IHSG Diprediksi Menguat Ujar Analis, Waspadai Deraian Jual Menuju 5.850
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mampu mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (30/9), meski para analis menandai adanya risiko koreksi lanjutan yang masih membayangi pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Herdiyta Wicaksana, analis teknikal MNC Sekuritas, menegaskan bahwa posisi indeks masih membuka ruang untuk naik. Dalam riset hariannya, ia mengidentifikasi struktur pergerakan di mana IHSG berada pada bagian wave c dari wave (y). Herditya memperkirakan indeks berpeluang menguji area 6.152-6.196. Namun, peringatan keras ia sampaikan terkait potensi koreksi lanjutan yang bisa membawa indeks turun ke rentang 5.850-5.946.
Dia memetakan level support di 6.041 dan 5.984, sementara resistance berada di 6.297 dan 6.419. Herditya merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni BBCA, ICBP, MBMA, dan UNTR. Pendapat serupa datang dari Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas, yang melihat indeks berpeluang mengakhiri tren turun jangka pendek setelah mengalami rebound usai menyentuh area support 6.015-6.029 pada perdagangan kemarin.
"Jika penutupan harian IHSG tetap berada di atas 6.015, indeks diperkirakan segera mengakhiri tren turun jangka pendek dan berpeluang menguat menuju 6.423 atau lebih tinggi," ujar Ivan. Ia memprediksi pergerakan indeks hari ini dengan level support 6.015, 5.850, dan 5.607 serta resistance 6.258, 6.423, 6.552, dan 6.712. Ivan merekomendasikan saham AMRT dan TLKM sebagai pilihan.
Secara fundamental, IHSG ditutup di level 6.121 pada perdagangan Selasa (29/9) sore. Indeks melemah 26,15 poin atau minus 0,43 persen. Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi investor mencapai Rp13,15 triliun dengan volume perdagangan 38,28 miliar saham. Pada penutupan tersebut, tercatat 303 saham menguat, 373 terkoreksi, dan 118 stagnan.
Analisis Redaksi
Munculnya dua pandangan teknikal yang sama-sama melihat peluang penguatan, namun dengan level resistance dan support yang berbeda, menunjukkan bahwa pasar sedang berada di titik jeda atau konsolidasi. Herditya melihat potensi penguatan terbatas menuju 6.196 dengan risiko koreksi dalam ke 5.850, sementara Ivan melihat momentum rebound yang lebih agresif menuju 6.423. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa volatilitas pasar tetap tinggi dan para pelaku pasar memiliki ekspektasi yang beragam terhadap arah pergerakan indeks berikutnya.
Yang perlu diwaspadai adalah konsistensi pelemahan pada perdagangan sebelumnya, di mana jumlah saham yang terkoreksi (373) jauh melampaui yang menguat (303). Meskipun nilai transaksi tetap solid di Rp13,15 triliun, dominasi tekanan jual menunjukkan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Jika IHSG gagal menembus resistance 6.297 secara meyakinkan, skenario koreksi lanjutan ke area 5.850-5.946 yang diprediksi Herditya menjadi sangat realistis.
Langkah logis selanjutnya bagi investor adalah menunggu konfirmasi arah pergerakan pada sesi perdagangan hari ini, khususnya pada area penutupan. Pemutusan waduh di atas 6.015 menjadi krusial untuk memastikan akhir dari tren turun jangka pendek. Sementara itu, diversifikasi ke saham-saham yang direkomendasikan seperti BBCA, ICBP, atau AMRT dapat menjadi strategi defensif untuk mengantisipasi fluktuasi pasar yang masih dinamis.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 1,13 Persen pada Oktober 2026, Hortikultura Jadi Penopang Utama

Bahlil Lahadalia Dorong Hilirisasi Logam Tanah Jarang ala China untuk Kuatkan Tawar Indonesia

Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekaar Drastis Jadi 8 Persen, Subsidi Rp2,6 Triliun Disediakan
