Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Stallone Akui Bulimia dan Ketergantungan Steroid Demi Tubuh Rocky, Alami 9 Operasi Punggung

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Stallone Akui Bulimia dan Ketergantungan Steroid Demi Tubuh Rocky, Alami 9 Operasi Punggung
BAGIKAN:

Sylvester Stallone resmi mengakui penggunaan steroid dan mengalami bulimia parah saat membentuk tubuh untuk waralaba film Rocky. Bintang ikonik Hollywood ini membuka tabir gelap di balik kesuksesan kariernya melalui wawancara eksklusif dengan New York Times sebagai promosi memoar terbarunya, The Steps. Akuntabilitas ini menjadi pengakuan jujur yang jarang diberikan aktor sekelasnya tentang korban fisik dan psikologis di balik citra kelihaian fisiknya yang legendaris di era 1980-an.

Pengakuan tersebut menyingkap sisi kelam perjuangan seorang legenda. Stallone menjelaskan bahwa obsesi terhadap bentuk tubuh yang ia rancang menyerupai macan tutul lincah berubah menjadi gangguan makan bulimia. Kadar lemak tubuhnya anjlok drastis menjadi 2,6 persen saat syuting Rocky III, memaksanya tidak bisa menahan makanan di dalam perut demi mempertahankan angka tersebut. Ia menegaskan bahwa tanpa bantuan bahan kimia, tidak ada atlet atau aktor yang mampu mencapai dimensi fisik ekstrem seperti yang ia tampilkan di layar lebar.

Pengakuan ini tidak berdiri sendiri tanpa dampak jangka panjang yang signifikan. Akibat penyalahgunaan obat dan latihan fisik di luar batas, aktor berusia 80 tahun ini menanggung kerusakan struktural yang permanen. Ia menyebutkan telah menjalani sembilan operasi punggung, dua operasi bahu, dan tiga kali penyambungan tulang leher yang kini hanya ditahan oleh kawat. Pernyataan ini mengoreksi narasi romantis tentang dedikasi aktor yang sering kali mengabaikan realitas medis di balik ketahanan fisik.

Stallone menekankan bahwa penggunaan steroid dilakukan dengan protokol spesifik, yakni enam minggu pakai dan enam minggu jeda. Ia membantah klaim bahwa bentuk tubuh tersebut bisa dicapai secara alami, sekaligus mengakui dampak buruknya yang tidak bisa dihindari. Transparansi ini penting untuk memahami bahwa standar estetika tubuh di industri film aksi Hollywood pada masa itu menuntut harga yang sangat mahal bagi kesehatan fisik pengaktornya.

Memoar The Steps menjadi wadah untuk mendokumentasikan perjalanan tersebut secara utuh. Dengan membuka catatan kesehatan pribadinya, Stallone memberikan gambaran nyata tentang bagaimana tekanan untuk mempertahankan citra fisik dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik secara serius. Langkah ini menunjukkan kesadaran bahwa sejarah film sering kali menyembunyikan korban di balik kesuksesannya.

Analisis Redaksi

Pengakuan Stallone menyoroti standar industri hiburan yang sering mengabaikan kesehatan mental dan fisik aktor demi kesempurnaan visual di layar. Dalam era ketika fitness budaya dan obat penambah performa semakin populer, narasi tentang ketergantungan pada chemical substance perlu mendapat perhatian serius. Ini bukan sekadar cerita pribadi, melainkan peringatan keras tentang batas antara profesionalisme dan penyalahgunaan yang merusak.

Bagi publik dan penggemar, hal ini mengubah persepsi tentang ikonikitas fisik Stallone. Ia bukan sekadar manusia super, melainkan seseorang yang membayar harga tinggi untuk mempertahankan mitos. Ini penting agar generasi penerus memahami bahwa di balik performa di layar, ada dampak kesehatan nyata yang sering tidak terlihat secara langsung.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸