Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Leo/Daniel Sumbang Emas Ketiga, Erick Thohir: Kritik ke Herdman Sudah Jadi Konsekuensi

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Leo/Daniel Sumbang Emas Ketiga, Erick Thohir: Kritik ke Herdman Sudah Jadi Konsekuensi
BAGIKAN:

Medali emas badminton Asian Games 2026 yang diraih pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi headline utama, sementara respons Ketua Umum PSSI Erick Thohir soal pelatih John Herdman turut menyita perhatian publik dalam 24 jam terakhir di kanal olahraga CNNIndonesia.com.

Pada final badminton yang berlangsung Selasa (29/9) sore WIB, Leo/Daniel harus bekerja keras sebelum akhirnya menghentikan perlawanan Liang Wei Keng/Wang Chang. Duel ketat ini berakhir dengan skor 19-21, 21-13, 21-18, memastikan trofi emas kembali ke tanah air. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan piala, melainkan penegasan dominasi bulu tangkis Indonesia di panggung Asia.

Persembahan Leo/Daniel ini otomatis mengerek total perolehan medali emas Indonesia menjadi tiga di ajang tersebut. Dua emas sebelumnya sudah lebih dulu masuk dari sektor yang sama, yakni tim badminton beregu putra, serta dari cabang angkat berat yang menyumbang prestasi lewat lifter Rahmat Erwin Abdullah. Konsistensi prestasi di sektor ganda putra menunjukkan kedalaman skuad yang bisa diandalkan hingga babak akhir.

Beralih ke sepak bola, sorotan tajam tertuju pada dinamika di dalam Timnas Indonesia. Imbangnya laga melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 memunculkan gelombang kritik keras, yang mayoritas disasarkan kepada pelatih kepala John Herdman. Situasi ini membuat posisi Herdman di garda depan tim nasional semakin terpojok di mata publik dan pengamat.

Menanggapi hal tersebut, Erick Thohir memberikan perspektif berbeda dengan menyebut kritik tersebut sebagai hal yang wajar dan inheren dalam dunia sepak bola. Di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (29/9), ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun pelatih di mana pun yang bebas dari sorotan pedas. "Kita lihat pelatih Thailand, pelatih Malaysia, pelatih Vietnam pasti juga penuh kritik. Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam, tapi itulah konsekuensi," ucap Erick. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan kemenangan dramatis Thailand atas Vietnam 2-0 yang memastikan mereka melaju ke final, menunjukkan betapa kerasnya persaingan di kejuaraan regional ini.

Analisis Redaksi

Ada dua narasi besar yang berjalan paralel namun kontras dalam pemberitaan olahraga nasional saat ini: kebangkitan prestasi di Asian Games dan ketegangan internal di federasi sepak bola. Keberhasilan Leo/Daniel membuktikan bahwa investasi panjang pada regenerasi atlet muda mulai membuahkan hasil signifikan di level internasional. Ini adalah sinyal positif bahwa pembinaan jangka panjang masih tetap efektif, berbeda dengan instabilitas yang sedang dialami PSSI.

Kritik terhadap John Herdman, meski disebut "kejam" oleh Erick Thohir, sebenarnya mencerminkan ekspektasi tinggi publik yang belum sepenuhnya terjawab oleh performa tim. Imbang melawan Malaysia dalam turnamen ASEAN Cup memang belum disikapi secara dramatis oleh manajemen, namun tekanan media dan sosial media telah menciptakan semacam efek domino yang bisa mempengaruhi moral tim jika tidak dikelola dengan baik. Erick seolah mencoba membuffer pelatih dengan membandingkannya dengan standar regional, sebuah strategi komunikasi yang bertujuan menstabilkan keadaan sebelum final dan fase berikutnya.

Ke depan, konsistensi Leo/Daniel di Asian Games dan kemampuan PSSI untuk memfilter kritik menjadi evaluasi objektif akan menentukan arah olahraga nasional. Publik menuntut prestasi, namun ketika hasil belum sebanding dengan anggaran dan ekspektasi, friksi antara pemain, pelatih, dan federasi akan terus muncul. Menjaga stabilitas psikologis pemain dan pelatih di tengah tekanan media adalah ujian sesungguhnya bagi kepemimpinan PSSI di bawah Erick Thohir saat ini.

Meow! Tanya Nesi!
😸