Relawan Perempuan di Palangka Raya Ikut Padamkan Api demi Keselamatan Anaknya
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Keputusan ini diambil karena ia tidak ingin anaknya terus menderita akibat udara yang semakin tercemar oleh kabut asap.
- Jannah baru bergabung menjadi relawan pemadam karhutla tahun ini dan tercatat sebagai satu dari tiga perempuan dalam tim yang bertugas di lapangan.
- Ia mengaku rela melakukan aksi tersebut karena merasa tergerak melihat kondisi kesehatan anaknya yang semakin memburuk akibat lingkungan yang tidak sehat.
Roudlotul Jannah, seorang relawan perempuan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, turun langsung memadamkan api yang membara untuk melindungi anaknya yang terserang batuk akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Keputusan ini diambil karena ia tidak ingin anaknya terus menderita akibat udara yang semakin tercemar oleh kabut asap.
Jannah baru bergabung menjadi relawan pemadam karhutla tahun ini dan tercatat sebagai satu dari tiga perempuan dalam tim yang bertugas di lapangan. Ia mengaku rela melakukan aksi tersebut karena merasa tergerak melihat kondisi kesehatan anaknya yang semakin memburuk akibat lingkungan yang tidak sehat.
Sebagai bagian dari tim yang didominasi laki-laki, Jannah menghadapi tantangan fisik yang tidak ringan saat menghadapi kobaran api. Namun, dedikasinya menunjukkan bahwa komitmen untuk menyelamatkan lingkungan dapat melampaui perbedaan gender dalam tugas yang berat dan berisiko.
Peran Jannah mencerminkan kesadaran kolektif warga di Palangka Raya yang menolak untuk tinggal diam ketika bencana Karhutla mengancam kualitas hidup mereka. Kehadiran perempuan dalam tim pemadaman menjadi sinyal bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan adalah milik seluruh masyarakat, bukan hanya aparat.
Ia berharap pembakaran lahan secara sengaja dapat dihentikan sehingga masyarakat tidak terus terdampak paparan asap berbahaya. Harapan ini menjadi penutup yang tegas, menunjukkan bahwa solusi jangka panjang terletak pada penghentian praktik ilegal yang menjadi akar masalah utama bencana tahunan di Kalimantan Tengah.
Analisis Redaksi
Keterlibatan Roudlotul Jannah menggarisbawahi realitas bahwa dampak Karhutla telah mencapai titik di mana warga biasa terdorong mengambil inisiatif langsung. Ini menandakan adanya keputusasaan terhadap penanganan formal yang dianggap tidak memadai, mendorong individu untuk mengambil risiko pribadi demi kesehatan keluarga.
Keberadaan tiga perempuan dalam tim adalah data yang menarik; ini menunjukkan pergeseran paradigma bahwa tugas pemadaman api tidak lagi eksklusif menjadi ranah kaum laki-laki. Namun, jumlah yang masih minim menunjukkan bahwa representasi gender dalam sektor tanggap darurat masih sangat timpang.
Dampak utama dari peristiwa ini adalah pengingat keras bagi pembakar lahan ilegal. Fakta bahwa seorang ibu harus turun ke medan api demi anaknya adalah bentuk kegagalan sistemik dalam perlindungan publik. Masyarakat kini tidak hanya menuntut hukum, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk bertindak sendiri ketika negara gagal melindungi.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pembebasan Sanksi Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Resmi Berlaku 2 November 2026, Tanpa Perlu Ajukan Permohonan

Rano Karno Soroti Peran Gotong Royong dalam Solusi Ketahanan Kota di Depan Delegasi CityNet

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global
