Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Para Perasuk Borong 3 Kategori AACA 2026, Angga Yunanda dan Anggun Cipta Sasmi Masuk Grand Final

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Para Perasuk Borong 3 Kategori AACA 2026, Angga Yunanda dan Anggun Cipta Sasmi Masuk Grand Final
BAGIKAN:

Film Para Perasuk sukses merebut dominasi di Asian Academy Creative Awards (AACA) 2026 dengan menyabet tiga penghargaan nasional sekaligus: Best Feature Film, Best Actor, dan Best Actress. Kemenangan ini membuka jalan bagi karya besutan sutradara Wregas Bhanuteja serta dua bintang utamanya, Angga Yunanda dan Anggun Cipta Sasmi, untuk melaju ke babak Grand Final mewakili Indonesia. Ajang penghargaan tersebut resmi mengumumkan para pemenang nasional pada Rabu (30/9), sebuah momen yang menegaskan posisi sinema Indonesia di peta persaingan Asia Pasifik.

Proses pemilihan ini bukan sekadar formalitas belaka. Asian Academy Creative Awards 2026 mengapresiasi karya dan talenta dari 18 negara dan wilayah dalam total 39 kategori. Berdasarkan keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Para Perasuk tercatat sebagai pemenang nasional untuk kategori Best Feature Film. Status ini mengikutkan film tersebut dalam persaingan ketat melawan karya-karya unggulan dari berbagai negara tetangga di kawasan Asia Pasifik.

Kompetisi di kategori Best Feature Film benar-benar terasa berat. Para Perasuk harus berjibaku dengan The Shadow's Edge dari Mainland China, Bison Kaalamaadan dari India, The Wind Phone dari Jepang, serta Malam Terlarang dari Malaysia. Daftar pesaing berlanjut ke Eain Mat Kar Yan dari Myanmar, Kontrabida Academy dari Filipina, The Violinist dari Singapura, dan In Gods We Hide dari Taiwan. Kedudukan ini menunjukkan bahwa kualitas teknis dan naratif film Indonesia telah diakui setara dengan standard produksi negara-negara Asia yang lebih mapan di industri hiburan.

Dominasi penghargaan tidak berhenti di level film. Ajang ini juga memborong kategori akting utama. Angga Yunanda, yang memerankan tokoh Bayu, dianugerahi gelar Best Actor, sementara Anggun Cipta Sasmi, lewat peran Guru Asri, berhasil mewakili Indonesia sebagai Best Actress. Keduanya kini tercatat dalam daftar pendek yang akan bersaing dengan deretan nama aktor dan aktris ternama dari lintas negara Asia Pasifik.

Pertarungan di kategori akting memiliki skala yang sangat tinggi. Angga Yunanda akan beradu peran dengan Anil Kapoor dari India, Gemini Norawit dari Thailand, Yuki Yamada dari Jepang, Bai Yu dari Mainland China, Chang Hsiao Chuan dari Taiwan, Beto Kusyairy dari Malaysia, dan Vice Ganda dari Filipina. Sementara itu, Anggun Cipta Sasmi akan bersaing dengan Tasma Walton dari Australia, Liu Haocun dari Mainland China, Charmaine Sheh dari Hong Kong, Sobhita Dhulipala dari India, Non dari Jepang, Emma Maembong dari Malaysia, Ni Ni Khin Zaw dari Myanmar, Nadine Lustre dari Filipina, Nora Samosir dari Singapura, Tarcy Su dari Taiwan, dan Manatsanun Phanlerdwongsakul dari Thailand. Mereka akan unjuk kebolehan di Grand Award Gala yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember 2026 di Capitol Theatre, Singapura.

Analisis Redaksi

Kemenangan telak Para Perasuk di AACA 2026 menandai konsolidasi kekuatan film Indonesia di panggung internasional yang lebih luas dari sekadar festival. Keberhasilan meraih tiga kategori sekaligus, khususnya Best Feature Film dan dua kategori akting utama, menunjukkan bahwa elemen teknis dan interpretasi peran aktor Indonesia mampu bersaing di level standar industri Asia Pasifik. Ini adalah sinyal kuat bahwa kualitas produksi nasional telah mencapai ambang batas untuk dipertimbangkan secara serius dalam ekosistem hiburan regional.

Langkah selanjutnya ke Grand Award Gala di Capitol Theatre, Singapura, pada 3 Desember 2026, adalah ujian sesungguhnya. Berhasil lolos ke fase ini berarti Para Perasuk dan para pengiutnya harus membuktikan konsistensi kualitas di hadapan juri dan audiens yang lebih luas. Persaingan dengan aktor sekelas Anil Kapoor atau bintang serial Asia seperti Vice Ganda menegaskan bahwa taruhan reputasi industri perfilman Indonesia sedang dipertaruhkan di panggung global. Sukses di sini akan membawa dampak multiplikatif bagi pasar distribusi dan investasi pada proyek-proyek sinema nasional berikutnya.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸