Vincent Rompies Nyamar Jadi Kru Gitar Sheila On 7 di Pestapora 2026, Erros Candra Cibir Hal itu
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Vincent Rompies memilih tampil di balik layar panggung saat Sheila On 7 menggebrak Pestapora 2026. Ia menyamar sebagai kru gitar Erros Candra, gitaris utama band tersebut, dalam aksi spontan yang terekam kamera dan viral di media sosial. Presenter dan personel Clubeighties itu tidak datang sebagai penonton biasa, melainkan menyatu dengan tim teknis di belakang panggung. Kehadirannya yang tiba-tiba membuat suasana kerja di balik tirai panggung mendadak hidup.
Aksi ini pertama kali terungkap lewat unggahan Instagram Erros Candra. Ia membagikan cuplikan video yang menunjukkan Vincent mengenakan pakaian serba hitam dan topi merah, berdiri di antara para kru panggung. Erros menyertakan candaan yang membalas ketekunan Vincent dalam membantu teknis band. "Pantesan @reynaldmicm tiba2 jadi berisi badannya.. thank u @vincentrompies ..tak kabarin next stage dimana," tulis Erros dalam unggahan yang dikutip pada Minggu (27/9). Kalimat tersebut menegaskan bahwa Vincent benar-benar aktif membantu kru gitar, bukan sekadar berpose.
Keterlibatan Vincent dalam dunia musik memang bukan hal baru. Sebagai salah satu personel Clubeighties, ia rutin berinteraksi dengan berbagai figur dan aktivitas di industri hiburan. Namun, kemunculan sebagai bagian dari kru teknis Sheila On 7 menunjukkan sisi lain dari dedikasinya. Ia tidak hanya hadir sebagai sesama musisi, tetapi turut meringankan beban kerja tim panggung di tengah jadwal festival yang padat.
Sheila On 7 tampil di hari kedua Pestapora 2026, tepatnya pada Sabtu (26/9). Festival musik tahunan tersebut kini memasuki hari penyelenggaraan terakhir, Minggu (27/9). Gelaran ini berlangsung di Gambir Expo dan Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta, dengan atmosfer yang terus memanas dari hari ke hari. Peran sebagai musisi senior tetap terasa dalam kolaborasi di balik layar yang terjalin antara sesama figur hiburan.
Pestapora tahun ini menghadirkan sekitar 330 musisi yang tersebar di 19 area pertunjukan selama tiga hari penuh. Berbagai kolaborasi lintas generasi turut mewarnai panggung-panggung tersebut. Momen kebersamaan seperti yang dilakukan Vincent menjadi bagian dari dinamika ekosistem festival yang melibatkan para pelaku industri secara langsung dan personal.
Analisis Redaksi
Aksi Vincent Rompies ini lebih dari sekadar hiburan di balik panggung. Ini menandai erosi batas antara figur publik dan operasional teknis di festival modern. Ketika musisi berstatus senior secara sukarela membantu kru, itu mengirimkan pesan kuat tentang solidaritas antar pemain. Hal ini kontras dengan tren eksklusivitas yang sering terlihat di festival besar lainnya.
Langkah Erros Candra mempublikasikan momen tersebut juga cerdas secara strategis. Ia mengubah interaksi internal tim menjadi konten publik yang engaging. Ini menunjukkan hubungan sehat antara musisi dan personel panggung yang kini bisa menjadi aset komunikasi. Publik mendapatkan sisi manusia dari industri musik yang sering kali tersembunyi di balik spotlit.
Ke depan, kolaborasi lintas peran seperti ini bisa menjadi model baru manajemen festival. Memanfaatkan figur berpengaruh untuk membantu alur teknis bukan hanya menghemat sumber daya, tetapi juga membangun ikatan komunitas yang lebih kuat. Hal ini akan relevan seiring festival musik Indonesia terus berevolusi secara skala dan kompleksitas.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
