Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Taufik Hidayat Menangis Bangga Lihat Leo/Daniel Raih Emas, Bukti Penerus Badminton Tiba

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Taufik Hidayat Menangis Bangga Lihat Leo/Daniel Raih Emas, Bukti Penerus Badminton Tiba
BAGIKAN:

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin memastikan medali emas Asian Games 2026. Menangis bukan sekadar refleks, melainkan letupan emosional seorang legenda yang melihat sendiri momen krusial di mana kok pengembalian dari pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chan, tersangkut di net. Kegagalan tersebut mengunci skor 19-21, 21-13, 21-18 dan mengantar emas kedua bagi cabang bulu tangkis, sekaligus emas ketiga untuk Indonesia secara keseluruhan di ajang multievent tersebut.

Gemuruh selebrasi dari kubu Indonesia seketana meletup di Ichinomiya City Gymnasium, menciptakan atmosfer yang berbeda dari kemenangan-kemenangan biasa. Taufik, yang dulu dikenal sebagai peraih emas tunggal putra Asian Games 2002 dan 2006, menjelaskan bahwa kesedihannya bercampur kebanggaan saat melihat Daniel Marthin yang baru saja selesai menjalani operasi. Awalnya, Daniel tidak dijadwalkan membela negara karena ada pemain lain yang disiapkan, namun perombakan tim membuat ia harus memikul beban ganda demi kebanggaan Merah Putih.

"Karena saya anak bulu tangkis, emosionalnya karena kita gambling," ujar Taufik dengan nada berat. "Di awal itu Daniel kan tidak masuk Asian Games, tadinya yang lain. Daniel sendiri juga baru selesai operasi. Siapa yang tidak senang, happy sampai nangis, wajar saja." Bagi Taufik, momen itu menjadi penegasan bahwa estafet kepemimpinan di dunia bulu tangkis Indonesia masih terjaga. Kehadiran Leo dan Daniel sebagai penerus adalah sinyal bahwa regenerasi atlet Indonesia berjalan di jalur yang benar.

Capaian keseluruhan tim bulu tangkis Indonesia pada gelaran ini juga melampaui ekspektasi awal. Dari target satu emas yang ditetapkan Kemenpora di awal, Indonesia berhasil memulangkan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Taufik secara spesifik mengapresiasi pencapaian mixed double yang masuk ke daftar peraih medali, sesuatu yang ia akui berada di luar target awal namun berhasil direalisasi dengan apik di lapangan.

Menatap masa depan, Taufik menjadikan capaian ini sebagai motivasi utama bagi cabang olahraga lain yang masih berjuang di Asian Games hingga tanggal 3 nanti. Baginya, keberhasilan bulutangkis ini adalah langkah awal yang baik sebelum menyasar SEA Games dan target besar selanjutnya di Olimpiade 2028. "Mudah-mudahan menjadi motivasi buat cabang olahraga yang lain yang masih bertanding besok sampai tanggal 3," imbuhnya, berharap semangat juang ini bisa menular ke seluruh kontingen Indonesia.

Analisis Redaksi

Momen emosional Taufik Hidayat di Ichinomiya City Gymnasium bukan sekadar reaksi individu, melainkan validasi terhadap strategi regenerasi yang mulai membuahkan hasil. Fakta bahwa Daniel Marthin turun bertanding pasca-operasi menunjukkan kesiapan mental dan fisik pemain yang melampaui skenario awal. Ini membuktikan bahwa kedalaman skuat Indonesia kini lebih tipis namun lebih tangguh, mampu mengorbankan rencana taktis demi mengejar gelar tertinggi di ajang internasional.

Secara strategis, raihan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu ini menggeser fokus Kemenpora dari sekadar menggapai target medali menjadi membangun fondasi jangka panjang menuju Olimpiade 2028. Keberhasilan di luar target pada sektor mixed double adalah sinyal bahwa diversifikasi poin di event beregu harus tetap dipertahankan. Namun, tekanan psikologis terhadap atlet yang bermain di bawah batas pemulihan optimal, seperti kasus Daniel, perlu diawasi ketat untuk menghindari cedera berulang di masa depan.

Langkah logis selanjutnya adalah memanfaatkan momentum ini untuk menekan cabang olahraga lain yang belum menunjukkan performa optimal sebelum Asian Games 2026 selesai. Dengan sisa pertandingan yang berjalan hingga tanggal 3, evaluasi performa atlet non-bulu tangkis harus dilakukan segera agar target nasional tidak hanya bertumpu pada satu cabang yang sudah membuktikan kapasitasnya berulang kali.

Meow! Tanya Nesi!
😸