Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

ITDP Usul Konsep 'Kota 15 Menit' Berbasis Listrik, Targetkan Nol Emisi

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

ITDP Usul Konsep 'Kota 15 Menit' Berbasis Listrik, Targetkan Nol Emisi
BAGIKAN:

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) membeberkan hasil riset berjudul Compact City Electrified sebagai solusi strategis menekan polusi perkotaan. Riset ini menawarkan adopsi konsep "15 minutes city", di mana kebutuhan fasilitas publik, komersial, dan kesehatan dapat dijangkau warga hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda. Jika jarak tempuh lebih jauh, prioritas dialihkan ke transportasi publik, baru kemudian kendaraan pribadi jika transportasi massal tidak tersedia.

Southeast Asia Director ITDP, Gonggomtua Sitanggang, menegaskan bahwa inti dari konsep Compact City Electrified adalah transformasi total moda transportasi. "Kendaraan yang ada di kota tersebut berupa kendaraan listrik," ujar Gonggomtua dalam acara Evolution Indonesia Forum 2026, Rabu (30/9). Ini mencakup mobil pribadi hingga armada transportasi umum yang seluruhnya beralih ke tenaga listrik. Pendekatan ini dianggap kunci untuk mengubah lanskap mobilitas kota dari berbasis fosil menjadi rendah emisi.

Gonggomtua meyakini bahwa implementasi konsep ini akan mempercepat tercapainya target net zero emission pemerintah. Dampaknya tidak hanya pada regulasi industri, tetapi juga pada kontribusi langsung masyarakat dalam menekan laju perubahan suhu global di bawah 1,5 derajat Celcius. Keterkaitan antara tata ruang kota yang kompak dengan elektrifikasi kendaraan menjadi pondasi utama argumen ITDP dalam forum tersebut.

Penyampaian gagasan ini dilakukan dalam konteks agenda besar transisi energi nasional. CNN Indonesia menggelar Evolution Forum di Studio II Gedung Transmedia, Jakarta, dengan tema "Powering Indonesia's Future: Green Cars. Blue Skies". Acara ini dibuka oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, menandakan dukungan kementerian terhadap arah kebijakan transportasi hijau. Forum ini menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan langkah dalam membangun ekosistem mobilitas rendah emisi.

Dalam sesi kedua forum, diskusi diperdalam dengan melibatkan para ahli kunci, termasuk Iman Kartolaksono Reksowardojo dari Universitas Pertamina dan Achmad Rofiqi dari Periklindo. Mereka membahas bagaimana inovasi teknologi kendaraan listrik, biofuel, dan kebijakan pemerintah harus saling terhubung. Fokus diskusi mencakup kesiapan infrastruktur, peran industri, hingga pengembangan sumber energi terbarukan untuk memastikan transformasi transportasi hijau berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Analisis Redaksi

Gagasan "15 minutes city" yang dibeberkan ITDP sebenarnya bukan sekadar wacana tata kota, melainkan perubahan paradigma fundamental dalam perencanaan kota Indonesia. Selama ini, polusi di kota-kota besar dipicu oleh urban sprawl atau perluasan kota yang tak terkendali, memaksa warga menempuh jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi. Dengan memadatkan fungsi kota menjadi radius 15 menit jalan kaki, permintaan mobilisasi jarak jauh berkurang drastis. Hal ini membuat target elektrifikasi kendaraan lebih realistis karena volume kendaraan yang perlu diubah menjadi listrik akan lebih terukur dan efisien dari segi infrastruktur daya.

Yang perlu diwaspadai adalah kesenjangan antara wacana dan eksekusi infrastruktur. Menggantikan armada transportasi umum dan memfasilitasi kendaraan pribadi listrik membutuhkan biaya masif dan kesiapan jaringan kelistrikan. Jika pemerintah hanya berfokus pada insentif kendaraan tanpa merombak tata ruang kota agar lebih kompak, maka efek penurunan emisi akan minimal. Keberhasilan konsep ini sangat bergantung pada keberanian pemda dalam menegakkan zonasi ketat dan investasi masif pada transportasi publik massal, bukan sekadar mengandalkan kendaraan listrik individual.

Secara logis, langkah selanjutnya harus mengintegrasikan konsep Compact City Electrified ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) daerah. Forum Evolution Indonesia 2026 menjadi titik awal penting untuk menyelaraskan kebijakan industri (Kementerian Perindustrian) dengan kebijakan tata kota. Tanpa sinergi ini, kendaraan listrik hanya akan menambah beban listrik tanpa mengurangi jejak karbon secara signifikan karena jarak tempuh harian tetap tinggi. Kolaborasi multipihak yang dibahas dalam forum menjadi kunci sebelum regulasi spesifik diterbitkan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ