Harga Emas Antam Turun Rp16 Ribu ke Rp2,597 Juta per Gram Hari Ini
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan Senin (28/9). Angka terbaru dari Harga Emas Hari Ini menunjukkan level Rp2,597 juta per gram untuk ukuran dasar 1 gram, sebuah pelemahan dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Penurunan ini terkonfirmasi lewat data di situs Logam Mulia Antam. Selisihnya mencapai Rp16 ribu dari harga pada Minggu (27/9) yang saat itu berada di level Rp2,613 juta per gram. Tren melemah ini juga diikuti oleh harga pembelian kembali atau buyback emas Antam. Angka buyback hari ini turun serupa sebesar Rp16 ribu, menjadi Rp2,422 juta per gram dari posisi perdagangan sebelumnya di level Rp2,438 juta per gram.
Dengan pergeseran angka tersebut, selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini berada di kisaran Rp175 ribu per gram. Celah ini penting bagi investor yang berencana melakukan transaksi, baik untuk pembelian awal maupun pengembalian ke perusahaan. Di sisi lain, pasar emas dalam negeri tidak hanya didominasi Antam. Berdasarkan data HRTA Gold, harga emas BSI Gold ukuran 1 gram hari ini berada di level Rp2,444 juta, dengan harga buyback yang dipatok di Rp2,315 juta.
Untuk perbandingan, harga alternatif dari platform lain juga menunjukkan variasi. Berdasarkan situs Galeri24, harga emas Galeri24 dijual di angka Rp2,549 juta per gram. Sementara itu, emas berlogo UBS dibanderol lebih tinggi pada posisi Rp2,573 juta per gram. Perbedaan harga antar-brand ini wajar terjadi karena masing-masing memiliki margin biaya produksi dan distribusi yang berbeda.
Antam juga merilis daftar lengkap harga untuk pecahan gramase besar yang berlaku Senin, 28 September. Untuk ukuran 500 gram, harga dasar jual tercatat Rp1.188.000.000 dengan harga buyback Rp1.151.500.000. Untuk ukuran 1.000 gram, harga jualnya mencapai Rp2.376.000.000 dengan harga buyback Rp2.303.000.000. Angka-angka ini belum termasuk pajak, sehingga konsumen harus menghitungkan biaya tambahan saat transaksi nyata.
Analisis Redaksi
Penurunan tipis harga emas ini mencerminkan koreksi pasar yang moderat, bukan panik jual. Pergerakan Rp16 ribu per gram dalam sehari masih dalam ambang normal volatilitas harian, menunjukkan bahwa sentimen global terhadap aset safe haven sedang dalam fase konsolidasi. Konsistensi celah jual-buyback di kisaran Rp175 ribu menjadi indikator biaya transaksi yang stabil bagi investor jangka pendek.
Yang perlu diwaspadai adalah jika tren pelemahan ini berlanjut ke minggu depan. Biasanya, koreksi harga emas lokal sering kali mengikuti pergerakan dolar AS terhadap mata uang regional serta fluktuasi harga emas spot global. Investor disarankan untuk tetap memantau data inflasi dan keputusan suku bunga bank sentral sebagai faktor pemicu utama pergerakan emas ke depannya.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BEI Catat 23 UKM Siap IPO di 2027 Setelah Ikuti Program Pendampingan

Rapat Koordinasi Kemenko Perekonomian Bahas Percepatan Implementasi Kredit Perempuan Prasejahtera dan Penurunan Bunga Pinjaman

BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Pasar Diprediksi Stabil Tanpa Gejolak
