An Se Young Kejar Rekor Susy Susanti, Lawan Akane Yamaguchi di Final Asian Games 2026
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

An Se Young melangkah semakin dekat untuk menyamai warisan legendaris Susy Susanti dengan mengantongi tiket final tunggal putri Asian Games 2026. Langkah ini ditempuh setelah ia menumpaskan perlawanan Chen Yufei di babak semifinal dengan skor telak 21-5 dan 21-12. Pertandingan yang berlangsung pada Senin (28/9) itu menjadi penentu perjalanan bintang Korea Selatan tersebut menuju partai puncak yang akan hadapi Akane Yamaguchi dari Jepang, Selasa (29/9).
Kemenangan ini bukan sekadar soal melaju ke final. Bagi An Se Young, setiap poin yang dikumpulkan kini menjadi batu bata menuju rekor gelar juara terbanyak yang saat ini masih didominasi oleh legenda Indonesia, Susy Susanti. Sesuai catatan The Chosun Daily, Susy memegang rekor tersebut dengan koleksi 46 gelar juara yang diraih sepanjang masa aktifnya. An Se Young kini sedang memburu angka tersebut, menjadikan setiap kemenangan sebagai fondasi untuk melampaui catatan sejarah bulutangkis Asia.
Konsistensi pemain nomor satu dunia itu tercermin dari statistik musim berjalan. Kalah hanya satu kali, An Se Young justru membukukan 55 kemenangan. Kekalahan tersebut bahkan datang di tengah rentetan 39 kemenangan beruntun yang baru saja ia putuskan atau amankan sebelum semifinal ini. Angka 39 kemenangan beruntun tersebut memperlihatkan betapa sulitnya menghentikan gerakannya di lapangan, sebuah dominasi yang langka di kancah kompetitif.
Jika menang di final nanti, An Se Young akan mencatatkan back to back medali emas Asian Games. Di edisi 2022, ia sudah membuktikan kualitasnya dengan mengalahkan Chen Yufei dalam tiga gim yang dramatis, skor 21-18, 17-21, 21-8. Sejarah itu menjadi bekal mental yang kuat. Kini, menghadapi Akane Yamaguchi, ia memiliki kepercayaan diri penuh untuk mengunci trofi pertamanya di Asian Games 2026 dan terus mengejar jejak Susy Susanti.
Dampak dari dominasi An Se Young ini terasa bagi para pesaing, terutama Akane Yamaguchi. Menatap pertandingan Selasa nanti, Yamaguchi tidak hanya berlaga untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi pembatas utama bagi ambisi Korea Selatan. Setiap pukulan An Se Young kini dibaca cermat oleh lawan-lawan, karena mereka tahu sedang berhadapan dengan mesin kemenangan yang beroperasi dengan presisi tinggi. Pertahanan Yamaguchi akan diuji kemampuannya dalam menekan tekanan psikologis menghadapi pemain dengan statistik selangit ini.
Analisis Redaksi
Rekor Susy Susanti yang bertahan selama puluhan tahun kini menunjukkan tanda-tanda akan pecah oleh dominasi An Se Young. Konsistensi statistik musim ini, dengan rasio kemenangan yang sangat tinggi, mengindikasikan bahwa An bukan sekadar sedang fase bagus, melainkan telah masuk ke level performa elite yang stabil. Jika ia mampu mempertahankan performa level semifinal ke partai final, rekor 46 gelar Susy Susanti akan tergusur dalam hitungan bulan atau tahun, menandai pergeseran dinasti dalam Asian Games.
Yang perlu diwaspadai adalah pola permainan An Se Young yang cenderung monoton dalam cara unggul, yaitu melalui penindasan agresif di gim-gim awal. Lawan seperti Akane Yamaguchi, yang dikenal memiliki pertahanan solid, harus memecah ritme tersebut. Secara logis, keberhasilan An di final 2026 akan bergantung pada seberapa cepat ia beradaptasi jika Yamaguchi mampu menyulitkan di gim pembuka. Kekuatan mental untuk menjaga konsistensi di tengah tekanan final adalah kunci yang akan membedakan sekadar juara biasa dari legenda baru.

