Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pertagas Siap Naikkan Kapasitas Gas untuk Dukung Ekspansi Industri di KEK Sei Mangkei

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pertagas Siap Naikkan Kapasitas Gas untuk Dukung Ekspansi Industri di KEK Sei Mangkei
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • PT Pertamina Gas (Pertagas) tengah menyiapkan peningkatan kapasitas penyaluran gas untuk mengakselerasi pertumbuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara.
  • "Peningkatan kapasitas penyaluran gas masuk ke dalam rencana jangka panjang perusahaan.
  • Nanti kami akan melihat secara keekonomian dan secara teknis juga terkait penambahan-penambahan itu," ujarnya saat ditemui wartawan pada Rabu (23/9).

PT Pertamina Gas (Pertagas) tengah menyiapkan peningkatan kapasitas penyaluran gas untuk mengakselerasi pertumbuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara. Langkah ini bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan energi yang diproyeksikan akan meningkat signifikan seiring bertambahnya investor di kawasan tersebut.

Section Head Operation Stasiun Metering Gas (SM) KEK Sei Mangkei Pertagas, Gilang Fathurahim, menegaskan bahwa kajian teknis dan keekonomian masih menjadi prasyarat utama sebelum eksekusi peningkatan kapasitas dilakukan. "Peningkatan kapasitas penyaluran gas masuk ke dalam rencana jangka panjang perusahaan. Nanti kami akan melihat secara keekonomian dan secara teknis juga terkait penambahan-penambahan itu," ujarnya saat ditemui wartawan pada Rabu (23/9). Ketepatan waktu dalam hal ini sangat krusial, mengingat investasi infrastruktur gas memiliki siklus pembayaran yang panjang dan harus selaras dengan realisasi masuknya industri baru.

Dari sisi teknis, Gilang menjelaskan bahwa potensi untuk menaikkan kapasitas pipa masih terbuka lebar melalui berbagai rekayasa engineering. Opsi yang dipertimbangkan meliputi peningkatan kapasitas kompresor serta modifikasi pada jaringan pipa itu sendiri. "Secara teknis ini masih bisa diusahakan untuk menaikkan kapasitas pipa dengan berbagai macam rekayasa, misalnya dengan peningkatan kapasitas kompresor kami, peningkatan kapasitas pipa, dan lainnya," jelasnya. Rencana ini juga sejalan dengan masuknya sumber gas baru dari Blok Andaman di Aceh serta pengembangan wilayah ekonomi Dumai-Sei Mangkei (Dusem).

Saat ini, Pertagas menyalurkan gas rata-rata 170 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk wilayah Sumatera Utara. Angka ini didominasi oleh kebutuhan sektoral energi; 61 persen atau 105 MMSCFD dialirkan khusus untuk pembangkit listrik PLN Belawan. "Secara rata-rata tahunan, kita mengalirkan gas sebesar 170 MMSCFD setiap hari di mana proporsionalnya adalah mayoritas untuk PLN Belawan. Jadi listrik di Sumatera Utara, ini mayoritas sumbernya dari PLN Belawan yang kita salurkan gasnya sebagai bahan bakar sekitar 105 MMSCFD atau sekitar 61 persen dari yang kita salurkan," tutur Gilang. Sisanya, gas tersebut dialirkan untuk kebutuhan industri dan pupuk yang trennya terus naik sejak operasi pertama kali dimulai pada 2014.

Mayoritas pasokan saat ini mengandalkan skema regasifikasi dari LNG Hub Internasional di Lhokseumawe. LNG internasional ditransfer ke tangki penyimpanan di Pertagas lalu diregasifikasi sebelum masuk ke jaringan pipa. Namun, Gilang memproyeksikan KEK Sei Mangkei akan menjadi magnet ekspansi baru, terutama karena Kawasan Industri Medan (KIM) yang telah mencapai kapasitas penuh dan tidak lagi memiliki ruang untuk ekspansi. "Nantinya juga akan jadi pabrik-pabrik semua seperti kalau di Medan ada daerah KIM yang sudah penuh pabrik-pabriknya, sepertinya sudah nggak ada tempat ekspansinya ke sini sekarang industri-industri baru," pungkasnya. Pergerakan ini menggeser pusat gravitasi industri Sumatera dari Medan ke timur.

Kontribusi KEK Sei Mangkei terhadap ekonomi nasional cukup besar. Kawasan ini ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 pada 27 Februari 2012 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. Dengan luas 2.002,7 hektare, kawasan ini berfokus pada pengolahan kelapa sawit, karet, pariwisata, dan logistik. Proyeksi jangka panjang menunjukkan KEK ini mampu menarik investasi sebesar Rp129 triliun dan menyerap 83.304 tenaga kerja hingga 2031. Capaian nyata baru-baru ini terlihat dari data Dewan Nasional KEK per Maret 2026, yang mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp31,8 triliun dan terciptanya 14.689 lapangan kerja.

Analisis Redaksi

Kesiapan infrastruktur gas di KEK Sei Mangkei bukan lagi sekadar opsi, melainkan determinan bagi kelayakan ekonomi industri hilir yang ingin bermigrasi dari Medan. Ketersediaan energi kompetitif adalah kunci daya saing; jika biaya energi di Sei Mangkei tidak bisa diturunkan melalui efisiensi jaringaan gas, rencana relokasi industri ke kawasan ini akan terhambat. Peningkatan kapasitas oleh Pertagas menjadi sinyal positif bagi investor, namun tetap harus dibarengi dengan kepastian regulasi yang mendukung masuknya gas dari Blok Andaman sebagai diversifikasi sumber daya.

Yang perlu diwaspadai adalah jeda antara kecepatan pembangunan pabrik dengan kecepatan pengembangan infrastruktur pipa. Jika industri sudah beroperasi penuh tetapi kapasitas gas belum naik, terjadi bottleneck yang akan mematikan daya saing. Oleh karena itu, sinergi antara rencana jangka panjang Pertagas dan roadmap industri di Kawasan Ekonomi Khusus harus terintegrasi. Tanpa sinkronisasi data kebutuhan gas real-time, investasi infrastruktur gas berisiko menjadi berlebihan (overcapacity) atau justru kurang, keduanya sama-sama merugikan secara makroekonomi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ