Api di Gunung Bancak Magetan Padam, Fokus Tim Gabungan Beralih ke Lahan 200 Hektare di Kaki Ijen
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur mengalami pergeseran signifikan setelah kobaran api di kawasan Gunung Bancak , Kabupaten Magetan, berhasil diredakan sepenuhnya.
- Keberhasilan ini langsung memicu penggeseran seluruh kekuatan tim gabungan ke lokasi lain yang lebih kritis, yakni Kaki Gunung Ijen.
- Fokus kini tertuju pada Kawah Ilalang di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.
Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur mengalami pergeseran signifikan setelah kobaran api di kawasan Gunung Bancak, Kabupaten Magetan, berhasil diredakan sepenuhnya. Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengonfirmasi bahwa lima hektare lahan yang hangus di area tersebut sudah tidak lagi memancarkan titik api maupun kepulan asap sejak pukul 10.20 WIB pada Selasa (29/9). Keberhasilan ini langsung memicu penggeseran seluruh kekuatan tim gabungan ke lokasi lain yang lebih kritis, yakni Kaki Gunung Ijen.
Fokus kini tertuju pada Kawah Ilalang di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Di sana, petugas gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Perhutani, hingga BKSDA Kawah Ijen tengah berjuang keras menjinakkan sisa api di area Petak 87A-B dan C-88, Dusun Curah Macan. Medan terjal serta embusan angin kencang menjadi rintangan utama yang membuat upaya pemadaman manual menjadi sangat sulit. Petugas harus bergerak lincah di antara vegetasi kering yang sewaktu-waktu bisa memicu percikan api baru.
Akar masalah kebakaran di Bondowoso diketahui bermula dari lahan ladang warga sejak Minggu (27/9). Kondisi cuaca yang kering mempercepat rambatan api hingga memperluas dampak menjadi kurang lebih 200 hektare. Angka ini menjadi skala kerusakan yang jauh lebih masif dibandingkan kejadian di Magetan yang hanya menimpa 5 hektare. Gatot Soebroto menegaskan bahwa besaran dampak ini sedang didata dengan cermat oleh tim di lapangan untuk memastikan tidak ada lonjakan area terdampak baru.
Koordinasi intensif terus dilakukan oleh BPBD Jatim bersama pemerintah daerah untuk memantau pergerakan api. Personel tetap disiagakan di lokasi-lokasi yang masih rawan untuk mencegah api menjalar ke area permukiman atau ekosensi sensitif lainnya. Dengan padamnya api di Magetan, seluruh sumber daya logistik dan personel kini terpusat di Bondowoso, menciptakan konsentrasi kekuatan yang diharapkan dapat memotong jalur api sebelum menyebar lebih jauh ke lereng Ijen.
Keberhasilan memadamkan api di satu titik sekaligus meningkatkan tekanan di titik lain menunjukkan dinamika penanganan karhutla yang kompleks. Kondisi vegetasi di kaki gunung yang kini menjadi pusat perhatian menuntut kecepatan respons dari tim lapangan. Warga di sekitar Desa Kalianyar diimbau waspada terhadap potensi debu atau asap ringan yang mungkin masih tersisa akibat proses pendinginan lahan yang terbakar.
Analisis Redaksi
Pergeseran fokus dari Magetan ke Bondowoso menandai fase kritis dalam penanganan kebakaran lintas wilayah pegunungan Jawa Timur. Data perbedaan luas dampak, yaitu 5 hektare versus 200 hektare, mengindikasikan bahwa medan di Bondowoso memiliki kerentanan yang jauh lebih tinggi, kemungkinan besar karena kontur lahan ladang yang terjal dan aksesibilitas yang terbatas bagi armada pemadaman besar. Ini bukan sekadar soal padamkan api, tapi soal mengelola risiko sekunder seperti longsor tanah yang terbakar.
Angka 200 hektare tersebut jika benar terkonfirmasi akan menjadi salah satu titik kebakaran terbesar di kawasan Ijen dalam beberapa tahun terakhir. Dampak ekologis terhadap keanekaragaman hayati di kaki Gunung Ijen perlu diwaspadai. Langkah logis selanjutnya adalah pembekalan tim dengan peralatan pemadaman jarak jauh atau water bombing jika akses darat memang sudah tidak memungkinkan di petak-petak yang terjal. Pemerintah daerah harus memastikan data final kerugian lahan segera dikeluarkan untuk keperluan pemulihan dan kompensasi bagi petani yang terdampak.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pembebasan Sanksi Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Resmi Berlaku 2 November 2026, Tanpa Perlu Ajukan Permohonan

Rano Karno Soroti Peran Gotong Royong dalam Solusi Ketahanan Kota di Depan Delegasi CityNet

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global
