalam protokol cockpit access di maskapai internasional, di mana satu kunci atau izin akses internal bisa berubah menjadi senjata jika dipegang oleh personel yang bermusuhan. Fakta bahwa penumpang umum harus masuk ke kokpit untuk menghentikan sabotase sistem menunjukkan bahwa mekanisme darurat saat ini masih sangat bergantung pada keberanian individu dan koordinasi non-standar di dalam kabin, bukan pada prosedur teknis yang otomatis dan steril. Insiden di Tabuk menjadi peringatan keras bahwa keamanan darat tidak cukup tanpa penguatan protokol verifikasi identitas awak saat pre-flight, terutama pada rute yang dianggap sensitif secara geopolitik.

Langkah selanjutnya secara logis akan mencakup audit menyeluruh terhadap protokol psikologis dan keamanan awak kabin Flydubai serta maskapai mitra di wilayah tersebut. Regulator penerbangan internasional kemungkinan besar akan meninjau ulang persyaratan akses ke kokpit dan mekanisme kunci fisik/digital untuk mencegah penyabotase dari dalam. Bagi publik, ini bukan hanya cerita tentang kepahlawanan seorang pilot India, melainkan evaluasi tentang seberapa rapuhnya lapisan pengaman terakhir di pesawat komersial modern ketika menghadapi ancaman internal yang tidak terdeteksi sebelum roda meninggalkan landasan.

Meow! Tanya Nesi!
😸