Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Rizki Juniansyah Gagal Tampil di Asian Games 2026 Usai CAS Tolok Banding Skorsing IWF

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Rizki Juniansyah Gagal Tampil di Asian Games 2026 Usai CAS Tolok Banding Skorsing IWF
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Rizki Juniansyah, peraih medali emas Olimpiade dan juara dunia angkat besi, resmi absen dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
  • Penegasan ini terlanjur dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh PABSI, NOC Indonesia, dan Rizki Juniansyah.
  • Alur kronologi kejadian yang mereka paparkan mengkonfirmasi bahwa halangan atlet Indonesia datang dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Rizki Juniansyah, peraih medali emas Olimpiade dan juara dunia angkat besi, resmi absen dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Penegasan ini terlanjur dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh PABSI, NOC Indonesia, dan Rizki Juniansyah. Alur kronologi kejadian yang mereka paparkan mengkonfirmasi bahwa halangan atlet Indonesia datang dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF). Sebelum gelaran multi-cabang tersebut dimulai, IWF menjatuhkan skorsing sementara kepada Rizki terkait dugaan pelanggaran protokol pelaporan lokasi.

Pelanggaran ini bukan soal konsumsi zat terlarang, melainkan kegagalan pelaporan ketersediaan diri untuk tes doping di luar kompetisi. Akibat status skorsing ini, Rizki kehilangan hak tampil di Asian Games. Ia dan pihak terkait sempat menempuh jalur hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) demi membalikkan keputusan tersebut dan memaksakan diri tetap ikut bertanding.

Namun harapan tersebut pupus. Proses banding ditolak, menutup pintu kesempatan bagi Rizki untuk membela Merah Putih di Nagoya. Kini, fokus beralih ke proses pemeriksaan lanjutan di CAS. Pernyataan resmi menegaskan, "Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menolak untuk mencabut skorsing sementara yang dijatuhkan Federasi Angkat Besi Internasional. Dampaknya, Rizki tidak akan berpartisipasi di Asian Games Aichi-Nagoya."

Pernyataan itu juga memberi penekanan penting. Skorsing ini murni langkah prosedural, menunggu hasil pemeriksaan dugaan kegagalan pelaporan lokasi. Keputusan ini bukan vonis bahwa Rizki telah melanggar aturan anti-doping. "Kasus ini tidak melibatkan zat terlarang. Rizki juga tidak pernah memiliki hasil tes positif dalam kariernya, termasuk dalam pemeriksaan doping terakhirnya pada Agustus 2026," lanjut rilis tersebut.

Rizki sendiri menyanggah tuduhan yang dialamatkan padanya. Ia berencana membela diri di hadapan sidang CAS dengan dukungan penuh dari PABSI dan NOC Indonesia. Ketiga pihak menyatakan hormat terhadap keputusan CAS dan mengikat diri untuk bekerja sama sepenuhnya dalam proses anti-doping yang sedang berlangsung. "Kami menyayangkan bahwa Rizki, juara Olimpiade dan juara dunia, tidak bisa mewakili Indonesia di Nagoya. Kami berterima kasih pada tim, federasi, dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang ada," tutup pernyataan tersebut.

Analisis Redaksi

Kegagalan ini menyorot kerapuan sistem pengawasan anti-doping di luar arena kompetisi. Bagi publik, ketiadaan "hasil tes positif" adalah poin pembelaan yang kuat, namun tidak cukup untuk menghentikan skorsing sementara di sisi yuridis CAS. Ini adalah peringatan keras bahwa kepatuhan administratif setara pentingnya dengan performa teknis di atas panggung. Bagi PABSI dan NOC, ini menjadi pekerjaan rumah besar dalam menjamin kepatuhan protokol seluruh atletnya.

Untuk Rizki, ini adalah ujian karier yang tidak menyenangkan. Sebagai juara Olimpiade, beban ekspektasi sangat tinggi. Kekalahan di meja hijau sebelum masuk ke angkat besi ini bisa mengganggu momentum psikologis menuju event puncak berikutnya. Logis untuk berasumsi bahwa jika proses investigasi di CAS berlanjut dan terbukti Rizki tidak sengaja melakukan kesalahan pelaporan, pintu untuk event internasional berikutnya masih terbuka.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ