⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Haaretz: Netanyahu dan Trump Hancurkan Relasi Israel-AS ke Titik Terendah

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Haaretz: Netanyahu dan Trump Hancurkan Relasi Israel-AS ke Titik Terendah
BAGIKAN:

Editorial Haaretz, media terkemuka Israel, memvonis bahwa kolaborasi kebijakan antara Benjamin Netanyahu dan Donald Trump telah merobek fondasi hubungan strategis Tel Aviv-Washington. Surat kabar ini menegaskan bahwa posisi Israel di mata Amerika kini ambruk ke titik nadir yang belum pernah tercatat dalam sejarah.

"Siapa pun yang memantau sepak terjang Israel dan hubungannya dengan negara-negara lain, khususnya Amerika Serikat, selama bertahun-tahun telah memperingatkan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan strategis Israel dengan sekutu terpentingnya," tulis Haaretz pada Jumat. Editori tersebut menyebut kerusakan akibat ulah Netanyahu dan pemerintahannya telah membawa hubungan bilateral ini ke dasar terdalam.

Alasan utamanya bukan sekadar geopolitik. Haaretz menyinggung "campur tangan terang-terangan" Israel dalam politik Amerika demi mendukung Trump dan Partai Republik. Langkah ini berbuah pahit: anjloknya posisi Israel di kalangan Partai Demokrat. Lebih mengejutkan, penolakan keras kini meluas ke kubu Republik (GOP). Menurut Haaretz, pemerintahan Netanyahu, Menteri Keamanan Itamar Ben-Gvir, dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich telah membuat citra Israel di mata GOP merosot drastis dalam dua tahun terakhir.

Ada faktor pemicu lain yang membuat para pendukung setia Israel pun murka. Konflik dengan Iran yang memicu lonjakan harga bahan bakar, kekerasan terhadap warga Palestina oleh pemukim ekstremis, serta dampak buruk pada komunitas Kristen di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Jajak pendapat di AS dalam beberapa bulan terakhir mengonfirmasi tren negatif ini: pandangan positif terhadap Israel, terutama dari kelompok muda, menunjukkan penurunan tajam dan luar biasa.

Haaretz menekankan bahwa pidato bombastis Netanyahu di Majelis Umum PBB tidak sanggup menutupi kenyataan suram tersebut. Setiap warga Israel, menurut surat kabar itu, wajib memahami betapa buruknya citra negara mereka di mata publik Amerika. Implikasi ini bukan sekadar soal ego, melainkan mengancam masa depan hubungan kedua negara yang telah terjalin puluhan tahun.

Analisis Redaksi

Dua puluh tahun mengawal isu Timur Tengah, saya melihat pola yang jelas: hubungan Israel-AS bukan lagi berdasarkan "kepentingan strategis semata" tapi terikat pada sentimen politik domestik AS. Ketika Netanyahu memilih bersekutu dengan Trump secara eksplisit, ia mengorbankan basis mayoritas di Kongres dan publik AS, khususnya generasi muda yang kini mendominasi wacana kebijakan luar negeri. Ini harga mahal yang harus dibayar, dan konsekuensinya adalah isolasi diplomatik yang semakin nyata.

Yang perlu diwaspadai: erosi kepercayaan ini bukan sementara. Bahkan di GOP, nama-nama seperti Ben-Gvir dan Smotrich telah menjadi titik negatif. Ini sinyal berbahaya bagi Tel Aviv. Jika tren jajak pendapat terus anjlok, di masa depan, setiap konflik baru dengan Iran atau eskalasi di Tepi Barat akan sulit mendapat dukungan logistik atau lobi politik di AS. Langit mendung, bukan lagi cerah.

Langkah logis berikutnya? Netanyahu harus segera membasuh citra ekstremis. Tanpa perubahan narasi dan tindakan, "sekutu terpenting" bisa berubah menjadi beban politik bagi Washington. Dan bagi publik Israel, peringatan Haaretz bukan omong kosong: ini saatnya merebut kembali hati Amerika, atau kehilangan pengaruh terkuat mereka selamanya.

Meow! Tanya Nesi!
😸