Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Fajar/Fikri Kunci Tiket Semifinal, Incar Emas di Asian Games 2026

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Fajar/Fikri Kunci Tiket Semifinal, Incar Emas di Asian Games 2026
BAGIKAN:

Gelar Asian Games 2026 kini makin mendekati puncak ketegangan ketika Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil mematahkan perlawanan pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk dan Ki Dong Ju, untuk melaju ke babak semifinal nomor ganda putra.

Duel sengit tersebut tidak hanya sekadar soal peringkat, melainkan ujian kualitas teknis yang sesungguhnya. Fajar/Fikri harus bermain habis-habisan lewat sistem tiga gim yang berakhir dengan skor 21-14, 20-22, 21-14. Kemenangan ini langsung mengunci posisi mereka di babak empat besar dan memastikan satu pucuk medali sudah menggantungi leher duo ini.

Reaksi Fajar langsung menunjukkan mentalitas petinju. Ia mengakui kesulitan menghadapi tim Korea Selatan yang sering kali jadi lawan berat dalam beberapa pertemuan terakhir. “Alhamdulillah bersyukur diberikan kemenangan hari ini. Selalu tidak mudah melawan pasangan Korea, kami beberapa kali bertemu dan memang cukup sulit,” ucap Fajar seperti dikutip dari rilis PBSI. Ia menegaskan tekadnya untuk tidak berpuas diri meski medali sudah aman.

Tren positif ini mengulang mimpi buruk manisnya di Asian Games Jakarta 2018. Saat itu, Fajar pulang membawa dua medali perak. Kini, ia dan Fikri menargetkan upgrade status tersebut menjadi emas. Fajar menyatakan, “Kemarin sudah upgrade medali di beregu, sekarang ingin upgrade medali di perorangan setelah di Asian Games Jakarta 2018 saya mendapat dua perak. Sekarang inginnya dua emas.”

Fikri, yang menjalani debut di ajang Asian Games ini, punya ambisi serupa. Ia mengaku belum puas meski telah meraih dua medali, karena laga perorangan belum tuntas. “Untuk saya pribadi sangat senang bisa mendapatkan medali lagi untuk Indonesia. Ini Asian Games pertama saya dan berhasil dapat dua medali tapi juga belum puas karena pertandingan belum selesai,” tutur Fikri. Ia berharap bisa menyamakan warna medali perorangan dengan raihan di sektor beregu.

Analisis Redaksi

Langkah ke semifinal ini bukan sekadar progres teknis, melainkan penegasan dominasi ganda putra Indonesia di panggung Asia. Kemampuan Fajar/Fikri untuk membalikkan keadaan di gim ketiga setelah kalah di gim kedua menunjukkan kedewasaan taktikal yang krusial. Di level tertinggi, selisih poin tipis sering kali menjadi pembunuh diam yang membuat banyak pasangan juara pulang dengan tangan kosong.

Target “dua emas” yang dilontarkan kedua pemain memiliki risiko psikologis tinggi. Tekanan publik dan ekspektasi dari catatan sejarah 2018 bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik. Namun, justru karena Fikri adalah debutan yang lapar gelar, dinamika pasangan ini menjadi daya tarik utama. Kita harus waspada pada intensitas permainan lawan yang biasanya menyimpan kartu as di babak final. Jika konsentrasi turun, peluang Korea Selatan untuk membalas di semifinal atau final sangat terbuka lebar.

Meow! Tanya Nesi!
😸