Trump Tolak Usulan Iran Buka Selat Hormuz, Araghchi Tegaskan Tak Akan Mundur

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Trump Tolak Usulan Iran Buka Selat Hormuz, Araghchi Tegaskan Tak Akan Mundur
BAGIKAN:

Donald Trump secara tegas menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan menyebut tawaran tersebut "tidak dapat diterima." Penolakan ini diutarakan langsung oleh Presiden Amerika Serikat itu ketika ditanya oleh wartawan mengenai sikap Washington terhadap penawaran terbaru yang diajukan Teheran, seperti dikutip dari CNN.

Dua minggu setelah perjanjian awal yang rapuh, Trump menyatakan bahwa meskipun ia menyukai pembuatan kesepakatan, kondisi yang ditawarkan Iran sekarang tidak memenuhi standar. Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, memang sempat mengumumkan bahwa Teheran telah mengajukan tawaran baru, termasuk pembukaan jalur perairan vital dan perundingan lanjutan, dengan imbalan AS memenuhi tuntutan lama.

Secara spesifik, usulan ini mencakup dimulainya lagi perundingan antarkedua negara. Araghchi menjelaskan bahwa tuntutan tersebut "tidak lebih" dari apa yang tercantum dalam Nota Kesepahaman (MoU) AS-Iran yang ditandatangani pada Juni lalu. Kesepakatan awal itu sebenarnya memuat pelonggaran sanksi, pencairan aset, dan penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon, namun gagal bertahan di tengah meletusnya kembali pertempuran.

Situasi menjadi semakin tegang karena Trump justru menjadi pihak yang menggagalkan harapan tersebut. "Saya menolak usulan mereka (Iran). Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka selat itu karena mereka sedang mengalami kerugian besar," kata Trump. Ia menambahkan bahwa proposal itu memang soal kesepakatan, tapi bentuknya tidak bisa diterima.

Menanggapi penolakan publik tersebut, Araghchi menyatakan dalam pernyataannya di Telegram pada Sabtu bahwa Iran sudah mengetahui reaksi Trump. Diplomat Iran itu menegaskan akan menunggu tanggapan resmi AS melalui pihak penengah sebelum mengambil langkah lebih jauh. "Peluang pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada dipenuhinya syarat-syarat yang diajukan Iran. Kami tidak akan mundur dari syarat-syarat tersebut," tegasnya.

Analisis Redaksi

Tolak terusan Trump menunjukkan bahwa Washington memandang situasi ekonomi Iran yang memburuk sebagai kerentanan strategis, bukan sebagai titik tekan untuk negosiasi. Penolakan terhadap MoU yang sudah ditandatangani sebelumnya menandakan ada pergeseran kebijakan yang tajam: AS tidak ingin membayar "harga damai" yang dianggap terlalu mahal saat medan pertempuran belum sepenuhnya dingin. Ini bukan sekadar soal Selat Hormuz, tapi tentang siapa yang memegang kendali atas agenda keamanan kawasan.

Yang perlu diwaspadai adalah jeda waktu di mana Iran kini menunggu respons resmi AS. Jika jeda ini berlarut tanpa mediasi efektif dari pihak ketiga, risiko eskalasi militer kembali menjadi lebih tinggi. Pernyataan Araghchi bahwa Iran "tidak akan mundur" mengindikasikan bahwa jalur diplomasi murni saat ini sedang buntu. Keluaran logis dari situasi ini bisa berupa pembekuan status quo yang berbahaya, atau justru percepatan aliansi pertahanan alternatif bagi Teheran yang mencari pengaman di luar jalur bilateral dengan Washington.

Meow! Tanya Nesi!
😸